alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Ganjar Serukan Stop Konsumsi Daging Anjing: Yang Jual, Tolong Hentikan!

SEMARANG –  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo benar-benar serius mendukung kampanye bebas daging anjing. Ganjar juga mendorong Koalisi Dog Meat-Free Indonesia (DMFI) untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tidak hanya sebatas aturan dan hukuman. Namun juga edukasi bagaimana memanfaatkan anjing sesuai keahliannya.

Ganjar menerima penghargaan dari DMFI karena upaya serius dalam mendukung kampanye bebas konsumsi daging anjing, Kamis (17/3).

“Tadi kita ketemu dan berkumpul untuk mengedukasi publik. Hentikan makan daging anjing. Kita dorong anjing pada fungsi-fungsi yang bisa dilakukan, seperti K9 (anjing pelacak kepolisian). Terus mereka bisa lucu-lucuan jaga kebun, jaga rumah. Itu menurut saya jauh lebih penting,” kata Ganjar.


Selain Gubernur Jawa Tengah dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, ada beberapa kabupaten/kota yang juga menerima penghargaan serupa. Termasuk sejumlah instansi, seperti kepolisian dan aktivis yang mendukung kampanye DMFI.

Menurut Ganjar, penghargaan yang diberikan oleh DMFI tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah, kepolisian, dan aktivis agar Jawa Tengah bebas dari perdagangan dan konsumsi daging anjing.

“Sukoharjo umpama sudah ada yang bertindak dan (kasus) sudah sampai ke pengadilan. Terus kemudian beberapa kabupaten/kota seperti Brebes tadi sudah membuat aturan atau regulasi terkait jual beli atau konsumsi daging anjing,” papar Ganjar.

Baca Juga :  Bahas Kemiskinan Ekstrem, Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Rapat di Semarang

Secara regulasi, konsumsi daging anjing memang dilarang sebab berpotensi menularkan penyakit hewan ke manusia. Hal itu dipaparkan Direktur Kesehatan Masyarakat Verteriner Kementerian Pertanian Syamsul Ma’arif, yang datang dalam acara tersebut.

“Dari kementerian pertanian tadi direktur kesehatan masyarakat veteriner menyampaikan bahwa regulasinya memang dilarang dan potensi penyakit tinggi karena daging anjing bukan untuk dikonsumsi,” jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan, edukasi kepada masyarakat tentang DMFI harus dilakukan bersama dan secara terus-menerus. Pola yang digunakan juga harus mudah diterima oleh masyarakat.

Pemprov Jateng, kata Ganjar, siap memfasilitasi para pedagang daging anjing untuk berganti berjualan daging lainnya seperti ayam, kambing, atau sapi.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah, yuk berhenti makan daging anjing. Yang jualan daging anjing, sengsu, jamu, atau apa pun istilahnya itu, tolong hentikan. Ganti nanti dengan daging yang lain. Kita siap membantu untuk mentransformasikan itu,” tandas Ganjar. (bay/ria/radar solo)

SEMARANG –  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo benar-benar serius mendukung kampanye bebas daging anjing. Ganjar juga mendorong Koalisi Dog Meat-Free Indonesia (DMFI) untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tidak hanya sebatas aturan dan hukuman. Namun juga edukasi bagaimana memanfaatkan anjing sesuai keahliannya.

Ganjar menerima penghargaan dari DMFI karena upaya serius dalam mendukung kampanye bebas konsumsi daging anjing, Kamis (17/3).

“Tadi kita ketemu dan berkumpul untuk mengedukasi publik. Hentikan makan daging anjing. Kita dorong anjing pada fungsi-fungsi yang bisa dilakukan, seperti K9 (anjing pelacak kepolisian). Terus mereka bisa lucu-lucuan jaga kebun, jaga rumah. Itu menurut saya jauh lebih penting,” kata Ganjar.

Selain Gubernur Jawa Tengah dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, ada beberapa kabupaten/kota yang juga menerima penghargaan serupa. Termasuk sejumlah instansi, seperti kepolisian dan aktivis yang mendukung kampanye DMFI.

Menurut Ganjar, penghargaan yang diberikan oleh DMFI tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah, kepolisian, dan aktivis agar Jawa Tengah bebas dari perdagangan dan konsumsi daging anjing.

“Sukoharjo umpama sudah ada yang bertindak dan (kasus) sudah sampai ke pengadilan. Terus kemudian beberapa kabupaten/kota seperti Brebes tadi sudah membuat aturan atau regulasi terkait jual beli atau konsumsi daging anjing,” papar Ganjar.

Baca Juga :  Kementerian Kesehatan Nobatkan Ganjar Pranowo Jadi Gubernur Terbaik

Secara regulasi, konsumsi daging anjing memang dilarang sebab berpotensi menularkan penyakit hewan ke manusia. Hal itu dipaparkan Direktur Kesehatan Masyarakat Verteriner Kementerian Pertanian Syamsul Ma’arif, yang datang dalam acara tersebut.

“Dari kementerian pertanian tadi direktur kesehatan masyarakat veteriner menyampaikan bahwa regulasinya memang dilarang dan potensi penyakit tinggi karena daging anjing bukan untuk dikonsumsi,” jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan, edukasi kepada masyarakat tentang DMFI harus dilakukan bersama dan secara terus-menerus. Pola yang digunakan juga harus mudah diterima oleh masyarakat.

Pemprov Jateng, kata Ganjar, siap memfasilitasi para pedagang daging anjing untuk berganti berjualan daging lainnya seperti ayam, kambing, atau sapi.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah, yuk berhenti makan daging anjing. Yang jualan daging anjing, sengsu, jamu, atau apa pun istilahnya itu, tolong hentikan. Ganti nanti dengan daging yang lain. Kita siap membantu untuk mentransformasikan itu,” tandas Ganjar. (bay/ria/radar solo)

Most Read

Artikel Terbaru

/