alexametrics
31.6 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Dramatis! Nenek 80 Tahun di Kendal Selamat dari Kebakaran dengan Merangkak

KENDAL – Kebakaran hebat terjadi di Desa Sidomulyo, Cepiring, pada Selasa (16/3) sekitar pukul 23.20. Api menghanguskan sebuah rumah, toko, dan beberapa sound system. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Padahal, ada nenek 80 tahun yang hampir ikut terbakar. Namun, berhasil menyelamatkan diri dengan cara merangkak.

Akhmad Djahuri, 41, pemilik rumah tidak mengetahui jika rumahnya terbakar, lantaran sedang mengamankan kegiatan akhirussanah di MDT NU 14 Miftahul Huda Cepiring. Ia mendapat kabar dari adiknya. Sesampainya di rumah, Djahuri melihat rumahnya sudah separo terbakar.

”Saat dapat kabar itu, saya langsung kepikiran nenek saya yang ada di dalam rumah. Karena kondisi rumah pas saya tinggalkan sama istri dan anak itu terkunci semuanya,” cerita Djahuri saat ditemui kemarin.


Saat Djahuri tiba di lokasi kejadian, Ngatemi, nenek 80 tahun itu, berhasil merangkak keluar rumah dan diselamatkan warga. Dalam kejadian ini, tiga mobil pemadam kebakaran diturunkan. Api berhasil padam sekitar pukul 00.30 dini hari (16/3).

Baca Juga :  Soal Regulasi Vaksinasi Booster, Ganjar: Kita Masih Tunggu Pusat

Daryo, 39, adik korban yang menjadi saksi mata menceritakan, api yang membakar rumah dipicu dari korsleting listrik. Adapun sumber api berasal dari salah satu kamar.

Daryo menjelaskan, rumah yang terbuat dari kayu itu, membuat api cepat membesar. ”Awalnya saya panik. Dan yang pertama saya hubungi itu damkar (pemadam kebakaran). Tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan. Warga ikut memadamkan api dengan mengambil air sungai,” katanya.

Akibat kebakaran ini, barang dagangan korban ludes terbakar. Selain itu, beberapa alat elektronik, perangkat sound system, serta surat berharga juga ikut terbakar. Adapun kerugian materiil mencapai Rp 1,5 miliar. (dev/bas/lin)






Reporter: Radar Semarang

KENDAL – Kebakaran hebat terjadi di Desa Sidomulyo, Cepiring, pada Selasa (16/3) sekitar pukul 23.20. Api menghanguskan sebuah rumah, toko, dan beberapa sound system. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Padahal, ada nenek 80 tahun yang hampir ikut terbakar. Namun, berhasil menyelamatkan diri dengan cara merangkak.

Akhmad Djahuri, 41, pemilik rumah tidak mengetahui jika rumahnya terbakar, lantaran sedang mengamankan kegiatan akhirussanah di MDT NU 14 Miftahul Huda Cepiring. Ia mendapat kabar dari adiknya. Sesampainya di rumah, Djahuri melihat rumahnya sudah separo terbakar.

”Saat dapat kabar itu, saya langsung kepikiran nenek saya yang ada di dalam rumah. Karena kondisi rumah pas saya tinggalkan sama istri dan anak itu terkunci semuanya,” cerita Djahuri saat ditemui kemarin.

Saat Djahuri tiba di lokasi kejadian, Ngatemi, nenek 80 tahun itu, berhasil merangkak keluar rumah dan diselamatkan warga. Dalam kejadian ini, tiga mobil pemadam kebakaran diturunkan. Api berhasil padam sekitar pukul 00.30 dini hari (16/3).

Baca Juga :  Gelar Rakorwil di Kudus, HPN Jateng Dukung Pemulihan Ekonomi

Daryo, 39, adik korban yang menjadi saksi mata menceritakan, api yang membakar rumah dipicu dari korsleting listrik. Adapun sumber api berasal dari salah satu kamar.

Daryo menjelaskan, rumah yang terbuat dari kayu itu, membuat api cepat membesar. ”Awalnya saya panik. Dan yang pertama saya hubungi itu damkar (pemadam kebakaran). Tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan. Warga ikut memadamkan api dengan mengambil air sungai,” katanya.

Akibat kebakaran ini, barang dagangan korban ludes terbakar. Selain itu, beberapa alat elektronik, perangkat sound system, serta surat berharga juga ikut terbakar. Adapun kerugian materiil mencapai Rp 1,5 miliar. (dev/bas/lin)






Reporter: Radar Semarang

Most Read

Artikel Terbaru

/