alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Bongkar Penyelundupan 8,4 Kg Sabu, Tersangka Diringkus di Sayung Demak

SEMARANG – Anggota Polrestabes Semarang berhasil meringkus seorang kurir sekaligus pengedar narkoba jaringan antarpulau. Turut diamankan, barang bukti narkoba sebanyak 8,4 kilogram. Sesuai rencana, narkoba tersebut akan diedarkan di wilayah Kota Semarang. Seorang tersangka yang diamankan adalah Helianto Kosim, 42, warga Perum Wengga Jaya Agung, Kelurahan Baamang  Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten  Kotawaringin Timur.

Ia diringkus di tempat persembunyiannya Kampung Onggorawe, Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (9/12) sekitar pukul 20.30. Tersangka terpaksa ditembak kaki kirinya karena mencoba kabur saat akan ditangkap petugas.

“Tersangka berinisial H, berhasil kita tangkap di rumah kos di daerah Demak. Barang bukti yang diamankan 8,4 kilogram sabu-sabu,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/12).


“Pengungkapan ini sangat luar biasa, karena akan pergantian tahun baru, disinyalir akan diedarkan di wilayah Semarang dalam rangka tahun baru,” katanya. Pengungkapan ini setelah anggota jajaran kepolisian dari Polrestabes Semarang mendapatkan laporan dari masyarakat, Senin (6/12) sekitar pukul 19.00.

Pelaporan tersebut terkait adanya bungkusan barang mencurigakan yang ditemukan di dalam truk Fuso nopol B 9776 TYU di dalam gudang CV Putu Kalinyamat, Jalan Mpu Tantular, Bandarharjo, Semarang Utara. Diketahui, truk tersebut turun dari kapal Dharma Kartika.

“Truk tersebut baru saja turun dari kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selanjutnya anggota mendatangi TKP dan mengecek kebenaran informasi tersebut,” ujarnya.

Setelah dibuka, bungkusan mencurigakan tersebut adalah berisi delapan kotak berisolasi coklat. Selanjutnya salah satu kotak yang dibuka berisi serbuk kristal warna putih. Setelah dilakukan pengecekan menggunakan alat screening drugs, serbuk itu diketahui mengandung metamfetamin atau narkoba jenis sabu.

“Kemudian dikembangkan, karena kita belum tahu tersangkanya siapa. Anggota mengikuti kapal (Dharma Kartika) yang kembali ke Kalimantan Tengah, untuk memastikan sebenarnya di dalam manifes kapal itu siapa tersangkanya,” tegasnya.

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pontianak. Setelah sampai tujuan, anggota memeriksa CCTV di kapal tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap CCTV tersebut diketahui seorang yang melakukan pelemparan paket di bak truk merah nopol B 9776 TYU adalah Helianto Kosim.

“CCTV yang kita lihat ini tersangka saat memindahkan barang bukti ke dalam mobil pikap, yang dipindahkan ke mobil truk. Tersangka melempar dari atas yang disinyalir truknya tidak tahu, sebenarnya truk milik siapa. Dengan modus operandi, tersangka nanti akan mengikuti truk itu sendiri. Ini modus baru yang kita temukan,” bebernya.

Setelah mendapatkan petunjuk ini, kemudian tim Polrestabes Semarang menuju Provinsi Kalimantan Tengah mencari  informasi tempat tinggal tersangka. Hingga didapat informasi jika diduga tersangka sudah tidak bertempat tinggal di alamat  tersebut.

Baca Juga :  Perangkat Desa Gantung Diri, Tinggalkan Surat Ngaku Pakai Dana Bansos

Informasi lain didapat tersangka diduga memiliki gudang di Jalan Jenderal Sudirman arah Gastrak, Pasir Putih, Mentawa Baru, Kabupaten Ketapang. Namun saat tim mendatangi gudang tersebut, diperoleh informasi bahwa tersangka sudah satu minggu tidak terlihat. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan, dan mengetahui keberadaan tersangka berada di wilayah Kabupaten Demak.

“Para anggota kita sudah sampai Kalimantan, dan rupanya hasil tracing yang dilakukan, ternyata tersangka bersembunyi di wilayah Demak. Jadi, dia kos di sana, langsung kita amankan untuk dikembangkan,” jelasnya.

Selain 8,4 kilogram sabu, barang bukti yang turut diamankan d iantaranya satu buah e-tiket, satu buah buku tabungan, dua buah boarding pass, dan satu unit mobil pikap. Selanjutnya, barang bukti dan tersangka digelandang ke Mapolrestabes Samarang guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan.

“Ini jaringan narkoba antarpulau. Dan didapatkan tersangkanya adalah residivis yang baru keluar dari penjara untuk mengantarkan pesanan barang,” ujarnya.

Kapolda menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku perbuatannya. telah melempar satu paket kardus terbungkus plastik warna  merah yang berisi narkotika ke bak truk Fuso yang terparkir di kardek KM Dharma Kartika VII saat sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (6/12) sekitar pukul 16.11.

“Pengendali masih kita dalami. Yang jelas ini adalah pesanan yang sekarang akan kita kejar. Apakah jaringan luar negeri?  Untuk sementara hasil koordinasi dengan Direktorat Narkoba kita masih lintas dalam negeri antarpulau,” jelasnya.

Dirresnarkoba Polda Jawa Tengah Kombes Pol Luthfi Martadian menambahkan, hasil penyelidikan sementara jaringan masih dalam sebatas antarpulau, antara Kalimantan dengan Jawa Tengah. Apakah narkoba ini dikendalikan oleh tahanan di dalam lapas? Pihaknya mengatakan masih dalam penyelidikan.

“Masih kita kejar juga oleh anggota Polrestabes Semarang. Karena handphone tersangka sempat dibuang. Niatnya untuk menghilangkan jejak, tapi masih kita lakukan upaya pengungkapan dengan cara lain terkait jaringan ini,” katanya.

Dikatakan, barang haram tersebut telah dipersiapkan untuk pesta pergantian tahun baru. Menurutnya, bukan hanya diedarkan di wilayah Semarang, namun bisa ke seluruh Jawa Tengah.

“Itu bisa sampai seluruh wilayah Jawa Tengah. Kalau saya bicara nilai barang itu saya tidak akan ngomong, karena nanti khawatirnya akan dikopi orang-orang mencari jalan pintas mendapatkan uang. Kita hanya menyelamatkan saja. Kalau misalnya satu gram untuk lima orang, bisa sampai 40 ribu orang. Menyelamatkan anak bangsa dari narkoba,” bebernya.  (mha/aro/radar semarang)

SEMARANG – Anggota Polrestabes Semarang berhasil meringkus seorang kurir sekaligus pengedar narkoba jaringan antarpulau. Turut diamankan, barang bukti narkoba sebanyak 8,4 kilogram. Sesuai rencana, narkoba tersebut akan diedarkan di wilayah Kota Semarang. Seorang tersangka yang diamankan adalah Helianto Kosim, 42, warga Perum Wengga Jaya Agung, Kelurahan Baamang  Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten  Kotawaringin Timur.

Ia diringkus di tempat persembunyiannya Kampung Onggorawe, Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (9/12) sekitar pukul 20.30. Tersangka terpaksa ditembak kaki kirinya karena mencoba kabur saat akan ditangkap petugas.

“Tersangka berinisial H, berhasil kita tangkap di rumah kos di daerah Demak. Barang bukti yang diamankan 8,4 kilogram sabu-sabu,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di Mapolrestabes Semarang, Senin (13/12).

“Pengungkapan ini sangat luar biasa, karena akan pergantian tahun baru, disinyalir akan diedarkan di wilayah Semarang dalam rangka tahun baru,” katanya. Pengungkapan ini setelah anggota jajaran kepolisian dari Polrestabes Semarang mendapatkan laporan dari masyarakat, Senin (6/12) sekitar pukul 19.00.

Pelaporan tersebut terkait adanya bungkusan barang mencurigakan yang ditemukan di dalam truk Fuso nopol B 9776 TYU di dalam gudang CV Putu Kalinyamat, Jalan Mpu Tantular, Bandarharjo, Semarang Utara. Diketahui, truk tersebut turun dari kapal Dharma Kartika.

“Truk tersebut baru saja turun dari kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selanjutnya anggota mendatangi TKP dan mengecek kebenaran informasi tersebut,” ujarnya.

Setelah dibuka, bungkusan mencurigakan tersebut adalah berisi delapan kotak berisolasi coklat. Selanjutnya salah satu kotak yang dibuka berisi serbuk kristal warna putih. Setelah dilakukan pengecekan menggunakan alat screening drugs, serbuk itu diketahui mengandung metamfetamin atau narkoba jenis sabu.

“Kemudian dikembangkan, karena kita belum tahu tersangkanya siapa. Anggota mengikuti kapal (Dharma Kartika) yang kembali ke Kalimantan Tengah, untuk memastikan sebenarnya di dalam manifes kapal itu siapa tersangkanya,” tegasnya.

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Pontianak. Setelah sampai tujuan, anggota memeriksa CCTV di kapal tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap CCTV tersebut diketahui seorang yang melakukan pelemparan paket di bak truk merah nopol B 9776 TYU adalah Helianto Kosim.

“CCTV yang kita lihat ini tersangka saat memindahkan barang bukti ke dalam mobil pikap, yang dipindahkan ke mobil truk. Tersangka melempar dari atas yang disinyalir truknya tidak tahu, sebenarnya truk milik siapa. Dengan modus operandi, tersangka nanti akan mengikuti truk itu sendiri. Ini modus baru yang kita temukan,” bebernya.

Setelah mendapatkan petunjuk ini, kemudian tim Polrestabes Semarang menuju Provinsi Kalimantan Tengah mencari  informasi tempat tinggal tersangka. Hingga didapat informasi jika diduga tersangka sudah tidak bertempat tinggal di alamat  tersebut.

Baca Juga :  Numpang Kamar Mandi di Rumah Warga, Dua Sejoli Tega Bunuh Bayi Sendiri

Informasi lain didapat tersangka diduga memiliki gudang di Jalan Jenderal Sudirman arah Gastrak, Pasir Putih, Mentawa Baru, Kabupaten Ketapang. Namun saat tim mendatangi gudang tersebut, diperoleh informasi bahwa tersangka sudah satu minggu tidak terlihat. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan, dan mengetahui keberadaan tersangka berada di wilayah Kabupaten Demak.

“Para anggota kita sudah sampai Kalimantan, dan rupanya hasil tracing yang dilakukan, ternyata tersangka bersembunyi di wilayah Demak. Jadi, dia kos di sana, langsung kita amankan untuk dikembangkan,” jelasnya.

Selain 8,4 kilogram sabu, barang bukti yang turut diamankan d iantaranya satu buah e-tiket, satu buah buku tabungan, dua buah boarding pass, dan satu unit mobil pikap. Selanjutnya, barang bukti dan tersangka digelandang ke Mapolrestabes Samarang guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan.

“Ini jaringan narkoba antarpulau. Dan didapatkan tersangkanya adalah residivis yang baru keluar dari penjara untuk mengantarkan pesanan barang,” ujarnya.

Kapolda menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku perbuatannya. telah melempar satu paket kardus terbungkus plastik warna  merah yang berisi narkotika ke bak truk Fuso yang terparkir di kardek KM Dharma Kartika VII saat sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (6/12) sekitar pukul 16.11.

“Pengendali masih kita dalami. Yang jelas ini adalah pesanan yang sekarang akan kita kejar. Apakah jaringan luar negeri?  Untuk sementara hasil koordinasi dengan Direktorat Narkoba kita masih lintas dalam negeri antarpulau,” jelasnya.

Dirresnarkoba Polda Jawa Tengah Kombes Pol Luthfi Martadian menambahkan, hasil penyelidikan sementara jaringan masih dalam sebatas antarpulau, antara Kalimantan dengan Jawa Tengah. Apakah narkoba ini dikendalikan oleh tahanan di dalam lapas? Pihaknya mengatakan masih dalam penyelidikan.

“Masih kita kejar juga oleh anggota Polrestabes Semarang. Karena handphone tersangka sempat dibuang. Niatnya untuk menghilangkan jejak, tapi masih kita lakukan upaya pengungkapan dengan cara lain terkait jaringan ini,” katanya.

Dikatakan, barang haram tersebut telah dipersiapkan untuk pesta pergantian tahun baru. Menurutnya, bukan hanya diedarkan di wilayah Semarang, namun bisa ke seluruh Jawa Tengah.

“Itu bisa sampai seluruh wilayah Jawa Tengah. Kalau saya bicara nilai barang itu saya tidak akan ngomong, karena nanti khawatirnya akan dikopi orang-orang mencari jalan pintas mendapatkan uang. Kita hanya menyelamatkan saja. Kalau misalnya satu gram untuk lima orang, bisa sampai 40 ribu orang. Menyelamatkan anak bangsa dari narkoba,” bebernya.  (mha/aro/radar semarang)

Most Read

Artikel Terbaru

/