alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Kasus Covid-19 Kembali Naik, Gubernur Ganjar Gas Pol Vaksinasi Booster

KLATEN – Kasus Covid-19 kembali naik dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta untuk gas pol melakukan vaksinasi booster. Terlebih capaian vaksinasi booster hingga saat ini masih terlalu rendah. Begitu juga minat masyarakat yang berkurang.

”Kami kembali menggalakkan vaksin boosting. Sebenarnya untuk masyarakat umum juga, tapi kok rasa-rasanya banyak masyarakat yang agak tidak berminat ya. Padahal sekarang kasusnya di beberapa titik sedang meningkat lagi. Alhamdulillah Jawa Tengah masih terkendali. Harapan saya semua punya kesadaran untuk boosting,” kata Ganjar usai meninjau vaksinasi booster di SMAN 1 Klaten, Rabu (13/7).

Ganjar menegaskan, pemerintah akan memfasilitasi permintaan masyarakat untuk vaksin booster. Seperti dilakukan oleh SMAN 1 Klaten yang memimpin anak-anak sekolah di seluruh Klaten termasuk guru-gurunya agar mau divaksin.


”Mereka dikumpulkan. Ini cara yang relatif efektif sehingga kita harapkan boostingnya bisa tinggi. Minimal kita lebih tenang, lebih ayem,” kata Ganjar.

Data riil kasus Covid-19 di Jawa Tengah per Rabu, 13 Juli 2022, ada 1.400 kasus. Terjadi penambahan sebanyak 0,18 persen atau 57 kasus dari sebelumnya. Positivity rate-nya sekitar 2 persen. Sementara daerah dengan kasus aktif tertinggi di Jawa Tengah ada Kota Semarang dengan 175 kasus, Kabupaten Klaten 134 kasus, Kabupaten Jepara 116 kasus.

”Ini data per hari ini. Kalau kami lihat kabupaten/kota kasus aktif tertinggi ada, Kota Semarang 175, Kabupaten Klaten 134, Kabupaten Jepara 116. Ini yang di atas seratus, lainnya di bawah seratus. Kasus terendah di Kabupaten Semarang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Cilacap, ini masing-masing dua kasus,” jelas Ganjar mengenai kondisi terkini Covid-19 di Jawa Tengah.

Baca Juga :  6 Tahun Absen dari Kalender Event, Rock In Solo Kembali Digelar Desember

Progres vaksinasi di Jawa Tengah untuk dosis satu sudah 93,82 persen, vaksinasi dosis dua sudah 85,08 persen. Sedangkan capaian untuk vaksinasi booster baru sekitar 24,1 persen. Jumlah itu menurut Ganjar masih sangat rendah untuk hitungan di Jawa Tengah.

”Vaksinasi dosis tiga kita 24,1 persen. Itu kan masih rendah sekali, 24,1 persen ini sekitar 7 jutaan. Maka gerakan-gerakan ini penting untuk kita laksanakan,” katanya

Ganjar menambahkan Jawa Tengah mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat termasuk syarat vaksin booster untuk masuk ke mal. Namun Ganjar menekankan bahwa membangun kesadaran masyarakat lebih penting daripada memaksa masyarakat. Sebab kesadaran itu untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Belum lagi ini sudah masuk tahun ketiga pandemi.

”Sebenarnya yang perlu dibangun adalah kesadaran masyarakat saja. Daripada dikongkon-kongkon (diperintah), dipaksa-paksa, begitu kan lebih baik membangun kesadaran diri. Karena itu untuk keselamatan mereka kok. Kalau itu dipersyaratkan nanti protes, protesnya pasti sekarang kita dipersulit. Kita sudah tahun ketiga, ayo bangun kesadaran. Sebab kalau itu naik lagi, repotnya bareng-bareng. Mari kita bangun kesadaran, sudah pakai saja maskermu dan yang belum boosting segera boosting,” kata Ganjar. (akr/ida/zen)

KLATEN – Kasus Covid-19 kembali naik dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta untuk gas pol melakukan vaksinasi booster. Terlebih capaian vaksinasi booster hingga saat ini masih terlalu rendah. Begitu juga minat masyarakat yang berkurang.

”Kami kembali menggalakkan vaksin boosting. Sebenarnya untuk masyarakat umum juga, tapi kok rasa-rasanya banyak masyarakat yang agak tidak berminat ya. Padahal sekarang kasusnya di beberapa titik sedang meningkat lagi. Alhamdulillah Jawa Tengah masih terkendali. Harapan saya semua punya kesadaran untuk boosting,” kata Ganjar usai meninjau vaksinasi booster di SMAN 1 Klaten, Rabu (13/7).

Ganjar menegaskan, pemerintah akan memfasilitasi permintaan masyarakat untuk vaksin booster. Seperti dilakukan oleh SMAN 1 Klaten yang memimpin anak-anak sekolah di seluruh Klaten termasuk guru-gurunya agar mau divaksin.

”Mereka dikumpulkan. Ini cara yang relatif efektif sehingga kita harapkan boostingnya bisa tinggi. Minimal kita lebih tenang, lebih ayem,” kata Ganjar.

Data riil kasus Covid-19 di Jawa Tengah per Rabu, 13 Juli 2022, ada 1.400 kasus. Terjadi penambahan sebanyak 0,18 persen atau 57 kasus dari sebelumnya. Positivity rate-nya sekitar 2 persen. Sementara daerah dengan kasus aktif tertinggi di Jawa Tengah ada Kota Semarang dengan 175 kasus, Kabupaten Klaten 134 kasus, Kabupaten Jepara 116 kasus.

”Ini data per hari ini. Kalau kami lihat kabupaten/kota kasus aktif tertinggi ada, Kota Semarang 175, Kabupaten Klaten 134, Kabupaten Jepara 116. Ini yang di atas seratus, lainnya di bawah seratus. Kasus terendah di Kabupaten Semarang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Cilacap, ini masing-masing dua kasus,” jelas Ganjar mengenai kondisi terkini Covid-19 di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Pergantian Tahun 2022, Warga Semarang Ditemani Banjir

Progres vaksinasi di Jawa Tengah untuk dosis satu sudah 93,82 persen, vaksinasi dosis dua sudah 85,08 persen. Sedangkan capaian untuk vaksinasi booster baru sekitar 24,1 persen. Jumlah itu menurut Ganjar masih sangat rendah untuk hitungan di Jawa Tengah.

”Vaksinasi dosis tiga kita 24,1 persen. Itu kan masih rendah sekali, 24,1 persen ini sekitar 7 jutaan. Maka gerakan-gerakan ini penting untuk kita laksanakan,” katanya

Ganjar menambahkan Jawa Tengah mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat termasuk syarat vaksin booster untuk masuk ke mal. Namun Ganjar menekankan bahwa membangun kesadaran masyarakat lebih penting daripada memaksa masyarakat. Sebab kesadaran itu untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Belum lagi ini sudah masuk tahun ketiga pandemi.

”Sebenarnya yang perlu dibangun adalah kesadaran masyarakat saja. Daripada dikongkon-kongkon (diperintah), dipaksa-paksa, begitu kan lebih baik membangun kesadaran diri. Karena itu untuk keselamatan mereka kok. Kalau itu dipersyaratkan nanti protes, protesnya pasti sekarang kita dipersulit. Kita sudah tahun ketiga, ayo bangun kesadaran. Sebab kalau itu naik lagi, repotnya bareng-bareng. Mari kita bangun kesadaran, sudah pakai saja maskermu dan yang belum boosting segera boosting,” kata Ganjar. (akr/ida/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/