alexametrics
29.8 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Habiskan Rp 160 Juta, Warga di Karanganyar Jadi Korban Calo CPNS

KARANGANYAR – SK yang merupakan guru SMA di Colomadu, Karanganyar dilaporkan ke polisi atas kasus calo CPNS. Ia menipu Abdul Basyid, 37, warga Bulurejo, Gondangrejo, dan meminta uang dengan total Rp 160 juta.

Dia resmi melaporkan SK ke Satreskrim Polres Karanganyar, kemarin (11/10). Selama 10 tahun Abdul Basyid dijanjikan SK bisa menjadi CPNS di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Abdul mengungkapkan, penipuan yang dia alami terjadi pada 2010 silam. Saat itu dia dikenalkan oleh tetangga jika SK bisa membantu memasukan dia menjadi CPNS. Abdul tertarik dengan iming-iming itu. Lantas membayar uang. Tahap awal Rp 100 juta sebagai jaminan. Setelah itu, jelang beberapa bulan, korban kembali memberikan uang sebesar Rp 35 juta dan Rp 25 juta. Saat itu, SK memberikan foto kopi SK yang menyatakan bahwa korban sudah masuk daftar CPNS di Kementerian PU.


“Kejadiannya pertengahan tahun 2010, di akhir tahun itu sempat saya tagih. Tapi minta lagi karena saat itu yang bersangkutan membawa fotokopi SK CPNS itu, katanya nama saya sudah tercatat Kemudian meminta uang kembali, tapi setelah saya tunggu beberapa tahun kabar lagi,” terang Abdul.

Baca Juga :  Kelebihan Beban, Jembatan Jalan Surya di Solo Amblas

Abdul menambahkan, awalnya dia tidak mau masuk menjadi CPNS tersebut karena sudah curiga dengan gelagat SK. Namun, lama-kelamaan SK sering kali mendesak dan meyakinkan bahwa dirinya bisa masuk menjadi CPNS.

“Sempat curiga. Tapi setiap saat ibu (SK) itu terus menawari saya dan keluarga. Sampai bapak itu jual sawah untuk membiayai agar saya bisa masuk menjadi CPNS itu. Totalnya Rp 160 juta,” terangnya.

Abdul membeberkan, SK saat ini sudah mengembalikan uang sebesar Rp 30 juta.

Kapolres Karanganyar AKBP Much Syafi Maulla melalui Kasat Reskrim AKP Kresnawan Husein membenarkan adanya aduan tersebut. Kasat mengungkapkan, pihaknya langsung menindaklanjuti aduan tersebut.

”Iya benar ada aduan tersebut hari ini tadi, dan untuk laporan seperti itu baru kali ini. Dan nanti kami bersama tim akan melakukan proses penyelidikan, tentunya dengan memeriksa korban, saksi dan terlapor,” singkat Kasat Reskrim.

KARANGANYAR – SK yang merupakan guru SMA di Colomadu, Karanganyar dilaporkan ke polisi atas kasus calo CPNS. Ia menipu Abdul Basyid, 37, warga Bulurejo, Gondangrejo, dan meminta uang dengan total Rp 160 juta.

Dia resmi melaporkan SK ke Satreskrim Polres Karanganyar, kemarin (11/10). Selama 10 tahun Abdul Basyid dijanjikan SK bisa menjadi CPNS di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Abdul mengungkapkan, penipuan yang dia alami terjadi pada 2010 silam. Saat itu dia dikenalkan oleh tetangga jika SK bisa membantu memasukan dia menjadi CPNS. Abdul tertarik dengan iming-iming itu. Lantas membayar uang. Tahap awal Rp 100 juta sebagai jaminan. Setelah itu, jelang beberapa bulan, korban kembali memberikan uang sebesar Rp 35 juta dan Rp 25 juta. Saat itu, SK memberikan foto kopi SK yang menyatakan bahwa korban sudah masuk daftar CPNS di Kementerian PU.

“Kejadiannya pertengahan tahun 2010, di akhir tahun itu sempat saya tagih. Tapi minta lagi karena saat itu yang bersangkutan membawa fotokopi SK CPNS itu, katanya nama saya sudah tercatat Kemudian meminta uang kembali, tapi setelah saya tunggu beberapa tahun kabar lagi,” terang Abdul.

Baca Juga :  Ngantor di Desa Gunungsari Kebumen, Ganjar: Sinyal Susah Rakor Jalan Terus

Abdul menambahkan, awalnya dia tidak mau masuk menjadi CPNS tersebut karena sudah curiga dengan gelagat SK. Namun, lama-kelamaan SK sering kali mendesak dan meyakinkan bahwa dirinya bisa masuk menjadi CPNS.

“Sempat curiga. Tapi setiap saat ibu (SK) itu terus menawari saya dan keluarga. Sampai bapak itu jual sawah untuk membiayai agar saya bisa masuk menjadi CPNS itu. Totalnya Rp 160 juta,” terangnya.

Abdul membeberkan, SK saat ini sudah mengembalikan uang sebesar Rp 30 juta.

Kapolres Karanganyar AKBP Much Syafi Maulla melalui Kasat Reskrim AKP Kresnawan Husein membenarkan adanya aduan tersebut. Kasat mengungkapkan, pihaknya langsung menindaklanjuti aduan tersebut.

”Iya benar ada aduan tersebut hari ini tadi, dan untuk laporan seperti itu baru kali ini. Dan nanti kami bersama tim akan melakukan proses penyelidikan, tentunya dengan memeriksa korban, saksi dan terlapor,” singkat Kasat Reskrim.

Most Read

Artikel Terbaru

/