alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Gubernur Ganjar Instruksikan Siaga di Perbatasan

SEMARANG – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah menyebar hingga ke Jawa Timur. Karena itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada jajarannya untuk siaga di wilayah perbatasan.

”Sekarang kita siaga hepatitis anak dan kesehatan hewan, khususnya penyakit mulut dan kuku. Ini sudah ada di Jawa Timur dan kita border perbatasan,” kata Ganjar usai evaluasi arus mudik-balik bersama Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro di Kantor Gubernur Jateng Rabu (11/5).

Ganjar menjelaskan, siaga di perbatasan itu dilakukan untuk mengantisipasi dengan mengisolasi hewan ternak dari Jawa Timur. Komunikasi dengan Kementerian Pertanian (Mentan) juga terus dilakukan, termasuk menggerakkan surveilans untuk kesehatan hewan di Jawa Tengah.


Sejauh ini, Kementan telah mengambil langkah awal untuk menangani kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan. Ganjar menyampaikan, Kementan akan segera memusnahkan penyakit tersebut dengan teknis yang dikuasai oleh para ahli dan dokter hewan. Eksekusi di lapangan nanti akan dilakukan bersama dengan Gubernur Jawa Timur.

”Kemarin ngobrol dengan Pak Menteri Pertanian di Makassar. Beliau sampaikan segera dimusnahkan itu ada teknisnya. Dukungan diberikan oleh Kementerian barangkali nanti gubernur Jawa Timur yang akan mengeksekusi di lapangan. Nah, kami siap-siap di Jawa Tengah. Bukan tidak mungkin, itu bisa bergeser. Makanya kenapa mesti dijaga transportasi lalu lintas hewan kita,” ungkap Ganjar.

Baca Juga :  Jateng Terima Penghargaan KUR 2021, Ganjar: Momen Pelaku Usaha Bangkit

Antisipasi penyakit mulut dan kuku juga dilakukan oleh Polda Jateng. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan sejauh ini belum membuat satgas khusus untuk menangani hal itu. Terkait pangan sudah ada satuan khusus yang bergerak di bawah komando Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

”Satgas khusus tidak ada. Tapi itu kan masalah ekonomi. Jadi satgas pangan kita tidak hanya hewan, tidak hanya pangan. Itu sudah terbentuk, sudah ada. Jadi di bawah Direktorat Kriminal Khusus akan menangani secara komprehensif soal ini,” katanya.

Melalui Ditreskrimsus itu, kepolisian akan ikut mengawal dan memantau persebaran penyakit mulut dan kuku. Hal ini dilakukan dengan kerja sama lintas sektoral seperti pemerintah daerah dan dokter hewan. Tindakan intensif akan diambil apabila ada indikasi kasus yang meningkat.

”Polri akan selalu mengawal kegiatan ini sehingga tidak merembet ke daerah lain. Terutama para Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari TNI yang akan memberikan penerangan kepada masyarakat manakala terjadi fluktuasi di wilayah Jateng. Itu kesiapan kita,” jelas Kapolda. (akr/ida/zen)

SEMARANG – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah menyebar hingga ke Jawa Timur. Karena itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada jajarannya untuk siaga di wilayah perbatasan.

”Sekarang kita siaga hepatitis anak dan kesehatan hewan, khususnya penyakit mulut dan kuku. Ini sudah ada di Jawa Timur dan kita border perbatasan,” kata Ganjar usai evaluasi arus mudik-balik bersama Kapolda Jateng dan Pangdam IV/Diponegoro di Kantor Gubernur Jateng Rabu (11/5).

Ganjar menjelaskan, siaga di perbatasan itu dilakukan untuk mengantisipasi dengan mengisolasi hewan ternak dari Jawa Timur. Komunikasi dengan Kementerian Pertanian (Mentan) juga terus dilakukan, termasuk menggerakkan surveilans untuk kesehatan hewan di Jawa Tengah.

Sejauh ini, Kementan telah mengambil langkah awal untuk menangani kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan. Ganjar menyampaikan, Kementan akan segera memusnahkan penyakit tersebut dengan teknis yang dikuasai oleh para ahli dan dokter hewan. Eksekusi di lapangan nanti akan dilakukan bersama dengan Gubernur Jawa Timur.

”Kemarin ngobrol dengan Pak Menteri Pertanian di Makassar. Beliau sampaikan segera dimusnahkan itu ada teknisnya. Dukungan diberikan oleh Kementerian barangkali nanti gubernur Jawa Timur yang akan mengeksekusi di lapangan. Nah, kami siap-siap di Jawa Tengah. Bukan tidak mungkin, itu bisa bergeser. Makanya kenapa mesti dijaga transportasi lalu lintas hewan kita,” ungkap Ganjar.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Minta Call Center di Grobogan Sampai Level Desa

Antisipasi penyakit mulut dan kuku juga dilakukan oleh Polda Jateng. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan sejauh ini belum membuat satgas khusus untuk menangani hal itu. Terkait pangan sudah ada satuan khusus yang bergerak di bawah komando Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

”Satgas khusus tidak ada. Tapi itu kan masalah ekonomi. Jadi satgas pangan kita tidak hanya hewan, tidak hanya pangan. Itu sudah terbentuk, sudah ada. Jadi di bawah Direktorat Kriminal Khusus akan menangani secara komprehensif soal ini,” katanya.

Melalui Ditreskrimsus itu, kepolisian akan ikut mengawal dan memantau persebaran penyakit mulut dan kuku. Hal ini dilakukan dengan kerja sama lintas sektoral seperti pemerintah daerah dan dokter hewan. Tindakan intensif akan diambil apabila ada indikasi kasus yang meningkat.

”Polri akan selalu mengawal kegiatan ini sehingga tidak merembet ke daerah lain. Terutama para Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari TNI yang akan memberikan penerangan kepada masyarakat manakala terjadi fluktuasi di wilayah Jateng. Itu kesiapan kita,” jelas Kapolda. (akr/ida/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/