alexametrics
25.5 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Polisi Tangkap Begal Sadis di Demak, Pelaku Masih di Bawah Umur

DEMAK – Satuan Reserse Kriminal Polres Demak menangkap pelaku begal sadis menggunakan senjata tajam (sajam). Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Bulusari – Blerong Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (13/12) lalu.

Kasus pembegalan tersebut terungkap setelah polisi menggali keterangan saksi dan hasil pemeriksaan barang bukti secara laboratories dari Bidlabfor Polda Jateng. Diketahui, pelaku pembegalan dilakukan anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Agil Widiyas Sampurna menuturkan, terdapat kesamaan golongan darah dan DNA korban pada darah yang menempel di celurit dan potongan kuku tersangka berinisial MRM (17), seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).


“Dari keterangan pelapor, saksi dan Bidlabfor Polda Jateng, sudah diamankan satu tersangka yang masih di bawah umur,” kata AKP Agil saat konferensi pers di Mapolres Demak, Rabu (12/1).

Agil menjelaskan, selain pelaku yang sudah ditangkap, masih ada tiga orang pelaku lain yang hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

“Ini masih ada lagi tersangkanya, kami masih melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap tiga pelaku lainnya,” ungkap Agil.

Baca Juga :  Isoman Mandiri dan Sempat Berteriak, Jukir Ditemukan Tewas di Indekos

Agil menjelaskan, pembegalan sadis ini bermula saat korban bernama Saefudin (32), habis mengantar saudaranya ke Jalan Pungkuran, Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dalam perjalanan, korban dibuntuti para pelaku menggunakan dua sepeda motor. Sesampainya di jalan yang sepi, para pelaku memepet dan menghentikan korban hingga terjatuh.

Menurut Agil, salah satu pelaku turun dan membacok dada korban dengan celurit
Korban yang terkena sabetan celurit berlari menjauh dan tersungkur di pinggir jalan. Ketika pelaku hendak mengambil sepeda motor korban, para saksi melihat dan meneriakinya sehingga para pelaku bergegas melarikan diri.

“Pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 atau Pasal 365 KUHP ayat (4) Jo Pasal 53 ayat (1) atau Pasal 170 ayat (2) ke-3. Dipidana penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” ungkap Agil.

DEMAK – Satuan Reserse Kriminal Polres Demak menangkap pelaku begal sadis menggunakan senjata tajam (sajam). Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Bulusari – Blerong Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Senin (13/12) lalu.

Kasus pembegalan tersebut terungkap setelah polisi menggali keterangan saksi dan hasil pemeriksaan barang bukti secara laboratories dari Bidlabfor Polda Jateng. Diketahui, pelaku pembegalan dilakukan anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Agil Widiyas Sampurna menuturkan, terdapat kesamaan golongan darah dan DNA korban pada darah yang menempel di celurit dan potongan kuku tersangka berinisial MRM (17), seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Dari keterangan pelapor, saksi dan Bidlabfor Polda Jateng, sudah diamankan satu tersangka yang masih di bawah umur,” kata AKP Agil saat konferensi pers di Mapolres Demak, Rabu (12/1).

Agil menjelaskan, selain pelaku yang sudah ditangkap, masih ada tiga orang pelaku lain yang hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

“Ini masih ada lagi tersangkanya, kami masih melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap tiga pelaku lainnya,” ungkap Agil.

Baca Juga :  Ini Desa di Kudus, Pati, dan Rembang yang akan Dilewati Tol Demak-Tuban

Agil menjelaskan, pembegalan sadis ini bermula saat korban bernama Saefudin (32), habis mengantar saudaranya ke Jalan Pungkuran, Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dalam perjalanan, korban dibuntuti para pelaku menggunakan dua sepeda motor. Sesampainya di jalan yang sepi, para pelaku memepet dan menghentikan korban hingga terjatuh.

Menurut Agil, salah satu pelaku turun dan membacok dada korban dengan celurit
Korban yang terkena sabetan celurit berlari menjauh dan tersungkur di pinggir jalan. Ketika pelaku hendak mengambil sepeda motor korban, para saksi melihat dan meneriakinya sehingga para pelaku bergegas melarikan diri.

“Pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 atau Pasal 365 KUHP ayat (4) Jo Pasal 53 ayat (1) atau Pasal 170 ayat (2) ke-3. Dipidana penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” ungkap Agil.

Most Read

Artikel Terbaru

/