alexametrics
25.3 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Hampir Dua Ribu Warga Kabupaten Pekalongan Sulit Mendapat Air Bersih

Kajen – Saat ini banyak warga Desa Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Jumlah warga yang mengeluhkan permasalahan ini ada sebanyak 1.866 orang. Kesulitan air bersih ini lantaran kini sungai tengah dikeringkan. Warga mengeluhkan alami berbagai kesulitan seperti sulit untuk memasak, mencuci baju, dan mandi.

Suprapti, 57, mengatakan, desanya memang langganan air bersih tiap kemarau. Warga RT 03, RW 01, minimal butuh satu galon air dalam sehari. Itu hanya untuk masak dan minum. Kadang-kadang juga kurang. “Satu keluarga saya ada enam orang. Kalau yang lebih dari enam, ya gak tahu butuh berapa galon,” ungkapnya.

Jika sulit air, kata dia, warga biasanya pergi ke sungai untuk keperluan mencuci hingga mandi. Namun, kini sedang pengeringan sungai. “Jadi tambah sulitnya,” ucapnya.


Soal pengeringan sungai itu, beberapa waktu lalu koran ini sempat mewawancarai Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PU-Taru Kabupaten Pekalongan, Edy Setiawan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya melakukan pengeringan semua saluran teknis sejak 1-15 Oktober. Sedangkan untuk saluran non teknis, mulai 16-akhir Oktober. “Ini upaya kami untuk melakukan pemeliharaan dan normalisasi sungai dari sedimen. Setelah itu, dialiri lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Hebat! Guru Honorer Ini Berkebun Jambu Citra Hingga Panen Ratusan Juta

Sekretaris Desa Kesesi Asmah menjelaskan, kemarau dan pengeringan sungai memang menyulitkan warga tiap tahun. Ia menyebutkan, ada dua RW yang terdampak. Yakni RW 01 dan 02. Total ada 1.866 jiwa dari 1.060 kepala keluarga (KK). “Sudah sejak kecil saya di sini seperti ini,” ungkapnya.

Kemarin, organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pekalongan menyalurkan air bersih ke desa tersebut. Wakil Ketua Bidang Wawasan Kebangsaan KNPI Kabupaten Pekalongan Argo Yudha Ismoyo mengatakan, lima tangki air bersih ia salurkan ke sana.

Bekerjasama dengan BPBD, PMI, dan Perumda Air Minum Tirta Kajen. “Semoga bermanfaat saja. Pemerintah sudah mencari solusi terbaik tetapi belum ketemu. Ya, ini sedikit usaha kami untuk warga terdampak,” paparnya. (des)

Kajen – Saat ini banyak warga Desa Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Jumlah warga yang mengeluhkan permasalahan ini ada sebanyak 1.866 orang. Kesulitan air bersih ini lantaran kini sungai tengah dikeringkan. Warga mengeluhkan alami berbagai kesulitan seperti sulit untuk memasak, mencuci baju, dan mandi.

Suprapti, 57, mengatakan, desanya memang langganan air bersih tiap kemarau. Warga RT 03, RW 01, minimal butuh satu galon air dalam sehari. Itu hanya untuk masak dan minum. Kadang-kadang juga kurang. “Satu keluarga saya ada enam orang. Kalau yang lebih dari enam, ya gak tahu butuh berapa galon,” ungkapnya.

Jika sulit air, kata dia, warga biasanya pergi ke sungai untuk keperluan mencuci hingga mandi. Namun, kini sedang pengeringan sungai. “Jadi tambah sulitnya,” ucapnya.

Soal pengeringan sungai itu, beberapa waktu lalu koran ini sempat mewawancarai Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PU-Taru Kabupaten Pekalongan, Edy Setiawan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya melakukan pengeringan semua saluran teknis sejak 1-15 Oktober. Sedangkan untuk saluran non teknis, mulai 16-akhir Oktober. “Ini upaya kami untuk melakukan pemeliharaan dan normalisasi sungai dari sedimen. Setelah itu, dialiri lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dieng Culture Festival Digelar Virtual Hybrid Lagi

Sekretaris Desa Kesesi Asmah menjelaskan, kemarau dan pengeringan sungai memang menyulitkan warga tiap tahun. Ia menyebutkan, ada dua RW yang terdampak. Yakni RW 01 dan 02. Total ada 1.866 jiwa dari 1.060 kepala keluarga (KK). “Sudah sejak kecil saya di sini seperti ini,” ungkapnya.

Kemarin, organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pekalongan menyalurkan air bersih ke desa tersebut. Wakil Ketua Bidang Wawasan Kebangsaan KNPI Kabupaten Pekalongan Argo Yudha Ismoyo mengatakan, lima tangki air bersih ia salurkan ke sana.

Bekerjasama dengan BPBD, PMI, dan Perumda Air Minum Tirta Kajen. “Semoga bermanfaat saja. Pemerintah sudah mencari solusi terbaik tetapi belum ketemu. Ya, ini sedikit usaha kami untuk warga terdampak,” paparnya. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/