alexametrics
30.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Fakta Baru, Taruna PIP Asal Jepara Ternyata Dianiaya Lima Senior

SEMARANG – Polrestabes Semarang menemukan fakta baru terkait meninggalnya Zidan Muhammad Faza, 21, taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Dia tewas dianiaya lima seniornya. Penganiayaan itu terjadi di dalam mess Indoraya di Jalan Genuk Krajan 2, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Selasa (6/9).

Motif penganiayaan ini juga tidak sesuai fakta yang disampaikan Caesar Richardo Bintang Samudra Tampubolon. Dia senior korban dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepada polisi, warga Kampung Genengan RT 08/RW 12 Kelurahan Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta ini mengaku menganiaya seorang diri.

”Caesar menyampaikan terserempet kendaraan roda dua yang dikendarai oleh korban, sehingga membuatnya sebagai senior marah. Kemudian melakukan penganiayaan terhadap juniornya hingga mengakibatkan korban meninggal,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (10/9).

Baca Juga :  Pemkab Purbalingga Beri Bantuan untuk 300 ODKB

Di hadapan penyidik, tersangka Caesar juga mengaku penganiyaan itu dilakukan di Jalan Tegalsari Barat Raya  RT 02/RW 13, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Pemukulan diarahkan di bagian ulu hati hingga akhirnya korban meninggal.

Namun fakta terbaru terungkap, penganiayaan dilakukan bersama empat rekannya. Mereka adalah  Aris Riyanto, 25, warga Dawung, Sugihan, Toroh, Kabupaten Grobogan; Andre Arsprilla Arief, 25, warga Tembiring, Bintoro, Demak; Albert Jonathan Ompu Sungu, 23, warga Sumatera tinggal di mess di Wonodri, Semarang Selatan, serta Budi Darmawan, 22, warga Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang.

”Semua pasti mukul ini (korban, Red). Lokasinya tidak di dalam kampus, tapi di luar kampus, tepatnya di Mess Indoraya di Jalan Genuk Krajan 2,” bebernya. (Radar Semarang)

SEMARANG – Polrestabes Semarang menemukan fakta baru terkait meninggalnya Zidan Muhammad Faza, 21, taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Dia tewas dianiaya lima seniornya. Penganiayaan itu terjadi di dalam mess Indoraya di Jalan Genuk Krajan 2, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Selasa (6/9).

Motif penganiayaan ini juga tidak sesuai fakta yang disampaikan Caesar Richardo Bintang Samudra Tampubolon. Dia senior korban dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepada polisi, warga Kampung Genengan RT 08/RW 12 Kelurahan Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta ini mengaku menganiaya seorang diri.

”Caesar menyampaikan terserempet kendaraan roda dua yang dikendarai oleh korban, sehingga membuatnya sebagai senior marah. Kemudian melakukan penganiayaan terhadap juniornya hingga mengakibatkan korban meninggal,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (10/9).

Baca Juga :  Pemprov Jateng Fokus Rampungkan Perbaikan RTLH 2022

Di hadapan penyidik, tersangka Caesar juga mengaku penganiyaan itu dilakukan di Jalan Tegalsari Barat Raya  RT 02/RW 13, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Pemukulan diarahkan di bagian ulu hati hingga akhirnya korban meninggal.

Namun fakta terbaru terungkap, penganiayaan dilakukan bersama empat rekannya. Mereka adalah  Aris Riyanto, 25, warga Dawung, Sugihan, Toroh, Kabupaten Grobogan; Andre Arsprilla Arief, 25, warga Tembiring, Bintoro, Demak; Albert Jonathan Ompu Sungu, 23, warga Sumatera tinggal di mess di Wonodri, Semarang Selatan, serta Budi Darmawan, 22, warga Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang.

”Semua pasti mukul ini (korban, Red). Lokasinya tidak di dalam kampus, tapi di luar kampus, tepatnya di Mess Indoraya di Jalan Genuk Krajan 2,” bebernya. (Radar Semarang)

Most Read

Artikel Terbaru

/