alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Lalai Matikan Tungku, Sebuah Rumah Nyaris Ludes Terbakar

MAGELANG – Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Magelang. Kali ini menimpa Sikun, warga Dusun Banar, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Minggu (9/1) pagi.

Peristiwa ini bermula ketika tungku dapur yang masih menyala ditinggal pergi penghuni rumah. Lupa tidak dimatikan. Nahas, di atas tungku terdapat tumpukan kayu kering dan serbuk gergaji. Praktis, api cepat membesar. Mendapat laporan pukul 09.29, regu piket Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang bergegas menuju lokasi. Mengerahkan dua unit mobil pompa, unit rescue, serta ambulans.

Mendapat laporan pukul 09.29, regu piket Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang bergegas menuju lokasi. Mengerahkan dua unit mobil pompa, unit rescue, serta ambulans.


Tak butuh waktu lama, api dapat dipangkas, diisolasi, dan dipadamkan pada pukul 09.55. Meskipun sebagian atapnya runtuh. “Nihil korban. Tapi kerugiannya sekitar Rp 20 juta,” ujar Humas Damkar Kabupaten Magelang Yogo Subarkah.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Dua Kios di Semarang Dilalap Api

Yogo menambahkan, selama ini rata-rata musibah kebakaran rumah di Kabupaten Magelang memang sering disebabkan tungku api.

Selebihnya karena korsleting listrik dan kompor gas. Yogo lantas mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek alat listrik yang masih menancap di sumber listrik, serta mengecek kompor atau tungku sebelum bepergian.

Sementara jika telanjur terjadi kebakaran, Yogo meminta masyarakat untuk tidak panik. “Tetap berusaha memadamkan api dengan alat sedanya sambil menunggu petugas pemadam sampai lokasi,” ucapnya. (rhy/ton)






Reporter: Radar Semarang

MAGELANG – Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Magelang. Kali ini menimpa Sikun, warga Dusun Banar, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Minggu (9/1) pagi.

Peristiwa ini bermula ketika tungku dapur yang masih menyala ditinggal pergi penghuni rumah. Lupa tidak dimatikan. Nahas, di atas tungku terdapat tumpukan kayu kering dan serbuk gergaji. Praktis, api cepat membesar. Mendapat laporan pukul 09.29, regu piket Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang bergegas menuju lokasi. Mengerahkan dua unit mobil pompa, unit rescue, serta ambulans.

Mendapat laporan pukul 09.29, regu piket Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang bergegas menuju lokasi. Mengerahkan dua unit mobil pompa, unit rescue, serta ambulans.

Tak butuh waktu lama, api dapat dipangkas, diisolasi, dan dipadamkan pada pukul 09.55. Meskipun sebagian atapnya runtuh. “Nihil korban. Tapi kerugiannya sekitar Rp 20 juta,” ujar Humas Damkar Kabupaten Magelang Yogo Subarkah.

Baca Juga :  Tiga Rumah Terpendam Banjir di Wonosobo Karena Hujan Deras

Yogo menambahkan, selama ini rata-rata musibah kebakaran rumah di Kabupaten Magelang memang sering disebabkan tungku api.

Selebihnya karena korsleting listrik dan kompor gas. Yogo lantas mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek alat listrik yang masih menancap di sumber listrik, serta mengecek kompor atau tungku sebelum bepergian.

Sementara jika telanjur terjadi kebakaran, Yogo meminta masyarakat untuk tidak panik. “Tetap berusaha memadamkan api dengan alat sedanya sambil menunggu petugas pemadam sampai lokasi,” ucapnya. (rhy/ton)






Reporter: Radar Semarang

Most Read

Artikel Terbaru

/