alexametrics
24.2 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Umbul Pengging Langsung Diserbu Wisatawan di Hari Pertama Buka

BOYOLALI – Terlihat para wisatawan mulai ramai mendatangi tempat wisata Umbul Pengging yang mulai di buka pada hari Kamis (7/10) kemarin. Umbul Pengging ini berlokasi di Banyudono, Kabupaten Boyolali. Masyarakat menyambut dibukanya tempat wisata ini dengan sangat antusias. Terbukti, umbul tersebut langsung diserbu oleh para wisatawan.

Camat Banyudono, Jarot Purnama, juga turun ke lapangan untuk memantau secara langsung penerapan protokol kesehatan (prokes) oleh para pengunjung di tempat wisata tersebut.

”Kami konfirmasi memang sudah mulai dibuka dengan catatan semua harus mengacu Inbup Boyolali nomor 14. Yakni, pembatasan pengunjung 25 persen, penyediaan sarana prasarana (Sarpras) prokes, dan alur prokesnya. Termasuk anak di bawah usia 12 tahun tidak diizinkan masuk kawasan wisata,” kata Jarot, kemarin (7/10).


Meski pembukaan perdana ini belum terlalu ramai, Jarot meminta agar pengelola dan pengunjung mematuhi prokes secara ketat.

Pengelola Umbul Pengging, Wardoyo mengatakan, hampir tiga bulan penutupan kawasan objek wisata Umbul Pengging yang merupakan imbas dari PPKM. Pada hari pertama dibuka, beberapa pengunjung terlihat berenang di kawasan Umbul Pengging.

”Ini (kemarin) mulai buka. Semoga kali ini tidak tutup lagi. Pengunjung juga mulai datang, meski baru beberapa orang saja,” kata Wardoyo.

Dia menambahkan, normalnya pengunjung Umbul Pengging mencapai 400 orang pada akhir pekan. Namun, semenjak PPKM operasional Umbul Pengging ditutup. Ada tiga umbul yang menjadi favorit pengunjung, yakni, Umbul Temanten, Dudo dan Ngabeyan. Selama penutupan ini, pengelola tetap melakukan pembersihan dan pengurasan umbul.

”Saat tutup, 11 karyawan tetap masuk selama tiga kali dalam seminggu. Hari pertama sudah mulai bergeliat. Kami juga taati protokol kesehatan (Prokes) sesuai intruksi bupati (Inbup) PPKM level 2,” terangnya.

Baca Juga :  Anggaran Faskes Baru di Boyolali Utara Capai Rp 4 Miliar

Salah seorang pengunjung, Widodo mengaku senang bisa berenang kembali di Umbul Pengging. Dia berharap dengan penurunan level ini sektor pariwisata bisa dibuka seterusnya.

”Beruntung dan saya senang sekali dengan pembukaan umbul ini. Karena bisa untuk terapi juga tiap pagi. Terakhir ke sini hampir 1 tahun lalu karena tiap lewat di sini tutup terus,” jelas warga Sambi ini.

Kepala Disporapar Boyolali, Supana mengatakan sektor pariwisata sudah mengizinkan dibuka setelah PPKM level 2. Pembukaan ini akan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Guna menjaga keselamatan masyarakat.

”Tempat wisata sudah diizinkan buka sesuai Inbup. Kami masih mengkonfirmasi berapa objek wisata yang sudah buka. Karena beberapa dikelolan pihak ketiga. Kami juga akan mengecek ke lapangan (Tempat wisata, red). Sudah ada dua tim yang akan mengecek ke lapangan,” jelasnya.

Sedangkan, Disporapar Boyolali hanya mengelola tiga tempat wisata. Yakni kawasan objek wisata Tlatar, kawasan objek wisata pos joglo Selo dan Bungalow Selo. Sedangkan beberapa objek wisata lain diminta persiapan sesuai aturan Inbup PPKM level 2.

Hal tersebut juga berlaku untuk objek wisata lain ketika sudah siap bisa dibuka. Rencananya, pembukaan tempat wisata dilakukan secara bertahap. Pemkab menerapkan syarat, pembatasan pengunjung dengan kapasitas 25 persen, penggunaan aplikasi peduli lindungi serta anak-anak usia di bawah 12 tahun tidak diizinkan memasuki kawasan wisata. (des)

BOYOLALI – Terlihat para wisatawan mulai ramai mendatangi tempat wisata Umbul Pengging yang mulai di buka pada hari Kamis (7/10) kemarin. Umbul Pengging ini berlokasi di Banyudono, Kabupaten Boyolali. Masyarakat menyambut dibukanya tempat wisata ini dengan sangat antusias. Terbukti, umbul tersebut langsung diserbu oleh para wisatawan.

Camat Banyudono, Jarot Purnama, juga turun ke lapangan untuk memantau secara langsung penerapan protokol kesehatan (prokes) oleh para pengunjung di tempat wisata tersebut.

”Kami konfirmasi memang sudah mulai dibuka dengan catatan semua harus mengacu Inbup Boyolali nomor 14. Yakni, pembatasan pengunjung 25 persen, penyediaan sarana prasarana (Sarpras) prokes, dan alur prokesnya. Termasuk anak di bawah usia 12 tahun tidak diizinkan masuk kawasan wisata,” kata Jarot, kemarin (7/10).

Meski pembukaan perdana ini belum terlalu ramai, Jarot meminta agar pengelola dan pengunjung mematuhi prokes secara ketat.

Pengelola Umbul Pengging, Wardoyo mengatakan, hampir tiga bulan penutupan kawasan objek wisata Umbul Pengging yang merupakan imbas dari PPKM. Pada hari pertama dibuka, beberapa pengunjung terlihat berenang di kawasan Umbul Pengging.

”Ini (kemarin) mulai buka. Semoga kali ini tidak tutup lagi. Pengunjung juga mulai datang, meski baru beberapa orang saja,” kata Wardoyo.

Dia menambahkan, normalnya pengunjung Umbul Pengging mencapai 400 orang pada akhir pekan. Namun, semenjak PPKM operasional Umbul Pengging ditutup. Ada tiga umbul yang menjadi favorit pengunjung, yakni, Umbul Temanten, Dudo dan Ngabeyan. Selama penutupan ini, pengelola tetap melakukan pembersihan dan pengurasan umbul.

”Saat tutup, 11 karyawan tetap masuk selama tiga kali dalam seminggu. Hari pertama sudah mulai bergeliat. Kami juga taati protokol kesehatan (Prokes) sesuai intruksi bupati (Inbup) PPKM level 2,” terangnya.

Baca Juga :  Fakta Baru, Taruna PIP Asal Jepara Ternyata Dianiaya Lima Senior

Salah seorang pengunjung, Widodo mengaku senang bisa berenang kembali di Umbul Pengging. Dia berharap dengan penurunan level ini sektor pariwisata bisa dibuka seterusnya.

”Beruntung dan saya senang sekali dengan pembukaan umbul ini. Karena bisa untuk terapi juga tiap pagi. Terakhir ke sini hampir 1 tahun lalu karena tiap lewat di sini tutup terus,” jelas warga Sambi ini.

Kepala Disporapar Boyolali, Supana mengatakan sektor pariwisata sudah mengizinkan dibuka setelah PPKM level 2. Pembukaan ini akan dilakukan secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Guna menjaga keselamatan masyarakat.

”Tempat wisata sudah diizinkan buka sesuai Inbup. Kami masih mengkonfirmasi berapa objek wisata yang sudah buka. Karena beberapa dikelolan pihak ketiga. Kami juga akan mengecek ke lapangan (Tempat wisata, red). Sudah ada dua tim yang akan mengecek ke lapangan,” jelasnya.

Sedangkan, Disporapar Boyolali hanya mengelola tiga tempat wisata. Yakni kawasan objek wisata Tlatar, kawasan objek wisata pos joglo Selo dan Bungalow Selo. Sedangkan beberapa objek wisata lain diminta persiapan sesuai aturan Inbup PPKM level 2.

Hal tersebut juga berlaku untuk objek wisata lain ketika sudah siap bisa dibuka. Rencananya, pembukaan tempat wisata dilakukan secara bertahap. Pemkab menerapkan syarat, pembatasan pengunjung dengan kapasitas 25 persen, penggunaan aplikasi peduli lindungi serta anak-anak usia di bawah 12 tahun tidak diizinkan memasuki kawasan wisata. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/