alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Jadi Kampung Sayur Beromzet Jutaan, Siapa Sangka Tempat Ini Dulunya…

Klaten – Sebuah lahan bekas bangunan sekolah dasar telah berhasil disulap oleh tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi sebuah kampung sayur yang sangat menarik. Kampung sayur ini berlokasi di Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Klaten. Hebatnya,  sayuran yang dihasilkan dari kampung sayur ini bisa memasok kebutuhan warung PKK dan menaikkan perekonomian desa setempat.

Ketika melintasi jalan utama menuju ke Kantor Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, pasti melewati sebuah area yang cukup rindang. Apalagi dijumpai berbagai jenis tanaman yang masuk dalam kategori warung hidup maupun apotik hidup. Seperti aneka sayuran, bumbu dan buah-buahan hingga tanaman obat-obatan.

Jika memutari area seluas sekitar 800 meter itu bisa dijumpai tanaman anggrek. Bahkan kolam buatan yang terdapat berbagai jenis ikan pun dipelihara dalam area tersebut. Warga desa setempat menyebutnya sebagai Kampung Sayur Desa Trasan yang dirintis sejak awal 2021.


Tapi siapa sangka dahulunya merupakan bekas lahan dan bangunan SD yang sudah tidak aktif lagi karena telah di regrouping. Maka itu sejak 2006 dilakukan pembongkaran hingga membuatnya menjadi area kumuh dipenuhi puing-puing bangunan. Tetapi ibu-ibu PKK berhasil menyulapnya menjadi kampung sayur.

Keberadaan kampung sayur itu bahkan mewakili Kecamatan Juwiring dalam perlombaan Hatinya PKK tingkat kabupaten. Bahkan hasil dari sayur bayam, kacang panjang hingga kubis bisa menyuplai bahan untuk menu utama yang dihidangkan pada warung milik PKK tepat di depan kampung sayur itu yakni pecel gendar.

”Awalnya tidak langsung 800 meter ini yang diubah, tetapi hanya embrio dengan lahan sempit diubah ibu-ibu PKK menjadi warung hidup. Kemudian ketika ada penilaian Hatinya PKK lantas memanfaatkan seluruh lahan. Ini murni swadaya dari ibu-ibu PKK dan seluruh komponen desa tanpa ada anggaran dari desa. Seluruhnya gotong-royong,” jelas Kepala Desa Trasan, Riyadi ditemui beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Aturan Baru, Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan

Meski dalam pembongkaran bangunan SD itu masih menyisakan bagian lantai pada area tersebut, tetapi ibu-ibu PKK tidak kehilangan akal dalam menanam berbagai jenis tanaman. Mereka memanfaatkan polybag sebagai media tanamnya. Mengingat telah menyadari jika langsung ditanam pada area lantai tidak akan subur.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Trasan, Feri Ariningsih mengungkapkan inovasi yang digulirkan itu bagian dari ketahanan pangan. Apalagi berbagai sayuran itu bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran bubur yang disediakan pada baby cafe yang ada di desa tersebut sehingga bisa menambah nilai gizi bagi balita yang menyantapnya.

”Kalau pendirian warung PKK ini sudah enam bulan lamanya. Menu utama kita ada pecel gendar yang bahannya disuplai dari kampung sayuran ini. Ada juga menu kari ayam, ayam geprek hingga belut yang lalapannya juga diambilkan dari kampung sayuran terutama untuk selada,” ucapnya.

Saat warung PKK awal bergulir bisa mendapatkan omzet hingga Rp 900 ribu per harinya. Apalagi pelanggan bisa menyantap berbagai menu yang disiapkan warung PKK di kampung sayuran. Mengingat ditunjang sarana semacam gazebo sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai spot selfie.

”Banyak juga sekali produk UMKM yang ada di setiap RW juga dtitipkan di warung kami. Jadi mereka juga mendapatkan upah. Hal ini menjadikan ketahanan pangan dan geraknya perekonomian bisa jalan beriringan,” tandasnya.  (Jawa Pos Radar Solo)

Klaten – Sebuah lahan bekas bangunan sekolah dasar telah berhasil disulap oleh tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi sebuah kampung sayur yang sangat menarik. Kampung sayur ini berlokasi di Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Klaten. Hebatnya,  sayuran yang dihasilkan dari kampung sayur ini bisa memasok kebutuhan warung PKK dan menaikkan perekonomian desa setempat.

Ketika melintasi jalan utama menuju ke Kantor Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, pasti melewati sebuah area yang cukup rindang. Apalagi dijumpai berbagai jenis tanaman yang masuk dalam kategori warung hidup maupun apotik hidup. Seperti aneka sayuran, bumbu dan buah-buahan hingga tanaman obat-obatan.

Jika memutari area seluas sekitar 800 meter itu bisa dijumpai tanaman anggrek. Bahkan kolam buatan yang terdapat berbagai jenis ikan pun dipelihara dalam area tersebut. Warga desa setempat menyebutnya sebagai Kampung Sayur Desa Trasan yang dirintis sejak awal 2021.

Tapi siapa sangka dahulunya merupakan bekas lahan dan bangunan SD yang sudah tidak aktif lagi karena telah di regrouping. Maka itu sejak 2006 dilakukan pembongkaran hingga membuatnya menjadi area kumuh dipenuhi puing-puing bangunan. Tetapi ibu-ibu PKK berhasil menyulapnya menjadi kampung sayur.

Keberadaan kampung sayur itu bahkan mewakili Kecamatan Juwiring dalam perlombaan Hatinya PKK tingkat kabupaten. Bahkan hasil dari sayur bayam, kacang panjang hingga kubis bisa menyuplai bahan untuk menu utama yang dihidangkan pada warung milik PKK tepat di depan kampung sayur itu yakni pecel gendar.

”Awalnya tidak langsung 800 meter ini yang diubah, tetapi hanya embrio dengan lahan sempit diubah ibu-ibu PKK menjadi warung hidup. Kemudian ketika ada penilaian Hatinya PKK lantas memanfaatkan seluruh lahan. Ini murni swadaya dari ibu-ibu PKK dan seluruh komponen desa tanpa ada anggaran dari desa. Seluruhnya gotong-royong,” jelas Kepala Desa Trasan, Riyadi ditemui beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Renovasi Rampung, Stadion Jatidiri Semarang Kejar Standar AFF

Meski dalam pembongkaran bangunan SD itu masih menyisakan bagian lantai pada area tersebut, tetapi ibu-ibu PKK tidak kehilangan akal dalam menanam berbagai jenis tanaman. Mereka memanfaatkan polybag sebagai media tanamnya. Mengingat telah menyadari jika langsung ditanam pada area lantai tidak akan subur.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Trasan, Feri Ariningsih mengungkapkan inovasi yang digulirkan itu bagian dari ketahanan pangan. Apalagi berbagai sayuran itu bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran bubur yang disediakan pada baby cafe yang ada di desa tersebut sehingga bisa menambah nilai gizi bagi balita yang menyantapnya.

”Kalau pendirian warung PKK ini sudah enam bulan lamanya. Menu utama kita ada pecel gendar yang bahannya disuplai dari kampung sayuran ini. Ada juga menu kari ayam, ayam geprek hingga belut yang lalapannya juga diambilkan dari kampung sayuran terutama untuk selada,” ucapnya.

Saat warung PKK awal bergulir bisa mendapatkan omzet hingga Rp 900 ribu per harinya. Apalagi pelanggan bisa menyantap berbagai menu yang disiapkan warung PKK di kampung sayuran. Mengingat ditunjang sarana semacam gazebo sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai spot selfie.

”Banyak juga sekali produk UMKM yang ada di setiap RW juga dtitipkan di warung kami. Jadi mereka juga mendapatkan upah. Hal ini menjadikan ketahanan pangan dan geraknya perekonomian bisa jalan beriringan,” tandasnya.  (Jawa Pos Radar Solo)

Most Read

Artikel Terbaru

/