alexametrics
24.9 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Sekali Kencan Rp 300 Ribu, Sehari Bisa Layani 8 ‘Tamu’

Jelang Ramadan, Satpol PP Razia 21 PSK di Kota Semarang

SEMARANG – Sebanyak 21 pekerja seks komersial (PSK) di beberapa ruas jalan yang ada di Kota Semarang diamankan petugas Satpol PP, Rabu (2/3) malam. Razia ini dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan pada awal April nanti. PSK yang mangkal di Jalan Layur, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjung, dan Jalan Siliwangi tak berkutik ketika petugas Satpol PP tiba-tiba datang dan menggelandang mereka ke dalam truk.

Beberapa dari mereka berontak agar dilepaskan. Ada pula yang pasrah meratapi nasib dengan menangis. “Jangan ditangkap saya Pak, saya butuh makan, anak saya sudah menunggu di rumah,” kata seorang PSK yang ditangkap di Jalan Imam Bonjol.

Meski merengek dan menangis, PSK yang sebut saja bernama Bunga itu tetap digelandang ke markas Satpol PP. Lain halnya dengan Mawar, PSK lainnya yang juga tertangkap mengaku terpaksa menjadi pekerja seks lantaran terdesak kebutuhan hidup. “Saya janda. Anak saya dua butuh makan. Jadi, terpaksa menjadi PSK,” akunya. Mawar mengaku dalam sehari bisa melayani delapan pria hidung belang yang haus akan kenikmatan.


Tarif yang dibanderol sekitar Rp 200 sampai Rp 300 ribu sekali kencan. Tarif sebesar itu sudah include biaya sewa kamar. “Bisa delapan kali dalam semalam,” ujarnya.

Baca Juga :  Level PPKM Jawa-Bali Naik, Gubernur Ganjar Ingin Masyarakat Tenang

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya menangkap para PSK yang semakin nekat mangkal di pinggir jalan. Selain itu, mendekati puasa, dirinya tidak ingin bulan suci ini dinodai dengan kegiatan maksiat.

“Awal bulan depan ini sudah puasa, kesuciannya harus kita jaga. Jangan sampai ada PSK lagi,” tuturnya. Setelah ditangkap dan digelandang ke markas Satpol PP, semua PSK yang tertangkap kemudian didata dan akan dikirim ke Solo untuk mendapatkan pembinaan. Harapannya, para PSK ini bisa kembali ke jalan yang benar dan tidak lagi menjadi penjaja seks.

“Setelah ini, langsung kita kirim ke Panti Wanito Utomo Kota Solo untuk menjalani pembinaan selama tiga bulan, dan agar kapok serta bisa mendapatkan pekerjaan yang benar,” jelasnya. Selain PSK yang mangkal di jalan protokol, Fajar akan menyasar rumah kos dan hotel yang dijadikan untuk mesum ataupun praktik prostitusi secara online melalui akun sosial media.

“Nanti kita sasar rumah kos dan hotel. Kita jaga bulan Ramadan ini agar tetap suci,” katanya. (den/aro/him)






Reporter: Radar Semarang

SEMARANG – Sebanyak 21 pekerja seks komersial (PSK) di beberapa ruas jalan yang ada di Kota Semarang diamankan petugas Satpol PP, Rabu (2/3) malam. Razia ini dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan pada awal April nanti. PSK yang mangkal di Jalan Layur, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tanjung, dan Jalan Siliwangi tak berkutik ketika petugas Satpol PP tiba-tiba datang dan menggelandang mereka ke dalam truk.

Beberapa dari mereka berontak agar dilepaskan. Ada pula yang pasrah meratapi nasib dengan menangis. “Jangan ditangkap saya Pak, saya butuh makan, anak saya sudah menunggu di rumah,” kata seorang PSK yang ditangkap di Jalan Imam Bonjol.

Meski merengek dan menangis, PSK yang sebut saja bernama Bunga itu tetap digelandang ke markas Satpol PP. Lain halnya dengan Mawar, PSK lainnya yang juga tertangkap mengaku terpaksa menjadi pekerja seks lantaran terdesak kebutuhan hidup. “Saya janda. Anak saya dua butuh makan. Jadi, terpaksa menjadi PSK,” akunya. Mawar mengaku dalam sehari bisa melayani delapan pria hidung belang yang haus akan kenikmatan.

Tarif yang dibanderol sekitar Rp 200 sampai Rp 300 ribu sekali kencan. Tarif sebesar itu sudah include biaya sewa kamar. “Bisa delapan kali dalam semalam,” ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Door to Door Mulai Dilakukan di Klaten

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya menangkap para PSK yang semakin nekat mangkal di pinggir jalan. Selain itu, mendekati puasa, dirinya tidak ingin bulan suci ini dinodai dengan kegiatan maksiat.

“Awal bulan depan ini sudah puasa, kesuciannya harus kita jaga. Jangan sampai ada PSK lagi,” tuturnya. Setelah ditangkap dan digelandang ke markas Satpol PP, semua PSK yang tertangkap kemudian didata dan akan dikirim ke Solo untuk mendapatkan pembinaan. Harapannya, para PSK ini bisa kembali ke jalan yang benar dan tidak lagi menjadi penjaja seks.

“Setelah ini, langsung kita kirim ke Panti Wanito Utomo Kota Solo untuk menjalani pembinaan selama tiga bulan, dan agar kapok serta bisa mendapatkan pekerjaan yang benar,” jelasnya. Selain PSK yang mangkal di jalan protokol, Fajar akan menyasar rumah kos dan hotel yang dijadikan untuk mesum ataupun praktik prostitusi secara online melalui akun sosial media.

“Nanti kita sasar rumah kos dan hotel. Kita jaga bulan Ramadan ini agar tetap suci,” katanya. (den/aro/him)






Reporter: Radar Semarang

Most Read

Artikel Terbaru

/