alexametrics
29.9 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Terkuak! Prostitusi Online di Semarang Libatkan Anak di Bawah Umur

SEMARANG – Tim Elang Hebat Polrestabes Semarang  berhasil mengamankan tiga orang remaja yang diduga menjalankan praktik prostitusi online dan berperan sebagai mucikari. Tak disangka, polisi juga mengamankan dua perempuan di bawah umur, yang disuruh bekerja untuk melayani pria hidung belang. Lima orang tersebut diamankan di sebuah hotel yang ada di Jalan Sriwijaya, depan Wonderia, Semarang Selatan, sekitar pukul 04.00 WIB (5/10).

Pengungkapan ini bermula saat anggota Tim Elang Hebat Polrestabes Semarang mendapat laporan dari pemilik hotel terkait adanya keributan dan pengerusakan di kamar hotel tersebut.

Mendapat laporan tersebut, sejumlah anggota langsung menuju lokasi. Berdasarkan video rekaman dari salah satu anggota yang berada di lokasi, petugas menginterogasi dua orang di lobi hotel yang mengaku terlibat perkelahian. Keterangan dari salah satu remaja yang diinterogasi mengatakan ada sekitar enam orang yang berkelahi dengannya.


“Tadi habis dari rumah, terus menginap di sini. Malah sampai sini ada salah paham. Kita awalnya mau misah, tapi malah bertengkar. Pas melerai langsung dikeroyok,” ungkapnya di depan petugas.

Di depan petugas, dua remaja tersebut juga mengaku telah menenggak minuman keras. Keduanya juga mengatakan tujuan ke hotel hanya sekadar ingin menginap.

Pihak hotel yang mengaku bernama Hermawan mengatakan, pengunjung yang ribut tersebut ternyata sedang mengonsumsi minuman keras hingga berbuat onar. Mereka menyewa kamar 305.

“Awalnya yang nginap beberapa orang. Tapi terus ada banyak datang temannya. Ini bekas pada minuman. Tadi botol-botol pecah semua, orangnya tak suruh bersihin di sini. Pada minum terus berkelahi. Tamu lain pada keluar,” katanya.

Kejadian keributan ini sekitar pukul 04.00 WIB. Anggota lainnya juga melakukan penggeledahan di sejumlah kamar hotel yang diindikasi masih ditempati pelaku perkelahian. Namun tidak ditemukan para pelakunya. Hanya tinggal dua remaja yang diinterogasi tersebut. Petugas mendapat informasi adanya laki-laki remaja yang masuk ke dalam kamar, dan mengaku perempuan sebagai pacarnya.

Ditemukan laki-laki remaja dan perempuan di bawah umur. Perempuan tersebut berinisial EL, 16, warga Bangetayu, Kecamatan Genuk, dan laki-laki berinisial CW, 18, warga Kintelan Baru, Kecamatan Gajahmungkur.

EL terlihat berpakaian piyama hitam motif hitam dengan bundaran putih. Ia kaget ketika di kamarnya didatangi polisi. Saat keluar kamar, salah satu anggota yang berpapasan nyeletuk kepada EL “Ambumu lengur“. Di depan petugas, EL awalnya sempat berdalih tidak kenal dengan CW yang ada di kamarnya.  “Tidak punya hubungan apa-apa. Tidak ngapa-ngapa cuma tidur,” katanya.

Begitupun dengan CW yang mengenakan baju putih dan celana pendek. Mereka sempat mengaku berpacaran. “Temen lama, kenal di Simpang Lima,” kata CW yang mengaku sudah tamat sekolah.

Namun, petugas tidak mudah percaya. Saat handphone CW dicek, didapatkan percakapan di WhatsApp, yang diindikasi telah terjadi transaksi BO. Diindikasi CW merupakan germo alias mucikari. Namun CW masih mengelak.

Baca Juga :  Rem Blong, Tronton Tabrak Rumah di Magelang

“HP saya dipegang sama anak perempuan, saya disuruh beli kartu perdana,” kilahnya.

Lebih mengejutkan lagi, saat tas bawaan milik EL digeledah, ditemukan adanya plastik klip. Namun tidak berisi, tapi terdapat bekas sesuatu barang. Selain itu, ditemukan sejumlah uang pecahan Rp 100 ribu. Perempuan ini juga membantah, dan baru kali ini di hotel tersebut.  “Saya tidak tahu pak. Saya juga baru kali ini,” katanya.

Hermawan, yang masih mendampingi petugas menyampaikan, setiap kali tugas jaga di resepsionis, kerap menjumpai tamu remaja yang bergerombol keluar masuk. Tak hanya itu, petugas juga mendapati sebilah golok di kamar pasangan mesum ini. Namun keduanya mengaku tidak tahu. Padahal Hermawan menyampaikan pihak hotel tidak menyediakan alat sajam tersebut.  “Saya tidak tahu, saestu pak,” ujar EL.

Setelah  ditemukan sejumlah bukti, akhirnya dua remaja itu tak bisa mengelak lagi. EL akhirnya mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa ia sudah melayani dua tamu dalam satu malam. Tamu pertama datang sekitar pukul 20.00. Tamu kedua dilayani pukul 00.00. Sekali kencan Rp 500 ribu.

“Iya tiap transaksi nyerahin segitu Rp 500 ribu.  Diserahkan ke dia (CW) Rp 100 ribu (sekali kencan),” kata perempuan berpostur tinggi dengan rambut sebahu.

Petugas juga mendapati remaja dan perempuan di bawah umur di kamar 308. Perempuan rambut pendek yang masih duduk di spring bed ini mengaku masih berusia 17 tahun dengan nama AG, dan laki-laki berusia 19 tahun. “Saya ke sini diajak main saja,” kata AG.

Sementara lak-laki itu sempat bersikeras AG adalah pacarnya, dan menjemput di rumahnya. Namun polisi tidak kalah akal, ketika ditanya orang tua perempuan, laki-laki ini tak bisa menjawab dan hanya senyam-senyum kepada petugas. Akhirnya, laki-laki warga Semarang Utara ini mengakui sebagai germo.

Tak hanya itu, petugas juga mendapati laki-laki di bawah umur, yang sempat kabur dari kamarnya dan bersembunyi di kamar mandi dekat lobi hotel. Dari kamarnya, polisi hanya menemukan celana dalam wanita. Dia ternyata juga mengenali satu mucikari berinisial CW.

“Iya saya bareng pacar. Dia sudah pergi dulu, pulang ke rumahnya di Wonodri,” kilahnya.

Selanjutnya, mereka digelandang di lobi hotel dan sempat diinterogasi petugas. Kelima remaja ini dimasukkan ke mobil petugas dan diserahkan ke petugas piket Satreskrim Polrestabes Semarang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Waksatreskrim Polrestabes Semarang Itpu Agus Supriyanto membenarkan adanya kejadian ini.  “Diamankan Tim Elang. Iya minggu kemarin. Itu tidak cukup bukti, tidak ada pelanggannya. Tapi masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (des)

SEMARANG – Tim Elang Hebat Polrestabes Semarang  berhasil mengamankan tiga orang remaja yang diduga menjalankan praktik prostitusi online dan berperan sebagai mucikari. Tak disangka, polisi juga mengamankan dua perempuan di bawah umur, yang disuruh bekerja untuk melayani pria hidung belang. Lima orang tersebut diamankan di sebuah hotel yang ada di Jalan Sriwijaya, depan Wonderia, Semarang Selatan, sekitar pukul 04.00 WIB (5/10).

Pengungkapan ini bermula saat anggota Tim Elang Hebat Polrestabes Semarang mendapat laporan dari pemilik hotel terkait adanya keributan dan pengerusakan di kamar hotel tersebut.

Mendapat laporan tersebut, sejumlah anggota langsung menuju lokasi. Berdasarkan video rekaman dari salah satu anggota yang berada di lokasi, petugas menginterogasi dua orang di lobi hotel yang mengaku terlibat perkelahian. Keterangan dari salah satu remaja yang diinterogasi mengatakan ada sekitar enam orang yang berkelahi dengannya.

“Tadi habis dari rumah, terus menginap di sini. Malah sampai sini ada salah paham. Kita awalnya mau misah, tapi malah bertengkar. Pas melerai langsung dikeroyok,” ungkapnya di depan petugas.

Di depan petugas, dua remaja tersebut juga mengaku telah menenggak minuman keras. Keduanya juga mengatakan tujuan ke hotel hanya sekadar ingin menginap.

Pihak hotel yang mengaku bernama Hermawan mengatakan, pengunjung yang ribut tersebut ternyata sedang mengonsumsi minuman keras hingga berbuat onar. Mereka menyewa kamar 305.

“Awalnya yang nginap beberapa orang. Tapi terus ada banyak datang temannya. Ini bekas pada minuman. Tadi botol-botol pecah semua, orangnya tak suruh bersihin di sini. Pada minum terus berkelahi. Tamu lain pada keluar,” katanya.

Kejadian keributan ini sekitar pukul 04.00 WIB. Anggota lainnya juga melakukan penggeledahan di sejumlah kamar hotel yang diindikasi masih ditempati pelaku perkelahian. Namun tidak ditemukan para pelakunya. Hanya tinggal dua remaja yang diinterogasi tersebut. Petugas mendapat informasi adanya laki-laki remaja yang masuk ke dalam kamar, dan mengaku perempuan sebagai pacarnya.

Ditemukan laki-laki remaja dan perempuan di bawah umur. Perempuan tersebut berinisial EL, 16, warga Bangetayu, Kecamatan Genuk, dan laki-laki berinisial CW, 18, warga Kintelan Baru, Kecamatan Gajahmungkur.

EL terlihat berpakaian piyama hitam motif hitam dengan bundaran putih. Ia kaget ketika di kamarnya didatangi polisi. Saat keluar kamar, salah satu anggota yang berpapasan nyeletuk kepada EL “Ambumu lengur“. Di depan petugas, EL awalnya sempat berdalih tidak kenal dengan CW yang ada di kamarnya.  “Tidak punya hubungan apa-apa. Tidak ngapa-ngapa cuma tidur,” katanya.

Begitupun dengan CW yang mengenakan baju putih dan celana pendek. Mereka sempat mengaku berpacaran. “Temen lama, kenal di Simpang Lima,” kata CW yang mengaku sudah tamat sekolah.

Namun, petugas tidak mudah percaya. Saat handphone CW dicek, didapatkan percakapan di WhatsApp, yang diindikasi telah terjadi transaksi BO. Diindikasi CW merupakan germo alias mucikari. Namun CW masih mengelak.

Baca Juga :  Mas Gilang Gandeng Pelajar Jaga Kebhinekaan

“HP saya dipegang sama anak perempuan, saya disuruh beli kartu perdana,” kilahnya.

Lebih mengejutkan lagi, saat tas bawaan milik EL digeledah, ditemukan adanya plastik klip. Namun tidak berisi, tapi terdapat bekas sesuatu barang. Selain itu, ditemukan sejumlah uang pecahan Rp 100 ribu. Perempuan ini juga membantah, dan baru kali ini di hotel tersebut.  “Saya tidak tahu pak. Saya juga baru kali ini,” katanya.

Hermawan, yang masih mendampingi petugas menyampaikan, setiap kali tugas jaga di resepsionis, kerap menjumpai tamu remaja yang bergerombol keluar masuk. Tak hanya itu, petugas juga mendapati sebilah golok di kamar pasangan mesum ini. Namun keduanya mengaku tidak tahu. Padahal Hermawan menyampaikan pihak hotel tidak menyediakan alat sajam tersebut.  “Saya tidak tahu, saestu pak,” ujar EL.

Setelah  ditemukan sejumlah bukti, akhirnya dua remaja itu tak bisa mengelak lagi. EL akhirnya mengakui perbuatannya dan mengatakan bahwa ia sudah melayani dua tamu dalam satu malam. Tamu pertama datang sekitar pukul 20.00. Tamu kedua dilayani pukul 00.00. Sekali kencan Rp 500 ribu.

“Iya tiap transaksi nyerahin segitu Rp 500 ribu.  Diserahkan ke dia (CW) Rp 100 ribu (sekali kencan),” kata perempuan berpostur tinggi dengan rambut sebahu.

Petugas juga mendapati remaja dan perempuan di bawah umur di kamar 308. Perempuan rambut pendek yang masih duduk di spring bed ini mengaku masih berusia 17 tahun dengan nama AG, dan laki-laki berusia 19 tahun. “Saya ke sini diajak main saja,” kata AG.

Sementara lak-laki itu sempat bersikeras AG adalah pacarnya, dan menjemput di rumahnya. Namun polisi tidak kalah akal, ketika ditanya orang tua perempuan, laki-laki ini tak bisa menjawab dan hanya senyam-senyum kepada petugas. Akhirnya, laki-laki warga Semarang Utara ini mengakui sebagai germo.

Tak hanya itu, petugas juga mendapati laki-laki di bawah umur, yang sempat kabur dari kamarnya dan bersembunyi di kamar mandi dekat lobi hotel. Dari kamarnya, polisi hanya menemukan celana dalam wanita. Dia ternyata juga mengenali satu mucikari berinisial CW.

“Iya saya bareng pacar. Dia sudah pergi dulu, pulang ke rumahnya di Wonodri,” kilahnya.

Selanjutnya, mereka digelandang di lobi hotel dan sempat diinterogasi petugas. Kelima remaja ini dimasukkan ke mobil petugas dan diserahkan ke petugas piket Satreskrim Polrestabes Semarang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Waksatreskrim Polrestabes Semarang Itpu Agus Supriyanto membenarkan adanya kejadian ini.  “Diamankan Tim Elang. Iya minggu kemarin. Itu tidak cukup bukti, tidak ada pelanggannya. Tapi masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/