alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Alasan Perut, Seorang Nenek di Solo Nekat Curi Tahu di Pasar Kleco

SOLO – Urusan perut memang bisa membuat orang gelap mata. Bahkan nekat melakukan aksi pencurian. Ya, hal inilah yang dilakukan Sr, 60, minggu (6/3) pagi. Nenek ini nekat nyolong disalah satu kios di Pasar Kleco.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Laweyan, Kompol Bobby A Rachman saat dikonfirmasi. Dia menuturkan aksi pencurian ini dipergoki oleh M yang tidak lain merupakan pemilik kios. “Ya mas, benar, tadi sempat buat geger pasar. Kemudian anggota piket yang dapat laporan langsung meluncur ke pasar,” jelas Kapolsek.

Bobby menuturkan, awalnya Sr terlihat mondar mandir di depan kios milik korban. Saat kios M mulai rame, sang nenek tersebut lantas ikut menyelip diantara para pembeli. “Kemudian si nenek ini mengambil beberapa kantong berisi tahu kemudian pergi meninggalkan kios,” ujar Kapolsek.

Baca Juga :  Vaksinasi di Surakarta Rendah, Menkes: Akhir September Harus 70 Persen

Namun, saat melakukan aksinya justru kepergok dan diteriaki maling. Suasana sempat memanas saat peristiwa itu terjadi. Nenek tersebut lantas diamankan Satpam pasar hingga akhirnya, petugas Bhabinkamtibmas Bripka Sugiman datang ke lokasi untuk mendamaikan kedua belah pihak.

Dengan ditengahi petugas dari Bhabinkamtibmas, akhirnya kedua belah pihak didamaikan dengan proses restorative justice. Mengingat, berbagai pertimbangan yang ada di lokasi kejadian “Penyelesaian kasus di luar proses peradilan menjadi alternatif yang dapat ditempuh untuk kasus kasus ringan sehingga lebih cepat selesai dan tetap memenuhi rasa keadilan.  kata Bobby.

“Kalau dari alasan pelaku, buat makan. Namun, besok anggota kami akan mengecek rumahnya seperti apa. Jika memang memprihatinkan, kami berikan bantuan,” jelas Bobby. (Radar Solo)

SOLO – Urusan perut memang bisa membuat orang gelap mata. Bahkan nekat melakukan aksi pencurian. Ya, hal inilah yang dilakukan Sr, 60, minggu (6/3) pagi. Nenek ini nekat nyolong disalah satu kios di Pasar Kleco.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Laweyan, Kompol Bobby A Rachman saat dikonfirmasi. Dia menuturkan aksi pencurian ini dipergoki oleh M yang tidak lain merupakan pemilik kios. “Ya mas, benar, tadi sempat buat geger pasar. Kemudian anggota piket yang dapat laporan langsung meluncur ke pasar,” jelas Kapolsek.

Bobby menuturkan, awalnya Sr terlihat mondar mandir di depan kios milik korban. Saat kios M mulai rame, sang nenek tersebut lantas ikut menyelip diantara para pembeli. “Kemudian si nenek ini mengambil beberapa kantong berisi tahu kemudian pergi meninggalkan kios,” ujar Kapolsek.

Baca Juga :  Tingkatkan Ekonomi Lokal, Purbalingga Petakan Potensi Unggulan Ekspor

Namun, saat melakukan aksinya justru kepergok dan diteriaki maling. Suasana sempat memanas saat peristiwa itu terjadi. Nenek tersebut lantas diamankan Satpam pasar hingga akhirnya, petugas Bhabinkamtibmas Bripka Sugiman datang ke lokasi untuk mendamaikan kedua belah pihak.

Dengan ditengahi petugas dari Bhabinkamtibmas, akhirnya kedua belah pihak didamaikan dengan proses restorative justice. Mengingat, berbagai pertimbangan yang ada di lokasi kejadian “Penyelesaian kasus di luar proses peradilan menjadi alternatif yang dapat ditempuh untuk kasus kasus ringan sehingga lebih cepat selesai dan tetap memenuhi rasa keadilan.  kata Bobby.

“Kalau dari alasan pelaku, buat makan. Namun, besok anggota kami akan mengecek rumahnya seperti apa. Jika memang memprihatinkan, kami berikan bantuan,” jelas Bobby. (Radar Solo)

Most Read

Artikel Terbaru

/