alexametrics
30.2 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Pedagang Pasar Legi Bisa Tempati Kios Pada Desember Nanti

SOLO – Sebanyak 2.110 los dan 316 kios di Pasar Legi sedang masuk tahap finishing atau penyelesaian tahap akhir. Progres pembangunan pasar ini sudah menyentuh angka 90 persen. Para pedagang juga diharapkan bisa mulai menempati kios pada bulan Desember nanti.

“Pekan ini pembangunan menyentuh 90 persen. Akhir bulan (Oktober) selesai,” terang Project Manager Proyek Pasar Legi Dorri Andri, Minggu (3/10).

Konsep pembangunan Pasar Legi mengusung tema green building terdiri dari bangunan tiga tingkat. Lantai paling dasar semi basement. Di atasnya ada lantai dasar, dan paling atas atap. Khusus lantai semi basement dan lantai dasar akan diisi empat blok sementara di atap hanya diisi satu blok saja.


“Bongkar muat dilakukan di bagian depan gedung pasar. Jadi di semi basement dan lantai dasar untuk kegiatan perdagangan. Sedangkan bagian atap untuk kantong parkir dan beberapa kuliner,” terang dia.

Berdasarkan tabel hitungan jumlah los dan kios di Pasar Legi, lantai semi basement diisi 150 kios dan 1.098 los. Selanjutnya lantai dasar diisi 148 kios dan 1.008 los. Sementara di lantai paling atas (atap) diisi oleh 18 kios dan empat los. Total kios di dalam Pasar Legi ada 316 unit. Sementara jumlah losnya mencapai 2.110 kios.

“Masuk tahap finishing. Sekarang menyelesaikan penataan lansekap seperti pemasangan paving dan kastin,” terang Dorri

Baca Juga :  Tahir Foundation Hibahkan 8 Mobil Listrik Guna Jelajahi Wisata Solo

Berdasarkan catatan Dinas Perdagangan Kota Surakarta, pengerjaan kios dan los telah menyentuh angka 95 persen meski progres keseluruhannya baru diangka 90 persen pada pekan ini. Penyelesaian pembangunan tinggal merampungkan bagian atap serta mekanikal dan kelistrikan di bagian dalam pasar.

“Nanti rampung di akhir bulan ini. Tapi pedagang baru bisa masuk Desember karena butuh penataan dan lainnya,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Heru Sunardi.

Setelah pembangunan dipastikan rampung seluruhnya, pihaknya harus melakukan pemetaan kios dan los termasuk untuk menerbitkan surat hak penempatan (SHP) kios pasar tradisional yang baru. Jika tahapan itu sudah selesai, dinas perdagangan baru bisa membagi kunci kepada pedagang.

“SHP kios dan los pasar tradisional diperbarui setiap tiga tahun sekali. Saat pedagang beralih ke pasar darurat, SHP itu tak diperbarui meski sudah kadaluwarsa. Makanya ketika pedagang hendak masuk pasar baru, SHP ini baru diperbarui,” terang dia.

Penerbitan SHP bagi ribuan pedagang itu sedikitnya membutuhkan waktu setengah bulan. Apabila sampai waktu penempatan SHP itu belum dicetak, pemkot masih memberikan kelonggaran.

“Kalau SHP belum tercetak ya tetap boleh menempati asal sesuai penempatan yang sudah dilakukan. SHP tidak harus jadi, yang penting data sudah disepakati dulu. Asalkan pedagang menempati kios dan losnya sesuai pembagian yang dilakukan, nanti SHP-nya menyusul,” tutur Heru.

 

SOLO – Sebanyak 2.110 los dan 316 kios di Pasar Legi sedang masuk tahap finishing atau penyelesaian tahap akhir. Progres pembangunan pasar ini sudah menyentuh angka 90 persen. Para pedagang juga diharapkan bisa mulai menempati kios pada bulan Desember nanti.

“Pekan ini pembangunan menyentuh 90 persen. Akhir bulan (Oktober) selesai,” terang Project Manager Proyek Pasar Legi Dorri Andri, Minggu (3/10).

Konsep pembangunan Pasar Legi mengusung tema green building terdiri dari bangunan tiga tingkat. Lantai paling dasar semi basement. Di atasnya ada lantai dasar, dan paling atas atap. Khusus lantai semi basement dan lantai dasar akan diisi empat blok sementara di atap hanya diisi satu blok saja.

“Bongkar muat dilakukan di bagian depan gedung pasar. Jadi di semi basement dan lantai dasar untuk kegiatan perdagangan. Sedangkan bagian atap untuk kantong parkir dan beberapa kuliner,” terang dia.

Berdasarkan tabel hitungan jumlah los dan kios di Pasar Legi, lantai semi basement diisi 150 kios dan 1.098 los. Selanjutnya lantai dasar diisi 148 kios dan 1.008 los. Sementara di lantai paling atas (atap) diisi oleh 18 kios dan empat los. Total kios di dalam Pasar Legi ada 316 unit. Sementara jumlah losnya mencapai 2.110 kios.

“Masuk tahap finishing. Sekarang menyelesaikan penataan lansekap seperti pemasangan paving dan kastin,” terang Dorri

Baca Juga :  Pelaku Pencurian dan Pembunuhan Satpam Terungkap, Ada Dendam Pribadi

Berdasarkan catatan Dinas Perdagangan Kota Surakarta, pengerjaan kios dan los telah menyentuh angka 95 persen meski progres keseluruhannya baru diangka 90 persen pada pekan ini. Penyelesaian pembangunan tinggal merampungkan bagian atap serta mekanikal dan kelistrikan di bagian dalam pasar.

“Nanti rampung di akhir bulan ini. Tapi pedagang baru bisa masuk Desember karena butuh penataan dan lainnya,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Heru Sunardi.

Setelah pembangunan dipastikan rampung seluruhnya, pihaknya harus melakukan pemetaan kios dan los termasuk untuk menerbitkan surat hak penempatan (SHP) kios pasar tradisional yang baru. Jika tahapan itu sudah selesai, dinas perdagangan baru bisa membagi kunci kepada pedagang.

“SHP kios dan los pasar tradisional diperbarui setiap tiga tahun sekali. Saat pedagang beralih ke pasar darurat, SHP itu tak diperbarui meski sudah kadaluwarsa. Makanya ketika pedagang hendak masuk pasar baru, SHP ini baru diperbarui,” terang dia.

Penerbitan SHP bagi ribuan pedagang itu sedikitnya membutuhkan waktu setengah bulan. Apabila sampai waktu penempatan SHP itu belum dicetak, pemkot masih memberikan kelonggaran.

“Kalau SHP belum tercetak ya tetap boleh menempati asal sesuai penempatan yang sudah dilakukan. SHP tidak harus jadi, yang penting data sudah disepakati dulu. Asalkan pedagang menempati kios dan losnya sesuai pembagian yang dilakukan, nanti SHP-nya menyusul,” tutur Heru.

 

Most Read

Artikel Terbaru

/