alexametrics
32 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Pemprov Jateng Fokus Rampungkan Perbaikan RTLH 2022

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng optimistis bisa merampungkan perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) tahun ini. Hingga Desember 2021, perbaikan RTLH di Jateng menggunakan dana Bankeupemdes APBD telah mencapai 11.152 unit atau 98,76 persen dari total target 11.292 unit.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jateng Arief Djatmiko mengatakan, saat ini tengah berproses untuk pencairan dana perbaikan RTLH tahap I. Pada tahap ini, ada 6.258 unit rumah diusulkan diperbaiki dengan intervensi penanganan kemisikinan ekstrem (PKE), program regular, dan program desa dampingan Pemprov Jateng. ”Saat ini masih berproses untuk melengkapi persyaratan administrasi, untuk masing-masing desa penerima,” ujarnya kemarin.

Ia menyebutkan, tahun ini fokus untuk menangani 19 kabupaten yang masuk kategori PKE. Meski demikian, daerah lain juga tak lepas dari penanggulangan.


Arief menyebut, hingga akhir 2021 program ini sudah terserap 98,76 persen dari target perbaikan RTLH 11.292 unit rumah. Sedangkan, sisa 140 unit diintervensi dari corporate social responsibility (CSR).

”Insya Allah tahun ini dari target (perbaikan RTLH) 11.417 pada tahap rekomendasi pertama telah siap 6.258 unit. Selain itu, untuk perbaikan RTLH telah diintervensi juga dengan dana Baznas dan CSR,” sebutnya.

Baca Juga :  Isoman Mandiri dan Sempat Berteriak, Jukir Ditemukan Tewas di Indekos

Disinggung soal besaran dana perbaikan RTLH, Arief mengaku belum ada perubahan. Mengingat rencana tahun lalu, dana rehab akan ditingkatkan.

Ia menjelaskan, hal itu karena memperhatikan sebaran RTLH di Jateng yang masih cukup banyak. Di sisi lain, jumlah sasaran penerima bantuan stimulan rehab RTLH belum dapat. Pun demikian dengan alokasi APBD.

”Itu melihat kecukupan anggaran. Jumlahnya tetap 11.292, dengan biaya saat ini kami secara kuantitas bisa menyasar banyak unit rumah. Jika ditingkatkan, jumlah sasaran akan berkurang,” urainya.

Dia menjelaskan, saat ini bantuan stimulan rehab RTLH dari Pemprov Jateng Rp 12 juta. Komponennya terdiri atas padat karya bantuan tukang dan makan minum Rp 2 juta. Sisanya, digunakan pembelian material.

Ia menambahkan, rehabilitasi RTLH juga dilakukan lintas sektoral. Tak hanya dari Disperakim Provinsi Jateng, dinas lain juga berperan. Seperti pembuatan jamban dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng atau program penyaluran listrik dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng. (akr/ida/lin)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng optimistis bisa merampungkan perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) tahun ini. Hingga Desember 2021, perbaikan RTLH di Jateng menggunakan dana Bankeupemdes APBD telah mencapai 11.152 unit atau 98,76 persen dari total target 11.292 unit.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jateng Arief Djatmiko mengatakan, saat ini tengah berproses untuk pencairan dana perbaikan RTLH tahap I. Pada tahap ini, ada 6.258 unit rumah diusulkan diperbaiki dengan intervensi penanganan kemisikinan ekstrem (PKE), program regular, dan program desa dampingan Pemprov Jateng. ”Saat ini masih berproses untuk melengkapi persyaratan administrasi, untuk masing-masing desa penerima,” ujarnya kemarin.

Ia menyebutkan, tahun ini fokus untuk menangani 19 kabupaten yang masuk kategori PKE. Meski demikian, daerah lain juga tak lepas dari penanggulangan.

Arief menyebut, hingga akhir 2021 program ini sudah terserap 98,76 persen dari target perbaikan RTLH 11.292 unit rumah. Sedangkan, sisa 140 unit diintervensi dari corporate social responsibility (CSR).

”Insya Allah tahun ini dari target (perbaikan RTLH) 11.417 pada tahap rekomendasi pertama telah siap 6.258 unit. Selain itu, untuk perbaikan RTLH telah diintervensi juga dengan dana Baznas dan CSR,” sebutnya.

Baca Juga :  Tiga Rumah Terpendam Banjir di Wonosobo Karena Hujan Deras

Disinggung soal besaran dana perbaikan RTLH, Arief mengaku belum ada perubahan. Mengingat rencana tahun lalu, dana rehab akan ditingkatkan.

Ia menjelaskan, hal itu karena memperhatikan sebaran RTLH di Jateng yang masih cukup banyak. Di sisi lain, jumlah sasaran penerima bantuan stimulan rehab RTLH belum dapat. Pun demikian dengan alokasi APBD.

”Itu melihat kecukupan anggaran. Jumlahnya tetap 11.292, dengan biaya saat ini kami secara kuantitas bisa menyasar banyak unit rumah. Jika ditingkatkan, jumlah sasaran akan berkurang,” urainya.

Dia menjelaskan, saat ini bantuan stimulan rehab RTLH dari Pemprov Jateng Rp 12 juta. Komponennya terdiri atas padat karya bantuan tukang dan makan minum Rp 2 juta. Sisanya, digunakan pembelian material.

Ia menambahkan, rehabilitasi RTLH juga dilakukan lintas sektoral. Tak hanya dari Disperakim Provinsi Jateng, dinas lain juga berperan. Seperti pembuatan jamban dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng atau program penyaluran listrik dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng. (akr/ida/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/