alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Percepat Realisasi Smart City, Ini Dia Persiapan Pemkab Karanganyar

KARANGANYAR – Upaya percepatan realisasi program smart city terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, salah satunya dengan melakukan pembinaan sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) serta beberapa lembaga yang terkait.

Perekayasa Ahli Utama Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Andrani Grahitandaru mengungkapkan, penerapan smart city ditargetkan terlaksana pada 2023 mendatang. Untuk itu mulai saat ini dilakukan penataan semua sektor, terutama sektor informasi yang mencakup semua kegiatan. Seperti seni budaya maupun publikasi yang terkait potensi di wilayah tersebut.

”Terutama dalam hal publikasi terkait dengan naskah-naskah kuno, budaya-budaya yang ada di wilayah masing-masing. Semua harus sudah dilakukan proses digitalisasi. Informasi terkait dengan wisata, kekayaan alam yang terkandung di wilayah, semua harus bisa diakses dengan mudah,” kata Andrani.


Andrani menjelaskan, pengembangan smart city akan mempermudah warganya untuk mendapatkan informasi melalui digital. Serta menyediakan basis data informasi dan peta perkotaan yang terpadu dan mudah diakses. Maka semua OPD terkait harus bersinergi dalam melakukan terobosan baru.

Baca Juga :  Dengar Anaknya Tewas dengan Luka Tusukan, Sang Ibu Syok hingga Meninggal

”Cerita rakyat yang dulunya hanya diketahui secara lisan, bisa kembali diangkat dalam bentuk visual. Kemudian peran aktif dinas pariwisata yang mampu mengangkat potensi wilayah, diharapkan mampu membuat terobosan informasi yang bisa diakses, tidak hanya di satu wilayah, namun mencakup dunia,” jelasnya.

Kepala Bidang TIK, Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar Hartono mengaku, dalam bimtek yang dilakukan di salah satu aula gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, merupakan tindak lanjut dalam rencana pengembangan smart city yang akan dibangun pada 2022. Beberapa OPD terkait serta pemerintah desa yang mempunyai potensi wisata serta potensi cerita rakyat, nantinya bisa dibuat visual dan disebarluaskan.

”Program tersebut nantinya akan dilakukan selama lima tahun kedepan, dan program tersebut juga mempersiapkan untuk Kabupaten Karanganyar sebagai kabupaten Life Center Of Nusantara yang nantinya akan bisa diterapkan pada tahun 2030 mendatang,” terang Hartono.

KARANGANYAR – Upaya percepatan realisasi program smart city terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, salah satunya dengan melakukan pembinaan sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) serta beberapa lembaga yang terkait.

Perekayasa Ahli Utama Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Andrani Grahitandaru mengungkapkan, penerapan smart city ditargetkan terlaksana pada 2023 mendatang. Untuk itu mulai saat ini dilakukan penataan semua sektor, terutama sektor informasi yang mencakup semua kegiatan. Seperti seni budaya maupun publikasi yang terkait potensi di wilayah tersebut.

”Terutama dalam hal publikasi terkait dengan naskah-naskah kuno, budaya-budaya yang ada di wilayah masing-masing. Semua harus sudah dilakukan proses digitalisasi. Informasi terkait dengan wisata, kekayaan alam yang terkandung di wilayah, semua harus bisa diakses dengan mudah,” kata Andrani.

Andrani menjelaskan, pengembangan smart city akan mempermudah warganya untuk mendapatkan informasi melalui digital. Serta menyediakan basis data informasi dan peta perkotaan yang terpadu dan mudah diakses. Maka semua OPD terkait harus bersinergi dalam melakukan terobosan baru.

Baca Juga :  Ratusan ODGJ di Jateng Berhasil Dibebaskan dari Jerat Pasungan

”Cerita rakyat yang dulunya hanya diketahui secara lisan, bisa kembali diangkat dalam bentuk visual. Kemudian peran aktif dinas pariwisata yang mampu mengangkat potensi wilayah, diharapkan mampu membuat terobosan informasi yang bisa diakses, tidak hanya di satu wilayah, namun mencakup dunia,” jelasnya.

Kepala Bidang TIK, Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar Hartono mengaku, dalam bimtek yang dilakukan di salah satu aula gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, merupakan tindak lanjut dalam rencana pengembangan smart city yang akan dibangun pada 2022. Beberapa OPD terkait serta pemerintah desa yang mempunyai potensi wisata serta potensi cerita rakyat, nantinya bisa dibuat visual dan disebarluaskan.

”Program tersebut nantinya akan dilakukan selama lima tahun kedepan, dan program tersebut juga mempersiapkan untuk Kabupaten Karanganyar sebagai kabupaten Life Center Of Nusantara yang nantinya akan bisa diterapkan pada tahun 2030 mendatang,” terang Hartono.

Most Read

Artikel Terbaru

/