Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Houthis Yaman Ancam Balas AS–Israel Usai Serangan ke Iran dan Wafatnya Ali Khamenei

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 1 Maret 2026 | 13:46 WIB

Ayatollah Ali Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei

RADAR KUDUS - Serangan udara besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang berujung pada wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, memicu gelombang reaksi keras di kawasan Timur Tengah.

Salah satu respons paling tegas datang dari kelompok Houthis di Yaman, yang dikenal memiliki kedekatan politik dan ideologis dengan Teheran.

Kelompok tersebut menilai serangan itu bukan sekadar operasi militer biasa, melainkan bagian dari tekanan sistematis terhadap Iran dan kekuatan-kekuatan yang menentang pengaruh Washington serta Tel Aviv di kawasan.


Kecaman Keras dan Tuduhan Pelanggaran Kedaulatan

Houthis secara terbuka mengecam tindakan militer tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar kedaulatan Iran.

Mereka menyebut serangan itu sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan menuding AS serta Israel telah melanggar hukum internasional.

Dalam pernyataan yang disebarkan melalui media afiliasi mereka, Houthis menegaskan dukungan penuh terhadap Iran dan menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran.

Mereka juga menyatakan bahwa setiap tindakan militer semacam itu akan membawa konsekuensi serius bagi pihak yang melakukannya.


Ancaman Perluasan Serangan ke Jalur Maritim

Tidak hanya berhenti pada kecaman politik, sejumlah pejabat senior Houthis memberi sinyal kemungkinan aksi militer lanjutan.

Mereka menyebut potensi serangan rudal dan drone terhadap target yang berkaitan dengan kepentingan AS dan Israel, termasuk jalur pelayaran strategis di Laut Merah dan Teluk Aden.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Houthis memandang konflik ini sebagai bagian dari pertarungan regional yang lebih luas, bukan sekadar konflik terbatas antara Iran dan dua negara tersebut.

Sebelumnya, kelompok ini juga pernah mengancam akan menargetkan kapal perang dan kapal komersial milik Amerika Serikat jika Washington terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran.

Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran karena jalur maritim di kawasan itu merupakan salah satu rute perdagangan global yang vital.


Hubungan Strategis Houthis dan Iran

Kedekatan Houthis dengan Iran telah berlangsung lama dalam dinamika geopolitik Timur Tengah.

Dalam berbagai konflik sebelumnya, kelompok ini kerap menunjukkan keselarasan sikap dengan Teheran, terutama dalam menentang kebijakan Israel dan Amerika Serikat.

Respons terbaru Houthis dinilai sebagai bentuk solidaritas ideologis sekaligus pesan politik bahwa mereka siap berada di garis depan dalam mendukung Iran.

Sikap ini menegaskan bahwa aktor non-negara di kawasan memiliki peran signifikan dalam memperluas atau meredam eskalasi konflik.


Sikap Berbeda Pemerintah Resmi Yaman

Di sisi lain, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengambil sikap yang lebih berhati-hati.

Mereka menyerukan agar wilayah Yaman tidak dijadikan basis serangan terhadap negara lain dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional.

Perbedaan sikap ini menunjukkan adanya dinamika politik internal di Yaman dalam menyikapi konflik regional yang semakin memanas.


Dampak terhadap Stabilitas Kawasan

Respons keras Houthis berpotensi memperluas dampak konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk serangan terhadap aset militer atau jalur perdagangan internasional, situasi dapat berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah jarang berdiri sendiri.

Serangan terhadap satu negara kerap memicu reaksi berantai dari sekutu maupun kelompok bersenjata lain, sehingga meningkatkan risiko eskalasi regional.

Reaksi Houthis atas serangan AS–Israel ke Iran dan wafatnya Ali Khamenei menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak dipandang sebagai isu terbatas antara tiga negara saja.

Bagi kelompok di Yaman itu, insiden tersebut menjadi simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuatan yang mereka anggap sebagai agresor.

Situasi ini menambah kompleksitas konflik di Timur Tengah dan membuka kemungkinan eskalasi lebih lanjut, terutama jika aksi balasan benar-benar terjadi di jalur strategis internasional.

Editor : Mahendra Aditya
#houthi #iran #Perang iran #yaman #Perang Iran dan Israel #Perang Iran Amerika #Ali Khamenei