RADAR KUDUS - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Iran melancarkan serangan balasan menyusul gempuran rudal dari Israel dan Amerika Serikat.
Aksi terbaru dilaporkan terjadi di Doha, Qatar, pada Sabtu (28/2) malam waktu setempat.
Berdasarkan laporan sejumlah media internasional seperti AFP dan Al Jazeera, serangan tersebut diklaim menyasar fasilitas militer strategis, termasuk sistem radar di Pangkalan Udara Al Udeid Air Base yang terletak di pinggiran Doha.
Pangkalan itu diketahui menjadi salah satu instalasi militer utama AS di kawasan Teluk.
Seorang diplomat yang dikutip AFP menyebutkan bahwa wilayah Qatar dihujani puluhan proyektil.
“Sebanyak 44 rudal dan delapan drone diluncurkan… delapan orang dilaporkan terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis,” ujar sumber tersebut, Minggu (1/3/2026).
Hingga kini, otoritas setempat belum merilis laporan resmi lengkap terkait tingkat kerusakan maupun identitas korban.
Ledakan di Israel, Sirene Meraung di Tel Aviv
Situasi tak kalah tegang juga terjadi di Israel. Media lokal melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan keras di beberapa kota.
Surat kabar Israel Hayom menyebut sebuah rudal jatuh di Tel Aviv, sementara sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah.
Siaran Channel 12 Israel juga mengonfirmasi adanya dentuman yang terdengar jelas, memicu kepanikan warga yang bergegas mencari perlindungan.
Otoritas pertahanan Israel hingga kini masih melakukan penilaian dampak dan mengaktifkan sistem pertahanan udara.
Serangan Awal Picu Eskalasi
Sebelumnya, pada Sabtu pagi waktu Iran, AS dan Israel lebih dulu melancarkan serangan ke sejumlah titik di wilayah Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menyasar fasilitas militer dan infrastruktur strategis.
Sebagai respons, Teheran menyatakan akan membalas dengan menargetkan kepentingan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Serangan ke pangkalan di Qatar disebut sebagai bagian dari operasi balasan tersebut.
Klaim Khamenei Tewas Dibantah
Di tengah eskalasi militer, muncul klaim kontroversial dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan di Teheran.
Namun, pemerintah Iran segera membantah keras pernyataan itu.
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Khamenei dalam keadaan hidup dan tidak terdampak serangan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan untuk meredam spekulasi yang berkembang cepat di media internasional.
Timur Tengah di Ambang Konflik Lebih Luas
Rangkaian aksi saling serang ini memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.
Sejumlah analis menilai bahwa keterlibatan langsung fasilitas militer AS di luar Iran dapat memperluas dimensi konflik dan memicu respons lanjutan.
Hingga Minggu malam, belum ada tanda-tanda deeskalasi.
Komunitas internasional pun menyerukan penahanan diri dari semua pihak guna mencegah konflik regional yang lebih besar.
Perkembangan situasi masih terus dipantau, dengan laporan terbaru menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah masing-masing negara yang terlibat.
Editor : Mahendra Aditya