Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fokus Kecerdasan Buatan, Pinterest Lakukan PHK Massal

Iwan Arfianto • Rabu, 28 Januari 2026 | 10:38 WIB
ilustrasi pinterest. Foto: Freepik
ilustrasi pinterest. Foto: Freepik

RADAR KUDUS – Perusahaan media sosial Pinterest mengumumkan langkah perampingan organisasi dengan memangkas kurang dari 15 persen dari total karyawannya.

Kebijakan tersebut diambil seiring dengan pergeseran strategi perusahaan yang kini lebih agresif mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dalam dokumen yang disampaikan kepada regulator pasar modal, manajemen Pinterest menyebutkan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) akan dirampungkan paling lambat akhir kuartal III 2026 atau sekitar September mendatang.

Pasca pengumuman tersebut, saham Pinterest langsung tertekan dan ditutup melemah lebih dari 9 persen.

Pinterest menyatakan tengah melakukan realokasi sumber daya ke tim yang fokus pada pengembangan AI.

Selain itu, perusahaan juga berencana mengurangi penggunaan ruang kantor fisik, seiring dengan makin luasnya penerapan sistem kerja fleksibel.

Perusahaan berbasis di Amerika Serikat itu juga sedang menata ulang strategi penjualan dan pemasarannya.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan industri media sosial.

Mengutip CNBC, Rabu (28/1), Pinterest memperkirakan biaya restrukturisasi sebelum pajak berada di kisaran US$ 35 juta hingga US$ 45 juta.

Berdasarkan laporan terakhir, jumlah karyawan Pinterest secara global tercatat lebih dari 4.500 orang per April tahun lalu.

Selama beberapa tahun terakhir, Pinterest gencar mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanannya guna menghadirkan konten yang lebih personal bagi pengguna.

Pada Oktober lalu, perusahaan meluncurkan fitur belanja berbasis AI bernama Pinterest Assistant.

Selain itu, Pinterest juga memperkenalkan berbagai solusi periklanan yang semakin otomatis untuk menarik minat pengiklan, di tengah tekanan persaingan dari platform seperti TikTok serta Facebook dan Instagram milik Meta.

Pinterest menambah daftar perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi tenaga kerja sembari meningkatkan investasi di bidang AI.

Data firma konsultan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan, sepanjang tahun lalu hampir 55 ribu pekerja di Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dengan alasan terkait adopsi AI.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai penggunaan AI tidak selalu menjadi faktor utama PHK.

Sebagian perusahaan disebut memanfaatkan narasi AI sebagai pembenaran atas langkah efisiensi atau penyesuaian bisnis yang lebih luas.

Editor : Ali Mustofa
#perampingan organisasi #phk masal #Artificial Intelligence/AI #amerika serikat #Pinterest