Panik! Bom Perang Dunia II Ditemukan di Hong Kong, 6.000 Warga Dipaksa Mengungsi
Mahendra Aditya Restiawan• Minggu, 21 September 2025 | 02:32 WIB
Ilustrasi Bom M65
RADAR KUDUS - Quarry Bay berubah jadi zona darurat. Ribuan orang harus dievakuasi setelah sebuah bom raksasa peninggalan Perang Dunia II ditemukan pekerja konstruksi.
Temuan Mengerikan di Tengah Kota
Suasana malam di Quarry Bay, Hong Kong, mendadak berubah mencekam. Pekerja konstruksi yang tengah menggali proyek pada Jumat (19/9/2025) malam, secara tak sengaja menemukan benda logam raksasa terkubur di bawah tanah.
Setelah diperiksa lebih lanjut, benda itu ternyata adalah bom aktif seberat 1.000 pon – peninggalan Perang Dunia II.
Penemuan ini sontak membuat aparat kepolisian Hong Kong bergerak cepat. Dalam hitungan jam, area sekitar lokasi temuan langsung disterilkan. Jalan-jalan utama ditutup, akses publik dibatasi, dan perintah evakuasi dikeluarkan untuk ribuan warga.
Polisi Hong Kong mengevakuasi sekitar 6.000 orang dari 18 gedung perumahan dan komersial.
Banyak di antara mereka yang terpaksa meninggalkan rumah hanya dengan pakaian di badan, membawa anak-anak dan barang berharga seperlunya.
Tim Explosive Ordnance Disposal (EOD) – satuan khusus penjinak bom – segera dikerahkan. Mereka bekerja sepanjang malam, menyiapkan langkah-langkah untuk menetralisir bom berusia hampir delapan dekade itu.
“Bom masih dalam kondisi sangat baik. Ancaman ledakan tetap tinggi dan bisa menimbulkan kerusakan besar jika tidak segera diamankan,” ujar salah satu perwira EOD.
Bom Peninggalan Perang Dunia II
Polisi menduga bom tersebut merupakan tipe M65 buatan Amerika Serikat. Senjata itu diyakini dijatuhkan oleh pasukan Sekutu pada masa Perang Dunia II dalam upaya membebaskan Hong Kong dari pendudukan Jepang.
Meski usianya puluhan tahun, bahan peledak di dalam bom tetap aktif. Jika meledak, daya hancurnya bisa meratakan area dalam radius ratusan meter – cukup untuk meluluhlantakkan kawasan padat Quarry Bay.
Penemuan bom ini memicu kepanikan warga. Banyak yang harus mengungsi ke tempat penampungan darurat atau menginap di rumah kerabat.
Bisnis di kawasan tersebut ditutup, dan aktivitas malam di Quarry Bay mendadak lumpuh total.
“Rasanya seperti adegan film perang. Tiba-tiba sirene berbunyi, polisi mengetuk pintu dan meminta kami keluar secepatnya,” ujar seorang warga yang dievakuasi.
Bukan Kasus Pertama
Penemuan bom Perang Dunia II di Hong Kong bukan hal yang jarang terjadi. Pada 2018, sebuah bom seberat 1.000 pon ditemukan di kawasan komersial sibuk Wan Chai, sementara pada 2014, bom raksasa 2.000 pon berhasil dijinakkan di distrik elit Happy Valley.
Namun kali ini situasinya terasa lebih menegangkan karena lokasi temuan berada tepat di jantung kawasan bisnis yang ramai. Risiko keselamatan publik menjadi prioritas utama.
Tim EOD saat ini sedang melakukan proses penjinakan dengan hati-hati. Proses ini bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, tergantung tingkat kerusakan bom dan kondisi lapangan.
Para pakar memperingatkan bahwa jika terjadi kesalahan sekecil apa pun, ledakan dapat merusak infrastruktur vital dan mengganggu perekonomian setempat.
Quarry Bay dikenal sebagai salah satu pusat bisnis penting Hong Kong, dengan banyak perkantoran, pusat belanja, dan apartemen mewah.
Pemerintah dan Polisi Minta Warga Tetap Tenang
Pemerintah Hong Kong mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Mereka juga meminta masyarakat tidak mendekati area steril demi keselamatan bersama.
“Keselamatan publik adalah prioritas utama. Kami melakukan semua langkah pengamanan yang diperlukan agar bom dapat dijinakkan dengan selamat,” ujar juru bicara kepolisian.