Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Iran Siap Perang Total: Peringatan Keras untuk AS Jika Turun Tangan Bela Israel

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 19 Juni 2025 | 01:53 WIB
Iran secara terbuka memperingatkan bahwa campur tangan Amerika Serikat dalam konflik dengan Israel
Iran secara terbuka memperingatkan bahwa campur tangan Amerika Serikat dalam konflik dengan Israel

RADAR KUDUS - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih. Iran secara terbuka memperingatkan bahwa campur tangan Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung antara Teheran dan Tel Aviv bisa memicu perang besar-besaran di kawasan.

Ini terjadi di tengah saling serang yang telah berlangsung selama enam hari berturut-turut, menciptakan ketakutan global akan eskalasi yang lebih luas.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa keterlibatan militer AS akan menjadi pemicu perang habis-habisan.

“Setiap bentuk intervensi dari pihak Amerika adalah resep untuk perang regional yang tak terbendung,” ujarnya.

Baghaei juga menyinggung hubungan baik Iran dengan negara-negara Arab. Ia menegaskan bahwa negara-negara Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS memahami niat Israel yang ingin menyeret pihak lain ke dalam konflik ini.

“Kami percaya, negara-negara Arab tidak akan membiarkan wilayah mereka digunakan untuk menyerang sesama Muslim,” tambahnya.

Sinyal keterlibatan lebih jauh dari AS muncul dari pernyataan Presiden Donald Trump.

Meskipun awalnya mengambil posisi netral, Trump kini mengindikasikan bahwa ia menginginkan langkah yang jauh lebih besar dibanding sekadar gencatan senjata.

AS pun mengerahkan lebih banyak jet tempur ke kawasan dan mengirim kapal induk USS Nimitz.

Trump bahkan melontarkan ancaman langsung kepada pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam unggahannya di Truth Social, ia menyebut AS tahu lokasi persembunyian Khamenei dan menyebutnya sebagai “target yang mudah.”

Namun, ia menambahkan, “Kami tidak akan menghabisinya... setidaknya untuk saat ini.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan nada serupa di media sosial X, menyatakan bahwa badai tengah menyapu Teheran dan menyiratkan bahwa rezim otoriter seperti Iran akan segera runtuh.

Menanggapi ancaman tersebut, Khamenei menyampaikan pernyataan keras di televisi nasional.

“Bangsa ini tidak akan pernah menyerah,” tegasnya. Ia memperingatkan bahwa campur tangan militer AS akan membawa konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki.

Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Ali Bahreini, juga mengeluarkan peringatan keras bahwa Iran akan membalas setiap serangan dengan kekuatan penuh dan tanpa ragu.

“Kami tidak akan gentar dalam mempertahankan rakyat, keamanan, dan wilayah kami,” kata Bahreini.

Serangan silih berganti terus berlangsung. Militer Israel melaporkan bahwa dua gelombang rudal Iran menghantam wilayahnya di awal Rabu pagi. Ledakan terdengar hingga Tel Aviv, dan sistem pertahanan udara Israel berhasil menjatuhkan setidaknya 10 drone dari arah Iran.

Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa rudal hipersonik Fattah-1 telah mengguncang wilayah Tel Aviv dalam operasi bertajuk “Honest Promise 3.”

Rudal ini dilaporkan mampu melesat lima kali lebih cepat dari kecepatan suara dan dapat bermanuver saat terbang, sehingga sulit dilacak dan dicegat.

Al Jazeera, melalui laporan langsung dari Amman, menyebut bahwa pusat dan utara Israel menjadi target utama serangan tersebut.

Kementerian Kesehatan Israel mengonfirmasi bahwa 94 orang mengalami luka akibat rentetan serangan itu. Beberapa lokasi juga mengalami kebakaran akibat jatuhan puing.

Tidak tinggal diam, Israel membalas dengan menghantam fasilitas militer dan nuklir di Iran.

Militer menyatakan bahwa mereka menyerang lokasi produksi senjata serta pabrik pembuatan sentrifugal di Tehran dan Karaj sebagai bagian dari upaya untuk menghancurkan pengembangan senjata nuklir Iran.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi serangan tersebut.

Mereka melaporkan bahwa satu gedung di Tehran yang digunakan untuk merakit rotor sentrifugal rusak berat, sementara dua bangunan lain di Karaj hancur.

Di Iran sendiri, suasana semakin mencekam. Warga Teheran, yang berjumlah lebih dari 10 juta jiwa, mulai meninggalkan kota akibat ketakutan akan serangan balasan Israel.

Namun banyak pula yang memilih bertahan, meski rasa cemas semakin meningkat, terlebih setelah peringatan dari AS agar warga segera mengevakuasi diri.

Militer Iran juga mengklaim telah menembak jatuh drone pengintai Hermes milik Israel di Isfahan dan menghancurkan jet tempur F-35 di kawasan Javadabad, Varamin.

Kekhawatiran dunia internasional pun menguat. Rusia, Cina, dan Uni Eropa menyuarakan keprihatinan atas potensi eskalasi konflik.

Lebih dari 700 warga asing telah dievakuasi dari Iran ke negara tetangga seperti Azerbaijan dan Armenia.

Kementerian Luar Negeri Cina mengonfirmasi bahwa ratusan warganya telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Di sisi lain, Kedutaan Besar AS di Yerusalem ditutup sementara hingga Jumat sebagai langkah pengamanan.

Menurut laporan kelompok HAM yang berbasis di Washington, lebih dari 585 orang, termasuk 239 warga sipil, telah tewas dalam serangan Israel ke Iran sejak konflik pecah Jumat lalu. Sementara itu, sedikitnya 24 korban jiwa tercatat akibat serangan Iran ke wilayah Israel.

Konflik ini jelas bukan sekadar ketegangan dua negara, namun berpotensi menyeret kekuatan global dan mengubah wajah Timur Tengah untuk waktu yang lama.

Dan jika AS benar-benar turun tangan, seperti yang telah diperingatkan Iran, dunia bisa saja menyaksikan pecahnya perang besar baru di abad ke-21.

Editor : Mahendra Aditya
#Rudal Iran ke Israel #Perang Iran Israel 2025 #iran #Konflik Israel vs Iran #Nuklir Iran Diserang #Rudal balistik Iran #iran vs israel