
Jakarta – Nike kembali melakukan langkah efisiensi dengan memangkas sekitar 1.400 karyawan di berbagai wilayah operasionalnya.
Jumlah tersebut setara dengan kurang dari 2% dari total tenaga kerja global perusahaan.
Mengutip laporan Reuters, keputusan ini disampaikan oleh Chief Operating Officer Venkatesh Alagirisamy yang menyebut pemangkasan difokuskan pada lini operasional, khususnya divisi teknologi.
Karyawan yang terdampak tersebar di Amerika Utara, Asia, hingga Eropa.
Langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada awal tahun, Nike juga telah mengurangi ratusan karyawan sebagai bagian dari transformasi bisnis dan percepatan otomatisasi.
Dalam komunikasi internal perusahaan, manajemen menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk menyederhanakan struktur kerja serta meningkatkan efisiensi di tengah tekanan bisnis yang masih berlangsung.
Tertekan Persaingan dan Penurunan Kinerja
Dalam beberapa tahun terakhir, Nike menghadapi persaingan ketat dari sejumlah brand yang dinilai lebih agresif dan inovatif, seperti On, Hoka, dan Anta.
Kondisi ini turut berdampak pada performa saham perusahaan yang mengalami penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
CEO Elliott Hill yang mulai memimpin sejak 2024 telah menyiapkan strategi untuk mengembalikan fokus perusahaan pada produk inti seperti sepatu lari dan sepak bola.

