Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Nuril Istiqomah, Siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas Blora Menjadi Juara Lomba Menulis Surat untuk Presiden

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 22 November 2025 | 16:45 WIB

 

Nuril Istiqomah
Nuril Istiqomah
PRESTASI membanggakan ditorehkan Nuril Istiqomah. Ia Siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Blora.

Nuril bakal diundang ke istana negara setelah memenangi sayembara lomba menulis surat kepada presiden Republik Indonesia.

Dia berhasil mengalahkan 46 pesaingnya se-Kabupaten Blora.

Nuril mengatakan, tema yang diangkat dalam tulisannya tentang ucapan dan harapan terkait dirinya bisa bersekolah tanpa biaya dalam program pemerintah pusat yaitu Sekolah Rakyat.

”Di situ (surat untuk presiden, Red) saya tulis rasa berterima kasih saya kepada Bapak Prabowo Subianto atas program mendirikan sekolah rakyat dengan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun,” terangnya.

Nuril mengaku, dirinya hobi menulis serta membaca novel. Kebiasaan itu yang membuat dia lancar saat menulis surat.

”Kalau senggang gitu suka nulis-nulis. Kadang juga baca-baca novel. Jadinya, saya ikut lomba ini. Alhamdulillah menang,” ujarnya.

Nuril akui senang atas pencapaiannya itu. Ia tak menyangka bisa memenangkan lomba ter sebut.

”Nggak nyangka bisa menang. Karena ini pengalaman pertama saya. Alhamdulillah bisa menang,” ujarnya.

Dia menyebut, awalnya mendapatkan informasi itu dari Kepala SRMA Blora Tri Yuli Setyoningrum.

Sang guru mendapat informasi itu, dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora.

”Kami diberitahu Ibu Kepala Sekolah. Kemudian semua anak didik di sini dianjurkan untuk ikut menulis,” jelasnya.

Menurutnya, selama masa pengelanan lingkungan sekolah (MPLS) berlangsung, para siswa diarahkan dan diminta menulis surat.

”Jadi, pada waktu MPLS waktu itu, ada jam khusus. Satu setengah jam anak-anak dibawa ke kelas. Kemudian guru bahasa Indonesia menerangkan tentang teknik menulis surat,” ujarnya.

Setelah itu, para siswa diminta menulis surat. Nah, setelah itu oleh guru bahasa Indonesia dan juga kesiswaan diseleksi.

Surat-surat yang pantas diikutkan lomba dikirim. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#Hobi Menulis #lomba menulis #istana negara #blora #Sekolah Rakyat #presiden