alexametrics
29.2 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Tak Malu Bantu Jualan

NAMANYA Anugrah Anggi Dwi S, siswa SMAN 1 Blora. Dia tak malu jualan membantu orang tuanya di pinggir jalan. Sebab dia menyakini, ini sumber kehidupan bagi keluarganya. Sekaligus untuk membiayai pendidikannya.

”Ngapain malu. Halal dan barokah,” ucapnya sambil tersenyum.

Siswa kelas XII jurusan IPA ini mengaku, dia dididik orang tuanya untuk selalu bersyukur. Dia bekerja keras dan pantang menyerah. Untuk itu, ia terus berusaha membantu kedua orang tuanya tanpa disuruh. Menurutnya, itu bentuk bakti pada orang tuanya. ”Kapan lagi saya bisa membantu bapak-ibu saya. Inilah saya. Apa adanya,” jelasnya.


Menurutnya, jualan itu asyik. Menyenangkan. Apalagi saat dagangannya laku. Pembeli puas dengan hidangan yang disajikan. ”Senang saja. Meski sampai malam tetap happy,” ucap anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Dia mengaku, memang terkadang mengantuk saat pagi. Namun, saat melihat kedua orang tuanya bekeja lelah itu hilang. Yang ada dalam benaknya, bagaimana nanti ke depan bisa lebih baik lagi dari orang tuanya.

Baca Juga :  Miliki Peran Ganda

Masa depan yang cerah dan bisa membahagiaan kedua orang tuanya. ”Ini awal untuk meraih mimpi. Saya yakin, ke depan saya bisa membahagiaan kedua orang tuaku. Mereka tidak perlu lagi susah payah sepeti ini,” bebernya gadis kelahian Blora, 15 Desember 2004 ini.

Putri dari pasangan Sugeng Mulyo Santoso dan Sulasti ini mengaku, hobi mendengerkan lagu-lagu klasik. Itu sebagai obat saat dia merasa lelah beraktivitas sehari-hari. ”Belajar iya, mengaji iya, dan membantu orang tua juga. Refreshing juga perlu. Saya dengan mendengarkan musik,” imbuh perempuan berhijab ini. (lin)

 






Reporter: Subekan

NAMANYA Anugrah Anggi Dwi S, siswa SMAN 1 Blora. Dia tak malu jualan membantu orang tuanya di pinggir jalan. Sebab dia menyakini, ini sumber kehidupan bagi keluarganya. Sekaligus untuk membiayai pendidikannya.

”Ngapain malu. Halal dan barokah,” ucapnya sambil tersenyum.

Siswa kelas XII jurusan IPA ini mengaku, dia dididik orang tuanya untuk selalu bersyukur. Dia bekerja keras dan pantang menyerah. Untuk itu, ia terus berusaha membantu kedua orang tuanya tanpa disuruh. Menurutnya, itu bentuk bakti pada orang tuanya. ”Kapan lagi saya bisa membantu bapak-ibu saya. Inilah saya. Apa adanya,” jelasnya.

Menurutnya, jualan itu asyik. Menyenangkan. Apalagi saat dagangannya laku. Pembeli puas dengan hidangan yang disajikan. ”Senang saja. Meski sampai malam tetap happy,” ucap anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Dia mengaku, memang terkadang mengantuk saat pagi. Namun, saat melihat kedua orang tuanya bekeja lelah itu hilang. Yang ada dalam benaknya, bagaimana nanti ke depan bisa lebih baik lagi dari orang tuanya.

Baca Juga :  Berdayakan Masyarakat Lokal

Masa depan yang cerah dan bisa membahagiaan kedua orang tuanya. ”Ini awal untuk meraih mimpi. Saya yakin, ke depan saya bisa membahagiaan kedua orang tuaku. Mereka tidak perlu lagi susah payah sepeti ini,” bebernya gadis kelahian Blora, 15 Desember 2004 ini.

Putri dari pasangan Sugeng Mulyo Santoso dan Sulasti ini mengaku, hobi mendengerkan lagu-lagu klasik. Itu sebagai obat saat dia merasa lelah beraktivitas sehari-hari. ”Belajar iya, mengaji iya, dan membantu orang tua juga. Refreshing juga perlu. Saya dengan mendengarkan musik,” imbuh perempuan berhijab ini. (lin)

 






Reporter: Subekan

Most Read

Artikel Terbaru

/