alexametrics
26.1 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Pengalaman Pahit Jangan Terulang

SEBAGAI seorang perempuan, Desy Nur Cholifah berbisnis tak jauh-jauh dari urusan perempuan. Desy berbisnis kosmetik dengan kualitas terbaik dan pelayanan yang memuaskan. Dia tak ingin pengalaman pahitnya terulang ke orang lain.

Alumni UIN Walisongo Semarang ini, mengaku pernah tertipu saat membeli produk melalui jual-beli online. Barang yang dipesannya tak sesuai spesifikasi yang ditawarkan penjual. ”Memulai usaha online kosmetik ini, gara-gara saya pernah kena tipu pada 2014 lalu. Waktu itu saya beli HP dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan. Itu sebuah pengalaman pahit saya,” jelas perempuan asal Desa Purworejo, Kecamatan Tayu, Pati, ini.

Karena itulah, Desy kemudian bertekad kerja keras untuk mengembalikan uangnya yang telah terlanjur dibuat untuk membeli barang yang kurang bagus itu. Desy kerja keras jualan kosmetik.

Baca Juga :  Dapat Tiga Beasiswa Sekaligus

Selain itu, pilihan usaha tersebut juga karena menyadari ada peluang. Menurutnya, perempuan dengan kosmetik laksana bunga dengan kupu-kupu yang tidak terpisahkan. ”Ini wajar, karena naluri perempuan adalah selalu ingin tampil cantik. Apalagi di depan publik, pasti ingin tampil menarik dan mempunyai daya karismatik,” kata Desy kepada Jawa Pos Radar Kudus.

”Ke depan saya ingin punya cosmetic store sendiri. Agar para pelanggan bisa dengan mudah langsung datang ke outlet yang saya buka,” jelasnya. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

SEBAGAI seorang perempuan, Desy Nur Cholifah berbisnis tak jauh-jauh dari urusan perempuan. Desy berbisnis kosmetik dengan kualitas terbaik dan pelayanan yang memuaskan. Dia tak ingin pengalaman pahitnya terulang ke orang lain.

Alumni UIN Walisongo Semarang ini, mengaku pernah tertipu saat membeli produk melalui jual-beli online. Barang yang dipesannya tak sesuai spesifikasi yang ditawarkan penjual. ”Memulai usaha online kosmetik ini, gara-gara saya pernah kena tipu pada 2014 lalu. Waktu itu saya beli HP dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan. Itu sebuah pengalaman pahit saya,” jelas perempuan asal Desa Purworejo, Kecamatan Tayu, Pati, ini.

Karena itulah, Desy kemudian bertekad kerja keras untuk mengembalikan uangnya yang telah terlanjur dibuat untuk membeli barang yang kurang bagus itu. Desy kerja keras jualan kosmetik.

Baca Juga :  Berprestasi dengan Modal Suara

Selain itu, pilihan usaha tersebut juga karena menyadari ada peluang. Menurutnya, perempuan dengan kosmetik laksana bunga dengan kupu-kupu yang tidak terpisahkan. ”Ini wajar, karena naluri perempuan adalah selalu ingin tampil cantik. Apalagi di depan publik, pasti ingin tampil menarik dan mempunyai daya karismatik,” kata Desy kepada Jawa Pos Radar Kudus.

”Ke depan saya ingin punya cosmetic store sendiri. Agar para pelanggan bisa dengan mudah langsung datang ke outlet yang saya buka,” jelasnya. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/