alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Guru Panggilan Hari Nurani

RAHMA Arina Al Haq, mahasiswa semester V ini langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan. Dengan mengabdi menjadi tenaga pendidik di MTs di Kudus. Ia sudah berkomitmen dengan diri sendiri bisa mengatur waktu antara kuliah dan profesinya sebagai guru.

Arina mengaku, dia mengampu mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris. Sesuai dengan jurusannya saat ini. Ia juga rela menghabiskan waktu libur kuliah untuk diluangan memberi pelajaran kepada anak-anak.

”Saya berkecimpung di dunia pendidikan sejak Juli 2021. Senin hingga Jumat saya kuliah, Sabtu dan Minggu full mengajar. Ya itung-itung praktik langsung ilmu yang saya peroleh di perguruan tinggi,” tandasnya.


Arina menikmati aktivitasnya saat ini, karena niat untuk terjun ke lingkungan pendidikan dengan sepenuh hati dan demi niat terdalamnya untuk mencerdaskan anak bangsa. Baginya, mengajar dengan hati merupakan hal baik yang harus ia lakukan.

”Tujuan lainnya mencari pengalaman dan saya sudah memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan mengajar ya meski belum sempurna. Keinginan saya bisa berkontribusi dan ikut serta mencerdaskan anak banga,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa niat yang dimilikinya ini murni dari hati. Pendidikan yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Ia ingin mengenalkan belajar bahasa Inggris yang menyenangkan. Bukan karena terpaksa atau dipaksa.

Baca Juga :  Belajar Pose dari Internet

”Saya ingin memberikan pengetahuan sejak dini kalau belajar bahasa Inggris itu menyenangkan. Membuat nyaman saat proses belajar mengajar,” jelasnya.

Arina merupakan salah satu contoh anak muda yang memiliki niat untuk mengubah anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ia ingin menumbuhkan semangat belajar pada anak-anak sekarang.

Menurutnya, guru berperan penting dalam masa depan bangsa. Tanpa guru anak-anak susah untuk belajar. Ia juga ingin merasakan ikut serta mengubah masa depan bangsa menjadi lebih baik. Untuk menjadi guru yang lebih kompeten demi menciptakan anak-anak cerdas yang nantinya bisa mengharumkan nama bangsa.

Arina juga menceritakan, selain mengajar formal, ia juga memiliki kesibukan mengajar ekstrakurikuler english club di sekolah. Baginya, mengajar formal dengan ekstrakurikuler sangatlah berbeda. Mengajar ekstrakurikuler lebih santai dibandingkan dengan mengajar formal.

”Ekstrakuliker lebih santai. Jadi, saya bisa mengajak anak-anak di luar sekolah untuk belajar bahasa Inggris dengan cara praktik langsung speaking english,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

RAHMA Arina Al Haq, mahasiswa semester V ini langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan. Dengan mengabdi menjadi tenaga pendidik di MTs di Kudus. Ia sudah berkomitmen dengan diri sendiri bisa mengatur waktu antara kuliah dan profesinya sebagai guru.

Arina mengaku, dia mengampu mata pelajaran (mapel) bahasa Inggris. Sesuai dengan jurusannya saat ini. Ia juga rela menghabiskan waktu libur kuliah untuk diluangan memberi pelajaran kepada anak-anak.

”Saya berkecimpung di dunia pendidikan sejak Juli 2021. Senin hingga Jumat saya kuliah, Sabtu dan Minggu full mengajar. Ya itung-itung praktik langsung ilmu yang saya peroleh di perguruan tinggi,” tandasnya.

Arina menikmati aktivitasnya saat ini, karena niat untuk terjun ke lingkungan pendidikan dengan sepenuh hati dan demi niat terdalamnya untuk mencerdaskan anak bangsa. Baginya, mengajar dengan hati merupakan hal baik yang harus ia lakukan.

”Tujuan lainnya mencari pengalaman dan saya sudah memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan mengajar ya meski belum sempurna. Keinginan saya bisa berkontribusi dan ikut serta mencerdaskan anak banga,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa niat yang dimilikinya ini murni dari hati. Pendidikan yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Ia ingin mengenalkan belajar bahasa Inggris yang menyenangkan. Bukan karena terpaksa atau dipaksa.

Baca Juga :  Capek dan Ngantuk Hilang saat Dengar Tangisan Bayi

”Saya ingin memberikan pengetahuan sejak dini kalau belajar bahasa Inggris itu menyenangkan. Membuat nyaman saat proses belajar mengajar,” jelasnya.

Arina merupakan salah satu contoh anak muda yang memiliki niat untuk mengubah anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang lebih baik. Ia ingin menumbuhkan semangat belajar pada anak-anak sekarang.

Menurutnya, guru berperan penting dalam masa depan bangsa. Tanpa guru anak-anak susah untuk belajar. Ia juga ingin merasakan ikut serta mengubah masa depan bangsa menjadi lebih baik. Untuk menjadi guru yang lebih kompeten demi menciptakan anak-anak cerdas yang nantinya bisa mengharumkan nama bangsa.

Arina juga menceritakan, selain mengajar formal, ia juga memiliki kesibukan mengajar ekstrakurikuler english club di sekolah. Baginya, mengajar formal dengan ekstrakurikuler sangatlah berbeda. Mengajar ekstrakurikuler lebih santai dibandingkan dengan mengajar formal.

”Ekstrakuliker lebih santai. Jadi, saya bisa mengajak anak-anak di luar sekolah untuk belajar bahasa Inggris dengan cara praktik langsung speaking english,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/