alexametrics
32 C
Kudus
Monday, August 1, 2022

Dari Imajinasi Genggam Usaha Sendiri

SEGALA tentang fashion menjadi hal menarik bagi Saila Rachmawati. Dari hobi itu, kemudian ia sulap menjadi sebuah usaha.

Perempuan berhijab itu mengaku demen berimajinasi. Mengkreasikan model baju yang menurutnya unik. Ide-idenya pun ia tuangkan dalam model pakaian. Bahkan, menyempatkan hunting bahan sendiri. Tidak disangka, mayoritas outfit yang ia kenakan hasil rancangannya diminati beberapa teman. ”Beberapa teman iseng-iseng open pre order. Alhamdulillah banyak peminat,” ungkapnya.

Barang-barang ia jual dengan sistim pre order, sehingga customer bisa request model, ukuran, dan warna sesuai dengan yang diinginkan. ”Berawal dari hobi yang berlanjut menjadi usaha fashion yang berfokus pada sistem pre order,” katanya.


Bagi dia, tak perlu strategi khusus dalam menjalankan bisnis ini. Saila cukup menjual apa yang ia suka dan nyaman bagi dia. ”Saya juga selalu menjaga orisinalitas. Kepercayaan dan kepuasan customer yang saya bangun,” ungkapnya.

Sejauh ini, pemasaran yang ia lakoni masih melalui media sosial pribadinya. Lewat akun Instagram @wei.project, dibantu instagram pribadi, Whatsapp katalog, dan Facebook. ”Belum pernah endorse, karena keterbatasan tenaga. Belum siap khawatir terlalu laris,” selorohnya lalu tertawa.

Baca Juga :  Impian Kerja Bareng Saudara Kembar Terwujud

Meski kadang merasa capek, Saila tetap enjoy menjalani hobi dan usahanya itu. Apalagi jika ada pembeli, lelahnya pun terbayar. ”Untuk masalah pernah ada, dikarenakan penjahitnya cuti selama berbulan-bulan. Susahnya mencari penjahit yang klop dan bisa paham dengan apa yang saya inginkan,” jelasnya.

Selain disibukkan di dunia fashion, perempuan asal Pati ini, juga menjadi guru. Bagi dia, usaha bukan yang utama. Terkadang juga terkendala fokus yang harus terbagi. Jika sekolah sedang banyak kerjaan, ia berhenti menerima pesanan.

”Sibuknya dimulai dari menyiapkan desain model, hunting kain, masuk ke penjahit buat sampel foto katalog, dan open pre order,” ujarnya. Seabrek kesibukan itu, dilakukan di sela-sela mengajar. ”Waktu masih bisa diatur untuk menjalankan keduanya,” imbunya. (vah/lin)

SEGALA tentang fashion menjadi hal menarik bagi Saila Rachmawati. Dari hobi itu, kemudian ia sulap menjadi sebuah usaha.

Perempuan berhijab itu mengaku demen berimajinasi. Mengkreasikan model baju yang menurutnya unik. Ide-idenya pun ia tuangkan dalam model pakaian. Bahkan, menyempatkan hunting bahan sendiri. Tidak disangka, mayoritas outfit yang ia kenakan hasil rancangannya diminati beberapa teman. ”Beberapa teman iseng-iseng open pre order. Alhamdulillah banyak peminat,” ungkapnya.

Barang-barang ia jual dengan sistim pre order, sehingga customer bisa request model, ukuran, dan warna sesuai dengan yang diinginkan. ”Berawal dari hobi yang berlanjut menjadi usaha fashion yang berfokus pada sistem pre order,” katanya.

Bagi dia, tak perlu strategi khusus dalam menjalankan bisnis ini. Saila cukup menjual apa yang ia suka dan nyaman bagi dia. ”Saya juga selalu menjaga orisinalitas. Kepercayaan dan kepuasan customer yang saya bangun,” ungkapnya.

Sejauh ini, pemasaran yang ia lakoni masih melalui media sosial pribadinya. Lewat akun Instagram @wei.project, dibantu instagram pribadi, Whatsapp katalog, dan Facebook. ”Belum pernah endorse, karena keterbatasan tenaga. Belum siap khawatir terlalu laris,” selorohnya lalu tertawa.

Baca Juga :  Pelatihan UKM Dinaker Perinkop dan UKM Kudus Dibuka dengan Fashion Show

Meski kadang merasa capek, Saila tetap enjoy menjalani hobi dan usahanya itu. Apalagi jika ada pembeli, lelahnya pun terbayar. ”Untuk masalah pernah ada, dikarenakan penjahitnya cuti selama berbulan-bulan. Susahnya mencari penjahit yang klop dan bisa paham dengan apa yang saya inginkan,” jelasnya.

Selain disibukkan di dunia fashion, perempuan asal Pati ini, juga menjadi guru. Bagi dia, usaha bukan yang utama. Terkadang juga terkendala fokus yang harus terbagi. Jika sekolah sedang banyak kerjaan, ia berhenti menerima pesanan.

”Sibuknya dimulai dari menyiapkan desain model, hunting kain, masuk ke penjahit buat sampel foto katalog, dan open pre order,” ujarnya. Seabrek kesibukan itu, dilakukan di sela-sela mengajar. ”Waktu masih bisa diatur untuk menjalankan keduanya,” imbunya. (vah/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/