alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Dari Coba-Coba, Berbuah Usaha

TATA Riadiana nampaknya sedang ada tambahan pekerjaan. Bisnis kue kering berjalan setiap jelang lebaran.

Ia memulai usaha ini sekitar setahun lalu. Bisa dibilang tak sengaja dalam memulai bisnis. Awalnya, Tata bersama ibunya berniat untuk membuat kue kering sendiri untuk kebutuhan lebaran. Ibunya juga hobi masak. Begitupun juga Tata,yang memiliki minat mencoba hal-hal baru.Setelah mencoba resep yang dilihat dari youtube, ia merasakan hasil yang cukup enak.

”Sesuai yang diharapkan. Jadi saya punya ide untuk mengembangkan usaha ini,” kata perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai perawat ini.


Awalnya produk itu dipasarkan di sekitar rumah. Dari beberapa tetangga yang berminat, selanjutnya Tata mencoba memfoto produk buatannya itu. Kemudian diposting di media sosial. Ternyata mendapatkan respon prositif. Dari situlah muncul peminat baru.

”Saya memutuskan membuat nama untuk produk saya dan ibu. Dari situ saya dan ibu mulai mengembangkan bisnis kue kering,” ujarnya.

Baca Juga :  Tulis Buku tentang Ayah

Karena jajanan ini menurutnya musiman, perempuan kelahiran 21 April 1998 itu pun hanya memproduksi saat-saat Ramadhan atau menjelang lebaran.

Namun, untuk produksi saat ini masih dibatasi. Karena keterbatasan tenaga. Biasanya ia memproduksi bersama adik dan ibunya. Tahun kemarin, terjual sekitar 120-an. Sementara tahun ini, orderan yang masuk sekitar 50 an pada pekan lalu. Biasanya kue yang diminati seperti nastar, kastangel, dan tamrin. Yang paling best seller, kata dia, yakni kue nastar.

”Produksi pas pesanan banyak kami biasanya mulai H-3 pekan lebaran. Jadi kami tidak terlalu kualahan. Kami antisipasi jauh-jauh hari,” jelasnya. Setelah produk beres, selanjutnya tinggal delivery ke pelanggan. Yang rata-rata masih area kota Rembang. (vah/him)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

TATA Riadiana nampaknya sedang ada tambahan pekerjaan. Bisnis kue kering berjalan setiap jelang lebaran.

Ia memulai usaha ini sekitar setahun lalu. Bisa dibilang tak sengaja dalam memulai bisnis. Awalnya, Tata bersama ibunya berniat untuk membuat kue kering sendiri untuk kebutuhan lebaran. Ibunya juga hobi masak. Begitupun juga Tata,yang memiliki minat mencoba hal-hal baru.Setelah mencoba resep yang dilihat dari youtube, ia merasakan hasil yang cukup enak.

”Sesuai yang diharapkan. Jadi saya punya ide untuk mengembangkan usaha ini,” kata perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai perawat ini.

Awalnya produk itu dipasarkan di sekitar rumah. Dari beberapa tetangga yang berminat, selanjutnya Tata mencoba memfoto produk buatannya itu. Kemudian diposting di media sosial. Ternyata mendapatkan respon prositif. Dari situlah muncul peminat baru.

”Saya memutuskan membuat nama untuk produk saya dan ibu. Dari situ saya dan ibu mulai mengembangkan bisnis kue kering,” ujarnya.

Baca Juga :  Bisnis Modal Nekat

Karena jajanan ini menurutnya musiman, perempuan kelahiran 21 April 1998 itu pun hanya memproduksi saat-saat Ramadhan atau menjelang lebaran.

Namun, untuk produksi saat ini masih dibatasi. Karena keterbatasan tenaga. Biasanya ia memproduksi bersama adik dan ibunya. Tahun kemarin, terjual sekitar 120-an. Sementara tahun ini, orderan yang masuk sekitar 50 an pada pekan lalu. Biasanya kue yang diminati seperti nastar, kastangel, dan tamrin. Yang paling best seller, kata dia, yakni kue nastar.

”Produksi pas pesanan banyak kami biasanya mulai H-3 pekan lebaran. Jadi kami tidak terlalu kualahan. Kami antisipasi jauh-jauh hari,” jelasnya. Setelah produk beres, selanjutnya tinggal delivery ke pelanggan. Yang rata-rata masih area kota Rembang. (vah/him)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/