alexametrics
25.1 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Isi Waktu Luang dengan Kegiatan Agama

GADIS bernama Sulistiani banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan organisasi. Salah satunya, gadis asal Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu ini aktif meramaikan kegiatan mushola di lingkungan rumahnya.

Kegiatan-kegiatan itu seperti ngaji kitab dan kegiatan peringatan hari-hari besar Islam dan nasional. Dengan berkegiatan itu, Sulis berharap remaja-remaja bisa melestarikan nilai-nilai keagamaan untuk ditanamkan sejak dini.

”Dengan berkegiatan di mushola semacam ini bisa menjadi penyeimbang ilmu umum dengan ilmu agama yang diajarkan kiai-kiai di mushola,” terang Sulis kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Kegiatan di mushola ini rutin dilakukan setiap hari. Sore hari, selepas magrib untuk ngaji kitab dan hari-hari tertentu untuk perayaan hari-hari besar. Selain itu, lanjut gadis kelahiran Rembang, 07 Februari 2000 ini, dalam kegiatan di mushola ini pihaknya juga memanfaatkan kesempatan untuk sharing tentang ke-NU-an. Sulis sendiri sudah aktif di organisasi pelajar NU sejak 2016 lalu saat menjadi pengurus komisariat di madrasah aliyah.

Baca Juga :  Branded Tak Mesti Mahal

”Saya selalu berbagi ilmu tentang aswaja dan NU sepanjang yang saya ketahui kepada teman-teman lain. Supaya bisa menjadi bekal ideologi. Agar kelak nanti jika teman-teman misalnya kuliah ke luar kota sudah punya kemantapan yang bisa membentengi dirinya dari paham-paham lain yang bertentangan,” papar mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institute Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) ini.






Reporter: Achmad Ulil Albab

GADIS bernama Sulistiani banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan organisasi. Salah satunya, gadis asal Desa Pundenrejo Kecamatan Tayu ini aktif meramaikan kegiatan mushola di lingkungan rumahnya.

Kegiatan-kegiatan itu seperti ngaji kitab dan kegiatan peringatan hari-hari besar Islam dan nasional. Dengan berkegiatan itu, Sulis berharap remaja-remaja bisa melestarikan nilai-nilai keagamaan untuk ditanamkan sejak dini.

”Dengan berkegiatan di mushola semacam ini bisa menjadi penyeimbang ilmu umum dengan ilmu agama yang diajarkan kiai-kiai di mushola,” terang Sulis kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Kegiatan di mushola ini rutin dilakukan setiap hari. Sore hari, selepas magrib untuk ngaji kitab dan hari-hari tertentu untuk perayaan hari-hari besar. Selain itu, lanjut gadis kelahiran Rembang, 07 Februari 2000 ini, dalam kegiatan di mushola ini pihaknya juga memanfaatkan kesempatan untuk sharing tentang ke-NU-an. Sulis sendiri sudah aktif di organisasi pelajar NU sejak 2016 lalu saat menjadi pengurus komisariat di madrasah aliyah.

Baca Juga :  Pandemi, Gagas Pelatihan Kerja

”Saya selalu berbagi ilmu tentang aswaja dan NU sepanjang yang saya ketahui kepada teman-teman lain. Supaya bisa menjadi bekal ideologi. Agar kelak nanti jika teman-teman misalnya kuliah ke luar kota sudah punya kemantapan yang bisa membentengi dirinya dari paham-paham lain yang bertentangan,” papar mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institute Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) ini.






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/