alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Lewat Jasa Aplikasi Premium, Mampu Biayai Kuliah Sendiri

SYARIFATUL Ulya sukses di usia mudanya. Perempuan 19 tahun itu bisa kuliah dengan biaya pribadi. Cara dia, membuat jasa aplikasi premium.

Awalnya, hanya mengisi sela-sela waktu senggang. Isi kegabutan dengan mencari tahu aplikasi premium. Alhasil ia berhasil dapat peluang. Yakni membuat jasa aplikasi premium.

”Awalnya saya ingin mencari pekerjaan yang berhubungan dengan gadget. Kemudian karena orang-orang pada suka menonton film, akhirnya berinisiatif berjualan. Selain itu, karena saya sendiri juga sering menonton film dan membeli aplikasi premium. Dari sana saya mempunyai ide menjual serupa,” ujar perempuan yang kerap disapa Ulya itu.


Banyak aplikasi premium yang dia tawarkan kepada pembelinya. Di antaranya, Youtube premium, Apple musik, Spotify, Disney + hot star, Netflix premium, Canva premium, We TV premium, Viu premium, dan Iflik premium.

”Jadi saya menawarkan cara mudah untuk membeli aplikasi berbayar itu. Saya buat jasanya untuk semacam tutotial. Nanti tinggal dipakai. Ya, bersyukur dan bangga dengan pekerjaan saat ini. Cuman menjadi penyedia jasa aplikasi berbayar itu,” tukasnya.

Dalam sehari, Ulya bisa jual 10-20 item aplikasi itu. Dari sana, ia meraih untung yang tak tanggung-tanggung. ”Rahasia perusahaan, Mas. Intinya, bisa buat jalan-jalan dan kuliah dengan biaya sendiri. Tidak minta orang tua,” tuturnya.

Baca Juga :  Tekad Ikhlas dan Berjuang

Akan tetapi pekerjaan yang ia tekuni selama setahun itu gampang-gampang susah. Soalnya, harus stand by. Mantengin layer gadget. ”Pembeli kan tiba-tiba nongol gitu aja. Kalau nggak siap gimana? Hilang dong pelanggan,” ucap perempuan asal Pati Kota itu.

Cara menjadi penjual jasa ini pun tanpa les private. Hanya browsing di media sosial (Medsos). Seperti tutotial menjual aplikasi premium.

”Saya memperoleh cara berjualan item tersebut dari Medsos. Kemudian menelusuri berbagai website. Cari tutorial sana-sini. Jasa ini sangat diminati para pelanggan. Mereka sangat terbantu jasa pelayanan ini. Buktinya ramai lho,” katanya.

Ceritanya, Ulya belajar manajemen saat menjadi admin toko sewaktu liburan kuliah. Dari sana dia bisa mengontrol pengeluarannya.

”Dulu juga jadi admin toko sebelum berjualan jasa ini. Tapi ini sudah fokus ke jasa aplikasi premium. Soalnya, menjanjikan. Hasil yang saya dapatkan cukuplah untuk membiaya kuliah dan jajan sehari-hari. Apalagi pada saat liburan, pembeli meningkat,” papar mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus itu. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

SYARIFATUL Ulya sukses di usia mudanya. Perempuan 19 tahun itu bisa kuliah dengan biaya pribadi. Cara dia, membuat jasa aplikasi premium.

Awalnya, hanya mengisi sela-sela waktu senggang. Isi kegabutan dengan mencari tahu aplikasi premium. Alhasil ia berhasil dapat peluang. Yakni membuat jasa aplikasi premium.

”Awalnya saya ingin mencari pekerjaan yang berhubungan dengan gadget. Kemudian karena orang-orang pada suka menonton film, akhirnya berinisiatif berjualan. Selain itu, karena saya sendiri juga sering menonton film dan membeli aplikasi premium. Dari sana saya mempunyai ide menjual serupa,” ujar perempuan yang kerap disapa Ulya itu.

Banyak aplikasi premium yang dia tawarkan kepada pembelinya. Di antaranya, Youtube premium, Apple musik, Spotify, Disney + hot star, Netflix premium, Canva premium, We TV premium, Viu premium, dan Iflik premium.

”Jadi saya menawarkan cara mudah untuk membeli aplikasi berbayar itu. Saya buat jasanya untuk semacam tutotial. Nanti tinggal dipakai. Ya, bersyukur dan bangga dengan pekerjaan saat ini. Cuman menjadi penyedia jasa aplikasi berbayar itu,” tukasnya.

Dalam sehari, Ulya bisa jual 10-20 item aplikasi itu. Dari sana, ia meraih untung yang tak tanggung-tanggung. ”Rahasia perusahaan, Mas. Intinya, bisa buat jalan-jalan dan kuliah dengan biaya sendiri. Tidak minta orang tua,” tuturnya.

Baca Juga :  Impian Kerja Bareng Saudara Kembar Terwujud

Akan tetapi pekerjaan yang ia tekuni selama setahun itu gampang-gampang susah. Soalnya, harus stand by. Mantengin layer gadget. ”Pembeli kan tiba-tiba nongol gitu aja. Kalau nggak siap gimana? Hilang dong pelanggan,” ucap perempuan asal Pati Kota itu.

Cara menjadi penjual jasa ini pun tanpa les private. Hanya browsing di media sosial (Medsos). Seperti tutotial menjual aplikasi premium.

”Saya memperoleh cara berjualan item tersebut dari Medsos. Kemudian menelusuri berbagai website. Cari tutorial sana-sini. Jasa ini sangat diminati para pelanggan. Mereka sangat terbantu jasa pelayanan ini. Buktinya ramai lho,” katanya.

Ceritanya, Ulya belajar manajemen saat menjadi admin toko sewaktu liburan kuliah. Dari sana dia bisa mengontrol pengeluarannya.

”Dulu juga jadi admin toko sebelum berjualan jasa ini. Tapi ini sudah fokus ke jasa aplikasi premium. Soalnya, menjanjikan. Hasil yang saya dapatkan cukuplah untuk membiaya kuliah dan jajan sehari-hari. Apalagi pada saat liburan, pembeli meningkat,” papar mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus itu. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/