alexametrics
26.4 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Akan Kerja Bareng Selenggerakan Duta Wisata

NABILLA Erviana Putri mengawali prestasinya dari melihat. Setiap ada even grand final pemilihan Duta Wisata, alumni SMAN 1 Rembang ini kerap meluangkan waktu untuk menonton. Hingga, sekitar dua tahun lalu, dia pun ikut merasakan bagaimana berkompetisi untuk menjadi putri pilihan dari Kota Santri.

Ya, ia mengaku, ketertarikannya menjadi seorang duta wisata berawal dari sering melihat malam grand final yang biasa dilaksanakan di Pendapa Museum RA Kartini. Kebetulan, tempat tinggal perempuan kepahiran Rembang, 18 November 2001 itu berada disekitar alun-alun. Yang lokasinya tak jauh dari Museum.

Hingga pada 2019 lalu, ia ditunjuk sebagai perwakilan SMAN 1 Rembang sebagai mbak duta wisata. Saat itu ia sedang duduk di kelas III. Dalam ajang itu tentunya  perlu mengikuti karantina. Untuk mendalami public speaking, cara duduk, hingga materi kepariwisataan.

Baca Juga :  Mendongeng dengan Media Boneka

“Ada tentang psikologi, bahasa inggris, dan tata kelola pemerintahan juga ada,” katanya.

Ada beragam kegiatan lain yang ia ikuti saat mengikuti karantina. Dari tahapan-tahapan itu, Nabilla pun berhasil terpilih menjadi juara I Duta Wisata Tahun 2019. Setelah dinobatkan menjadi mbak Rembang, ia pun melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi.

“Dapat juara III Mbak Duta Wisata Jawa Tengah 2019,” kata mahasiswi Semester I itu.

Ke depan, bersama Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR), dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan kembali pemilihan duta wisata. Yang rencana akan dilaksanakan pada Juli nanti. Di situ, lanjut dia, merupakan wadah dari pemuda.

”Di situ nanti diajari persiapannya,” imbuhnya. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

NABILLA Erviana Putri mengawali prestasinya dari melihat. Setiap ada even grand final pemilihan Duta Wisata, alumni SMAN 1 Rembang ini kerap meluangkan waktu untuk menonton. Hingga, sekitar dua tahun lalu, dia pun ikut merasakan bagaimana berkompetisi untuk menjadi putri pilihan dari Kota Santri.

Ya, ia mengaku, ketertarikannya menjadi seorang duta wisata berawal dari sering melihat malam grand final yang biasa dilaksanakan di Pendapa Museum RA Kartini. Kebetulan, tempat tinggal perempuan kepahiran Rembang, 18 November 2001 itu berada disekitar alun-alun. Yang lokasinya tak jauh dari Museum.

Hingga pada 2019 lalu, ia ditunjuk sebagai perwakilan SMAN 1 Rembang sebagai mbak duta wisata. Saat itu ia sedang duduk di kelas III. Dalam ajang itu tentunya  perlu mengikuti karantina. Untuk mendalami public speaking, cara duduk, hingga materi kepariwisataan.

Baca Juga :  Pengalaman Pahit Jangan Terulang

“Ada tentang psikologi, bahasa inggris, dan tata kelola pemerintahan juga ada,” katanya.

Ada beragam kegiatan lain yang ia ikuti saat mengikuti karantina. Dari tahapan-tahapan itu, Nabilla pun berhasil terpilih menjadi juara I Duta Wisata Tahun 2019. Setelah dinobatkan menjadi mbak Rembang, ia pun melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi.

“Dapat juara III Mbak Duta Wisata Jawa Tengah 2019,” kata mahasiswi Semester I itu.

Ke depan, bersama Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR), dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan kembali pemilihan duta wisata. Yang rencana akan dilaksanakan pada Juli nanti. Di situ, lanjut dia, merupakan wadah dari pemuda.

”Di situ nanti diajari persiapannya,” imbuhnya. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/