alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Waktu Singkat Tak Jadi Hambatan

ALVITA Rizqi Amalia belum lama ini dinobatkan sebagai Duta Museum 2022. Perjuangan dan usahanya tidak sia-sia. Meski semuanya serba singkat. Dengan waktu yang tak banyak itu, dia terpaksa begadang hingga tengah malam menyiapkan video dan naskah untuk dikirim ke panitia lomba.

Iya apa yang disandangnya sudah sepantasnya diperoleh. Apalagi melihat persiapan tidak ada sepekan. Karena dari sekolah memang mendapatkan informasinya dadakan. Setelah dia mendapatkan gambaran umum tentang lomba oleh gurunya, setelah pulang sekolah langsung memikirkan konsep membuat dua esai dan video sebagai syarat.

”Hari pertama saya masih blank. Hari berikutnya baru nemu ide. Akhirnya membuat video sampai sekitar pukul 22.00. Setelah itu dikirim ke pembina. Tapi, dapat revisi sampai empat kali. Lalu saya perbaiki. Sehari setelahnya saya kirim ke panitia lomba,” akunya.


Dia pun lolos di fase awal. Kemudian masuk ke grand final. Menghadapi babak puncak itu, persiapan hanya semalam. Namun, dia melakukan semaksimal mungkin. ”Alhamdulillah saya bisa terpilih menjadi Duta Museum 2022,” ujarnya bangga.

Setelah menyandang gelar Duta Museum itu, siswi kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Lasem ini, berusah menjalankan amanah sebaik mungkin. Termasuk bersama tim, dia langsung tancap gas menjalankan program. Ada dua program jangka pendek dan panjang.

”Sementara ini, saya fokus untuk merealisasikan program jangka pendek terlebih dahulu. Dengan effort yang tentunya lebih ringan daripada program jangkan panjang. Namun, sama-sama mampu untuk memberikan impact yang besar untuk museum,” terang perempuan kelahiran Rembang, 28 Maret 2005 ini.

Baca Juga :  Terpacu dari Marah Bapaknya

Perempuan yang berdomisili di Desa Tuyuhan, Pancur, Rembang, ini menjelaskan program jangka pendek itu, fokus pada media sosial. Untuk membangun awarness atau ketertarikan followers lama ataupun followers baru mengenai info seputar museum lewat kuis-kuis.

Dia berharap, program itu bisa meningkatkan followers IG Museum RA Kartini juga. Biar nanti ketika sedang mencanangkan program jangka panjang, akan banyak masyarakat yang tahu. Sekaligus memudahkan merealisasikan program.

”Istilahnya, program jangka pendek sebagai pintu pembuka sekaligus jembatan agar program jangka panjang yang akan kami realisasikan. Harapannya memberi impact yang maksimal,” ungkapnya.

Di sisi lain, Alvitaa memang terbilang pelajar kreatif. Dia suka eksplore sesuatu yang baru. Dalam berbagai kegiatan di sekolah juga ikut andil. Di antaranya bimbingan untuk anak-anak didik belajar bahasa Inggris.

Di bidang olahraga dia ikut tim basket sekolah. Kini timnya persiapan mengikuti pekan olahraga pelajar daerah (popda) dan pekan olahraga kabupaten (porkab). Dia juga pernah juara III bulu tangkis saat masih kelas VI SD.

Di bidang seni, dia suka melukis dan sudah menghasilkan sejumlah karya. Dia juga pernah belajar menyanyi. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

ALVITA Rizqi Amalia belum lama ini dinobatkan sebagai Duta Museum 2022. Perjuangan dan usahanya tidak sia-sia. Meski semuanya serba singkat. Dengan waktu yang tak banyak itu, dia terpaksa begadang hingga tengah malam menyiapkan video dan naskah untuk dikirim ke panitia lomba.

Iya apa yang disandangnya sudah sepantasnya diperoleh. Apalagi melihat persiapan tidak ada sepekan. Karena dari sekolah memang mendapatkan informasinya dadakan. Setelah dia mendapatkan gambaran umum tentang lomba oleh gurunya, setelah pulang sekolah langsung memikirkan konsep membuat dua esai dan video sebagai syarat.

”Hari pertama saya masih blank. Hari berikutnya baru nemu ide. Akhirnya membuat video sampai sekitar pukul 22.00. Setelah itu dikirim ke pembina. Tapi, dapat revisi sampai empat kali. Lalu saya perbaiki. Sehari setelahnya saya kirim ke panitia lomba,” akunya.

Dia pun lolos di fase awal. Kemudian masuk ke grand final. Menghadapi babak puncak itu, persiapan hanya semalam. Namun, dia melakukan semaksimal mungkin. ”Alhamdulillah saya bisa terpilih menjadi Duta Museum 2022,” ujarnya bangga.

Setelah menyandang gelar Duta Museum itu, siswi kelas XI MIPA 3 SMAN 1 Lasem ini, berusah menjalankan amanah sebaik mungkin. Termasuk bersama tim, dia langsung tancap gas menjalankan program. Ada dua program jangka pendek dan panjang.

”Sementara ini, saya fokus untuk merealisasikan program jangka pendek terlebih dahulu. Dengan effort yang tentunya lebih ringan daripada program jangkan panjang. Namun, sama-sama mampu untuk memberikan impact yang besar untuk museum,” terang perempuan kelahiran Rembang, 28 Maret 2005 ini.

Baca Juga :  Belajar Pose dari Internet

Perempuan yang berdomisili di Desa Tuyuhan, Pancur, Rembang, ini menjelaskan program jangka pendek itu, fokus pada media sosial. Untuk membangun awarness atau ketertarikan followers lama ataupun followers baru mengenai info seputar museum lewat kuis-kuis.

Dia berharap, program itu bisa meningkatkan followers IG Museum RA Kartini juga. Biar nanti ketika sedang mencanangkan program jangka panjang, akan banyak masyarakat yang tahu. Sekaligus memudahkan merealisasikan program.

”Istilahnya, program jangka pendek sebagai pintu pembuka sekaligus jembatan agar program jangka panjang yang akan kami realisasikan. Harapannya memberi impact yang maksimal,” ungkapnya.

Di sisi lain, Alvitaa memang terbilang pelajar kreatif. Dia suka eksplore sesuatu yang baru. Dalam berbagai kegiatan di sekolah juga ikut andil. Di antaranya bimbingan untuk anak-anak didik belajar bahasa Inggris.

Di bidang olahraga dia ikut tim basket sekolah. Kini timnya persiapan mengikuti pekan olahraga pelajar daerah (popda) dan pekan olahraga kabupaten (porkab). Dia juga pernah juara III bulu tangkis saat masih kelas VI SD.

Di bidang seni, dia suka melukis dan sudah menghasilkan sejumlah karya. Dia juga pernah belajar menyanyi. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/