alexametrics
23.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Richa Zumala Putri

Tekad Ikhlas dan Berjuang

MENJADI perawat di ruang isolasi pasien Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Hal itu seperti yang dirasakan Richa Zumala Putri beberapa waktu yang lalu.

Alumnus Akper Krida Husada Kudus ini mengabdi di sebuah rumah sakit. Dia bertugas jaga di ruang isolasi covid-19. Tugasnya mengurus keperluan-keperluan pasien yang sedang menjalani isolasi.

“Misal ada yang perlu diinfus ya nginfus, nyuapin pasien, bantu pasien BAB, nyuntik obat, ngasih oksigen, ngecek tanda vital, banyak banget tugasnya. Dan langsung berhubungan sama pasien-pasien positif Covid-19. Itu yang membuat ketar-ketir. Khawatir kalau tertular. Meskipun sudah pakai pelindung yang standar. Alhamdulillah selama bertugas aman,” kata gadis asal Desa Tambaharjo, Kecamatan Gabus ini.

Baca Juga :  Sempat Tak Direstui Orang tua, Kini Juara

Karena itu Rica, sapaan akrabnya, mengaku mantap saja saat  menjalani tugasnya itu. “Modalnya berdoa. Bismillah aja setiap bertugas,” imbuh gadis kelahiran Pati, 27 Maret 199 ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Rica bertugas selama tiga jam di ruang isolasi. Dia harus memakai pakaian APD lengkap ketika berada di ruangan itu.

“Kadang merasa gak kuat juga. Tapi lama-lama bisa menyesuaikan. Support logistik dari rumah sakit juga bagus. Biasanya dapat nasi sama lauk, makanan berat lainnya, susu, air dan lainnya. Yang membuatnya mantap karena sudah bertekad untuk ikhlas dan berjuang,” jelas Rica.






Reporter: Achmad Ulil Albab

MENJADI perawat di ruang isolasi pasien Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Hal itu seperti yang dirasakan Richa Zumala Putri beberapa waktu yang lalu.

Alumnus Akper Krida Husada Kudus ini mengabdi di sebuah rumah sakit. Dia bertugas jaga di ruang isolasi covid-19. Tugasnya mengurus keperluan-keperluan pasien yang sedang menjalani isolasi.

“Misal ada yang perlu diinfus ya nginfus, nyuapin pasien, bantu pasien BAB, nyuntik obat, ngasih oksigen, ngecek tanda vital, banyak banget tugasnya. Dan langsung berhubungan sama pasien-pasien positif Covid-19. Itu yang membuat ketar-ketir. Khawatir kalau tertular. Meskipun sudah pakai pelindung yang standar. Alhamdulillah selama bertugas aman,” kata gadis asal Desa Tambaharjo, Kecamatan Gabus ini.

Baca Juga :  Pandemi, Gagas Pelatihan Kerja

Karena itu Rica, sapaan akrabnya, mengaku mantap saja saat  menjalani tugasnya itu. “Modalnya berdoa. Bismillah aja setiap bertugas,” imbuh gadis kelahiran Pati, 27 Maret 199 ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Rica bertugas selama tiga jam di ruang isolasi. Dia harus memakai pakaian APD lengkap ketika berada di ruangan itu.

“Kadang merasa gak kuat juga. Tapi lama-lama bisa menyesuaikan. Support logistik dari rumah sakit juga bagus. Biasanya dapat nasi sama lauk, makanan berat lainnya, susu, air dan lainnya. Yang membuatnya mantap karena sudah bertekad untuk ikhlas dan berjuang,” jelas Rica.






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/