alexametrics
25 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Belajar Pose dari Internet

AWALNYA Hafifah Ramadhani memang tak ada niatan untuk terjun ke modeling. Kebetulan, pada 2016 lalu dia diajak untuk foto oleh kawannya yang menjadi forografer. Saat itu, memang masih malu-malu. Namun, ia meresa kalau sudah memiliki bakat berpose.

”Sudah dari kecil suka foto-foto sama keluarga dan pernah jadi perwakilan TK lomba fashion show tingkat kabupaten juga,” katanya.

Proses itu, ia pelajari secara otodidak. Yaitu dengan belajar berpose dari internet. Bagaimana cara bergaya yang baik, tidak kaku, dan juga percaya diri. ”Karena percaya diri itu penting dalam sesi pemotretan atau catwalk, runway, dan sebagainya,” katanya.


Bagi dia, menjadi model tak hanya modal cantik. Tapi juga harus berkarakter. Baik bersikap maupun pintar bergaya di setiap tema.

Dari kesibukannya itu, Hafifah sering menjad model baju racing. Hingga saat kenal MUA. Sekitar 2017 ia pun diajak gabung ke Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) wilayah Rembang. ”Sampai pada akhirnya pada 2019 KFI Rembang bubar. Dan jadi model freelance hingga sekarang,” ujarnya.

Baca Juga :  Dapat Tiga Beasiswa Sekaligus

Dia sering menghabiskan hobinya itu di Semarang. Kebetulan, saat ini cewek kelahiran Rembang, 18 Desember 2000 itu, sedang kuliah di sana. Mengambil jurusan hukum.

Karena masih menuntut ilmu, ia memilih lebih memprioritaskan belajar ketika ada kelas. Sementara untuk modeling sendiri ia batasi. Karena bagi Hafifah menjadi model merupakan hobi. Bukan sekadar pekerjaan. ”Mengikuti kelas perkuliahan lah yang wajib, karena saya sebagai mahasiswi,” katanya.

Tentu saja ada banyak pengalaman yang ia dapat dari modeling. Seperti bertemu dengan orang baru, mendapatkan banyak relasi, dan momen-momen yang bisa dikenang di hari tua nanti. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

AWALNYA Hafifah Ramadhani memang tak ada niatan untuk terjun ke modeling. Kebetulan, pada 2016 lalu dia diajak untuk foto oleh kawannya yang menjadi forografer. Saat itu, memang masih malu-malu. Namun, ia meresa kalau sudah memiliki bakat berpose.

”Sudah dari kecil suka foto-foto sama keluarga dan pernah jadi perwakilan TK lomba fashion show tingkat kabupaten juga,” katanya.

Proses itu, ia pelajari secara otodidak. Yaitu dengan belajar berpose dari internet. Bagaimana cara bergaya yang baik, tidak kaku, dan juga percaya diri. ”Karena percaya diri itu penting dalam sesi pemotretan atau catwalk, runway, dan sebagainya,” katanya.

Bagi dia, menjadi model tak hanya modal cantik. Tapi juga harus berkarakter. Baik bersikap maupun pintar bergaya di setiap tema.

Dari kesibukannya itu, Hafifah sering menjad model baju racing. Hingga saat kenal MUA. Sekitar 2017 ia pun diajak gabung ke Komunitas Fotografi Indonesia (KFI) wilayah Rembang. ”Sampai pada akhirnya pada 2019 KFI Rembang bubar. Dan jadi model freelance hingga sekarang,” ujarnya.

Baca Juga :  Pandemi, Gagas Pelatihan Kerja

Dia sering menghabiskan hobinya itu di Semarang. Kebetulan, saat ini cewek kelahiran Rembang, 18 Desember 2000 itu, sedang kuliah di sana. Mengambil jurusan hukum.

Karena masih menuntut ilmu, ia memilih lebih memprioritaskan belajar ketika ada kelas. Sementara untuk modeling sendiri ia batasi. Karena bagi Hafifah menjadi model merupakan hobi. Bukan sekadar pekerjaan. ”Mengikuti kelas perkuliahan lah yang wajib, karena saya sebagai mahasiswi,” katanya.

Tentu saja ada banyak pengalaman yang ia dapat dari modeling. Seperti bertemu dengan orang baru, mendapatkan banyak relasi, dan momen-momen yang bisa dikenang di hari tua nanti. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/