alexametrics
25.2 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Berharap Bahasa Isyarat Masuk Kurikulum

ISNA Umroatul Farihah baru saja terpilih menjadi Duta Bahasa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) 2021. Predikat itu, diraihnya setelah mengikuti beberapa seleksi. Meliputi, menulis essay, wawancara dengan tiga bahasa (Inggris, Indonesia, dan Jawa), ditambah unjuk bakat.

Setelah mendapatkan predikat sebagai Duta Bahasa, gadis yang sering disapa Isna ini, memiliki keinginan untuk merangkul bahasa isyarat. ”Karena bagaimana pun, kita sebagai makhluk sosial tidak akan tahu akan berinteraksi dengan siapa esok. Maka, perlu kita sebagai orang regular (orang yang tidak berkebutuhan khusus) untuk mempelajari bahasa isyarat,” tutur perempuan kelahiran 17 Februari 1999 ini.

Untuk itu, mahasiswi semester V program studi (prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Unisnu di Jepara ini, sangat berharap agar bahasa isyarat dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan formal.

Baca Juga :  Mengenal Kurikulum Paradigma Baru

Sebagai sosok Duta Bahasa Unisnu, program terdekat yang ingin digelarnya adalah bekerja sama dengan sekolah luar biasa yang ada di Kota Ukir. Tujuannya, untuk memberikan pelatihan bahasa isyarat dasar, baik secara daring maupun luring. ”Tentunya akan melibatkan UPT Pengembangan Bahasa Unisnu Jepara,” tandas gadis yang beralamat di Desa Ngabul, Tahunan, Jepara, ini. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

ISNA Umroatul Farihah baru saja terpilih menjadi Duta Bahasa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) 2021. Predikat itu, diraihnya setelah mengikuti beberapa seleksi. Meliputi, menulis essay, wawancara dengan tiga bahasa (Inggris, Indonesia, dan Jawa), ditambah unjuk bakat.

Setelah mendapatkan predikat sebagai Duta Bahasa, gadis yang sering disapa Isna ini, memiliki keinginan untuk merangkul bahasa isyarat. ”Karena bagaimana pun, kita sebagai makhluk sosial tidak akan tahu akan berinteraksi dengan siapa esok. Maka, perlu kita sebagai orang regular (orang yang tidak berkebutuhan khusus) untuk mempelajari bahasa isyarat,” tutur perempuan kelahiran 17 Februari 1999 ini.

Untuk itu, mahasiswi semester V program studi (prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Unisnu di Jepara ini, sangat berharap agar bahasa isyarat dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan formal.

Baca Juga :  Merias Sama Saja Melukis

Sebagai sosok Duta Bahasa Unisnu, program terdekat yang ingin digelarnya adalah bekerja sama dengan sekolah luar biasa yang ada di Kota Ukir. Tujuannya, untuk memberikan pelatihan bahasa isyarat dasar, baik secara daring maupun luring. ”Tentunya akan melibatkan UPT Pengembangan Bahasa Unisnu Jepara,” tandas gadis yang beralamat di Desa Ngabul, Tahunan, Jepara, ini. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/