alexametrics
24.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Tak hanya Jadi Bidan, Dwi Putri Puspitasari juga Kuasai 30 Menu Kopi

SEBAGAI bidan, Dwi Putri Puspitasari tak hanya piawai menggunakan alat-alat medis untuk memeriksa pasien. Namun, dia juga piawai membuat berbagai macam menu kopi. Di sela-sela waktunya membantu masyarakat, perempuan berjilbab ini juga terampil dalam meracik kopi. Sehari-hari Dwi Putri juga aktif menjadi seorang barista.

Beberapa waktu lalu ia juga tampil di ekspo kopi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Di stan kedai N Koffe, ia tampak piawai meracik pesanan menggunakan alat-alat kopi modern.

Dia butuh waktu sekitar dua tahun untuk belajar. Saat ini, setidaknya sudah sekitar 30 menu olahan kopi atau minuman lain yang sudah dikuasai. Berbagai jenis olahan itu, sudah terpampang di daftar menu kedai N Koffe. ”Semua menu sudah bisa semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terpacu dari Marah Bapaknya

Menjadi peracik kopi tentu saja ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui. Seperti jenis kopi arabika dan robusta yang memiliki karakteristik rasa tersendiri. Latihan itu ia pelajari otodidak. Tak hanya mengenali karekteristik biji kopi, peracikan pun juga ia tekuni. Suaminya juga seorang barista. ”Belajar otodidak. Harus ada gramasi air ditimbang,” ujarnya.

Setelah melalui proses pembelajaran pada 2020 lalu, ia merasa yang menjadi kesulitan saat menentutan kelembutan biji kopi. Uniknya, kalau airnya terlalu panas rasanya agak pahit. Sebab temperatur juga harus diatur. Pernah juga ada pengalaman ketika alat suhunya rusak. Sehingga berpengaruh pada rasa kopi yang ia buat. (lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

SEBAGAI bidan, Dwi Putri Puspitasari tak hanya piawai menggunakan alat-alat medis untuk memeriksa pasien. Namun, dia juga piawai membuat berbagai macam menu kopi. Di sela-sela waktunya membantu masyarakat, perempuan berjilbab ini juga terampil dalam meracik kopi. Sehari-hari Dwi Putri juga aktif menjadi seorang barista.

Beberapa waktu lalu ia juga tampil di ekspo kopi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Di stan kedai N Koffe, ia tampak piawai meracik pesanan menggunakan alat-alat kopi modern.

Dia butuh waktu sekitar dua tahun untuk belajar. Saat ini, setidaknya sudah sekitar 30 menu olahan kopi atau minuman lain yang sudah dikuasai. Berbagai jenis olahan itu, sudah terpampang di daftar menu kedai N Koffe. ”Semua menu sudah bisa semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Akan Kerja Bareng Selenggerakan Duta Wisata

Menjadi peracik kopi tentu saja ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui. Seperti jenis kopi arabika dan robusta yang memiliki karakteristik rasa tersendiri. Latihan itu ia pelajari otodidak. Tak hanya mengenali karekteristik biji kopi, peracikan pun juga ia tekuni. Suaminya juga seorang barista. ”Belajar otodidak. Harus ada gramasi air ditimbang,” ujarnya.

Setelah melalui proses pembelajaran pada 2020 lalu, ia merasa yang menjadi kesulitan saat menentutan kelembutan biji kopi. Uniknya, kalau airnya terlalu panas rasanya agak pahit. Sebab temperatur juga harus diatur. Pernah juga ada pengalaman ketika alat suhunya rusak. Sehingga berpengaruh pada rasa kopi yang ia buat. (lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/