alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Merias Sama Saja Melukis

ELOK Fadhilatul Ulya, perempuan muda 24 tahun memiliki karir cemerlang di bidang tata rias pengantin. Diundang berbagai kegiatan menjadi narasumber sampai instruktur, membuatnya makin tertantang untu update ilmu rias pengantin.

Elok bercerita, awal mula sebelum jadi perias, dia menjadi penari Jawa. Bidang seni melenggokkan badan itu, ditekuni sejak kelas I SD sampai kelas XII SMA. Setiap pentas menari harus merias wajah sendiri dan teman-teman. Dari situlah keluwesan tangan Elok menggoreskan alat make up mengubah wajah orang menjadi cantik.

”Saya memang dari keluarga berjiwa seni. Terutama bapak dan ibu saya. Saya pun suka dengan seni. Jenis apapun, mulai dari menggambar, melukis, menyanyi, sampai menari,” ungkapnya.


Menurutnya, merias wajah sama halnya menggambar atau melukis. Bedanya dari media. Kalau make up itu medianya wajah. Tapi, keluwesan tangan Elok dari suka menggambar dan memang bakat.

”Kalau menggambar itu di kertas atau kanvas, kalau merias di wajah. Saya memulai make up sejak kelas IX SMP. Sekitar dari 2017 lalu. Secara otodidak. Dulu belum ada istilah MUA (make up artist). Pada perkembangan zaman, akhirnya menjadi MUA,” ujarnya.

Baca Juga :  Bikin Tas Limited Edition

Waktu itu, dia hanya menerima job make up wisuda dan acara pertunangan. Dia baru benar-benar total menekuni pada 2019. Elok kursus di salah satu MUA hits di Kota Semarang. Ia memegang prinsip sejak kecil harus jadi orang yang multitalenta.

”Ya, menari sekarang hanya sekadar hobi. Dulu saya menguasai tari klasik, modern, tari kreasi, tradisional, hingga sexy dance. Dulu saya kuasai semua,” jelasnya.

Elok menambahkan, sebenarnya dulu dia ingin menjadi guru. Tapi pupus karena ada moratorium rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) selama lima tahun. Akhirnya, ia memilih menekuni make up.

Namun, keinginannya menjadi guru itu, saat ini disalurkan untuk menjadi mentor make up. ”Alhammdulillah, masa pandemi meski ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) perias tetap ada job. Tidak terus berhenti total. Meski memang menurun drastis. Saya juga membuka kursus make up,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

ELOK Fadhilatul Ulya, perempuan muda 24 tahun memiliki karir cemerlang di bidang tata rias pengantin. Diundang berbagai kegiatan menjadi narasumber sampai instruktur, membuatnya makin tertantang untu update ilmu rias pengantin.

Elok bercerita, awal mula sebelum jadi perias, dia menjadi penari Jawa. Bidang seni melenggokkan badan itu, ditekuni sejak kelas I SD sampai kelas XII SMA. Setiap pentas menari harus merias wajah sendiri dan teman-teman. Dari situlah keluwesan tangan Elok menggoreskan alat make up mengubah wajah orang menjadi cantik.

”Saya memang dari keluarga berjiwa seni. Terutama bapak dan ibu saya. Saya pun suka dengan seni. Jenis apapun, mulai dari menggambar, melukis, menyanyi, sampai menari,” ungkapnya.

Menurutnya, merias wajah sama halnya menggambar atau melukis. Bedanya dari media. Kalau make up itu medianya wajah. Tapi, keluwesan tangan Elok dari suka menggambar dan memang bakat.

”Kalau menggambar itu di kertas atau kanvas, kalau merias di wajah. Saya memulai make up sejak kelas IX SMP. Sekitar dari 2017 lalu. Secara otodidak. Dulu belum ada istilah MUA (make up artist). Pada perkembangan zaman, akhirnya menjadi MUA,” ujarnya.

Baca Juga :  Telateni Latihan Gitar

Waktu itu, dia hanya menerima job make up wisuda dan acara pertunangan. Dia baru benar-benar total menekuni pada 2019. Elok kursus di salah satu MUA hits di Kota Semarang. Ia memegang prinsip sejak kecil harus jadi orang yang multitalenta.

”Ya, menari sekarang hanya sekadar hobi. Dulu saya menguasai tari klasik, modern, tari kreasi, tradisional, hingga sexy dance. Dulu saya kuasai semua,” jelasnya.

Elok menambahkan, sebenarnya dulu dia ingin menjadi guru. Tapi pupus karena ada moratorium rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) selama lima tahun. Akhirnya, ia memilih menekuni make up.

Namun, keinginannya menjadi guru itu, saat ini disalurkan untuk menjadi mentor make up. ”Alhammdulillah, masa pandemi meski ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) perias tetap ada job. Tidak terus berhenti total. Meski memang menurun drastis. Saya juga membuka kursus make up,” imbuhnya. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/