alexametrics
26 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Tampil Bersama 65 Seniman Muda Indonesia

ALIYA Arta Paramita sejak usianya tiga tahun sudah mengikuti beragam ajang lomba, mulai dari modeling hingga menyanyi.

Dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kategori solo song dia berhasil melaju ke tingkat provinsi. Terbaru menjadi Finalis 9th Hongkong Internastional Youth Performing Arts Festival 2022. Siswi kelas IX SMP 1 Kudus itu berhasil meraih diamond award dan virtual Ensem bersama 65 seniman muda musik dan tari dari berbagai kota di Indonesia.

”Tapi saya berkeinginan menjadi profesor bidang sains, karena saya suka pelajaran biologi dan mempelajari anatomi hewan. Ya, sedikit aneh, karena juaranya bidang seni tapi keinginan justru bidang sains,” kata Aliya.


Ia akui orang tuanya mendukung segala aktivitas yang dijalaninya. Tidak ada paksaan.

Baca Juga :  Pengalaman Pahit Jangan Terulang

”Ya kalau dilihat sekarang passion saya memang bidang seni khususnya di tarik suara. Tapi, saya ingin mencoba yang lain, di luar zona yang saat ini saya tekuni. Cukup ekstrim juga bagi saya, namun kalau bisa kenapa tidak,” ungkapnya.

Ia mengaku sampai sekarang masih latihan bernyanyi, bahkan lebih fokus melatih suara untuk tembang mocopat.

”Pernah juga ikut lomba mocopat waktu FLS2N, ya belajar itu dari mulai yang sulit. Menurut saya, sesuatu yang baru dan menarik harus dipelajari,” paparnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

ALIYA Arta Paramita sejak usianya tiga tahun sudah mengikuti beragam ajang lomba, mulai dari modeling hingga menyanyi.

Dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kategori solo song dia berhasil melaju ke tingkat provinsi. Terbaru menjadi Finalis 9th Hongkong Internastional Youth Performing Arts Festival 2022. Siswi kelas IX SMP 1 Kudus itu berhasil meraih diamond award dan virtual Ensem bersama 65 seniman muda musik dan tari dari berbagai kota di Indonesia.

”Tapi saya berkeinginan menjadi profesor bidang sains, karena saya suka pelajaran biologi dan mempelajari anatomi hewan. Ya, sedikit aneh, karena juaranya bidang seni tapi keinginan justru bidang sains,” kata Aliya.

Ia akui orang tuanya mendukung segala aktivitas yang dijalaninya. Tidak ada paksaan.

Baca Juga :  Ikut Ngajar di Ponpes

”Ya kalau dilihat sekarang passion saya memang bidang seni khususnya di tarik suara. Tapi, saya ingin mencoba yang lain, di luar zona yang saat ini saya tekuni. Cukup ekstrim juga bagi saya, namun kalau bisa kenapa tidak,” ungkapnya.

Ia mengaku sampai sekarang masih latihan bernyanyi, bahkan lebih fokus melatih suara untuk tembang mocopat.

”Pernah juga ikut lomba mocopat waktu FLS2N, ya belajar itu dari mulai yang sulit. Menurut saya, sesuatu yang baru dan menarik harus dipelajari,” paparnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/