alexametrics
24.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Yang Muda Yang Jago Ketoprak

VIDEA Febriantika memiliki paras ayu. Tubuhnya juga proporsional. Suaranya merdu. Dia juga jago bermain peran. Bahkan pintar juga mengocok perut lewat aksi dagelan. Dia membuktikannya saat sekolahnya SMAN 1 Sale launching rumah produksi seni.

Dea, begitu sapaanya, memang multitalenta. Paling menonjol di bidang seni. Selain jago menari, dia juga bisa menyanyi. Di tengah kesibukanya sebagai pelajar juga anggota ketoprak di kampung halamanya.

Tidak semua anak seusianya mau menekuni dunia ketoprak. Dia sangat getol nguri-uri budaya. Sekaligus meneruskan jejak seni di lingkungan keluarga. Untuk mengembangkan kelak lulus sekolah melanjutkan kuliah di Institusi Seni Indonesia (ISI).


”Aku ikut seniman ketoprak. Punya orang tua nama ketopraknya Wahyu Budoyo Sale. Orang tua saudara-saudara juga seniman semua. Alhamdulillah jadi turun temurun,” kata dara kelahiran Rembang 02 Februari 2004 ini.

Remaja 17 tahun itu di-support orang tua. Terbukti sangat mendukung sekali setiap kali mengembangkan bakatnya. Selain ketoprak biasanya Dea ikut menyanyi organ tunggal.

Baca Juga :  Belajar Beladiri Bonus Prestasi

Pelajar kelas XII itu mengaku mulai menekuni seni ketoprak sejak kelas 4 SD. Tapi itu belum ditekuni secara kontinyu. Karena masih sekolah dan masih kecil. Semenjak masih tsanawiyah (setara SMP) baru mulai benar-benar mendalaminya.

”Dea menekuni seni ketoprak maupun nyanyi. Banyak pengalaman yang saya ambil. Salah satu tidak mudah untuk menjadi seniman di usia muda dan sebagi seorang pelajar. Tapi alhamdulillah bapak ibu guru SMAN 1 SALE sangat mendukung,” bangganya.

Teriring harapan. Jika tuhan menghendaki, Dea insya Allah bercita-cita ingin melanjutkan sekolah di ISI. Kalau bisa tetap bagi waktu membantu orang tua sebagi pekerja ketoprak.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut Dea terus tekun belajar. Baginya mengemban ilmu sangat penting. Meningkatkan intelektualitas atau kecerdasan. Supaya bisa membanggakan kedua orang tua. (noe/him)






Reporter: Wisnu Aji

VIDEA Febriantika memiliki paras ayu. Tubuhnya juga proporsional. Suaranya merdu. Dia juga jago bermain peran. Bahkan pintar juga mengocok perut lewat aksi dagelan. Dia membuktikannya saat sekolahnya SMAN 1 Sale launching rumah produksi seni.

Dea, begitu sapaanya, memang multitalenta. Paling menonjol di bidang seni. Selain jago menari, dia juga bisa menyanyi. Di tengah kesibukanya sebagai pelajar juga anggota ketoprak di kampung halamanya.

Tidak semua anak seusianya mau menekuni dunia ketoprak. Dia sangat getol nguri-uri budaya. Sekaligus meneruskan jejak seni di lingkungan keluarga. Untuk mengembangkan kelak lulus sekolah melanjutkan kuliah di Institusi Seni Indonesia (ISI).

”Aku ikut seniman ketoprak. Punya orang tua nama ketopraknya Wahyu Budoyo Sale. Orang tua saudara-saudara juga seniman semua. Alhamdulillah jadi turun temurun,” kata dara kelahiran Rembang 02 Februari 2004 ini.

Remaja 17 tahun itu di-support orang tua. Terbukti sangat mendukung sekali setiap kali mengembangkan bakatnya. Selain ketoprak biasanya Dea ikut menyanyi organ tunggal.

Baca Juga :  Cedera Jadi Motivasi

Pelajar kelas XII itu mengaku mulai menekuni seni ketoprak sejak kelas 4 SD. Tapi itu belum ditekuni secara kontinyu. Karena masih sekolah dan masih kecil. Semenjak masih tsanawiyah (setara SMP) baru mulai benar-benar mendalaminya.

”Dea menekuni seni ketoprak maupun nyanyi. Banyak pengalaman yang saya ambil. Salah satu tidak mudah untuk menjadi seniman di usia muda dan sebagi seorang pelajar. Tapi alhamdulillah bapak ibu guru SMAN 1 SALE sangat mendukung,” bangganya.

Teriring harapan. Jika tuhan menghendaki, Dea insya Allah bercita-cita ingin melanjutkan sekolah di ISI. Kalau bisa tetap bagi waktu membantu orang tua sebagi pekerja ketoprak.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut Dea terus tekun belajar. Baginya mengemban ilmu sangat penting. Meningkatkan intelektualitas atau kecerdasan. Supaya bisa membanggakan kedua orang tua. (noe/him)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/