alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Belajar Budaya Jepang

SEMANGAT untuk mempelajari budaya asing bisa disalurkan lewat beragam cara. Salah satunya dengan mendatangi negara itu sendiri. Itulah yang dilakukan Nayyara Azwa Nabila, bulan ini.

Ia terpilih menjadi salah satu peserta program pertukaran pelajar di Jepang, yang diselenggarakan oleh Bina Antar Budaya bekerja sama dengan AFS Intercultural Programs.

Nayyara tidak menyangka ia bisa terpilih menjadi salah satu peserta yang lolos. Sebab, di salah satu tahapan seleksi ia merasa tahapan itu sulit. Namun ternyata ia bisa melewatinya.


Ada banyak tahapan yang ia lalui sebelum sampai dinyatakan lolos. Seperti esai, seleksi dinamika kelompok, dan wawancara. Saat itu September 2021 dan pandemi masih ganas. Banyak seleksi dilaksanakan secara online.

Nayya -sapaan akrabnya, menilai seleksi ini tidak mudah. “Tapi Alhamdulillah, bisa lolos ternyata,” kata Nayya.

Kata perempuan kelahiran 2006 ini, niat awalnya mengikuti program adalah untuk memelajari budaya asing. Khususnya budaya Jepang. Saat itu ia iseng mencari informasi di internet terkait pertukaran pelajar di Jepang. Akhirnya ia menemukan Program Bina Antar Budaya.

Baca Juga :  Miliki Peran Ganda

Nayya mengaku sangat menggemari budaya Jepang.

Selain karena menggemari anime, ia kagum dengan pakaian adat Jepang, arsitektur di sana, serta sikap hormat orang Jepang terhadap orang tua. ”Aku suka mannersnya, mereka juga sangat menghormati orang tua,” kata Nayya dengan antusias.

Perempuan yang hobi menggambar ini juga ingin melihat secara langsung gaya berbusana orang-orang Jepang. ”Kimono itu cakep, semoga nanti disana bisa lihat langsung fashion stylenya,” kata Nayya yang juga merupakan anak Kapolres Jepara, AKBP Warsono ini.

Ia juga berharap, saat di Jepang ia bisa mempelajari secara langsung bahasa Jepang. Dari orang Jepang asli. Kebetulan, ia juga sedang menekuni bahasa Jepang secara privat setelah pulang sekolah. (nib/zen)

SEMANGAT untuk mempelajari budaya asing bisa disalurkan lewat beragam cara. Salah satunya dengan mendatangi negara itu sendiri. Itulah yang dilakukan Nayyara Azwa Nabila, bulan ini.

Ia terpilih menjadi salah satu peserta program pertukaran pelajar di Jepang, yang diselenggarakan oleh Bina Antar Budaya bekerja sama dengan AFS Intercultural Programs.

Nayyara tidak menyangka ia bisa terpilih menjadi salah satu peserta yang lolos. Sebab, di salah satu tahapan seleksi ia merasa tahapan itu sulit. Namun ternyata ia bisa melewatinya.

Ada banyak tahapan yang ia lalui sebelum sampai dinyatakan lolos. Seperti esai, seleksi dinamika kelompok, dan wawancara. Saat itu September 2021 dan pandemi masih ganas. Banyak seleksi dilaksanakan secara online.

Nayya -sapaan akrabnya, menilai seleksi ini tidak mudah. “Tapi Alhamdulillah, bisa lolos ternyata,” kata Nayya.

Kata perempuan kelahiran 2006 ini, niat awalnya mengikuti program adalah untuk memelajari budaya asing. Khususnya budaya Jepang. Saat itu ia iseng mencari informasi di internet terkait pertukaran pelajar di Jepang. Akhirnya ia menemukan Program Bina Antar Budaya.

Baca Juga :  Terima Job di Sela Kuliah

Nayya mengaku sangat menggemari budaya Jepang.

Selain karena menggemari anime, ia kagum dengan pakaian adat Jepang, arsitektur di sana, serta sikap hormat orang Jepang terhadap orang tua. ”Aku suka mannersnya, mereka juga sangat menghormati orang tua,” kata Nayya dengan antusias.

Perempuan yang hobi menggambar ini juga ingin melihat secara langsung gaya berbusana orang-orang Jepang. ”Kimono itu cakep, semoga nanti disana bisa lihat langsung fashion stylenya,” kata Nayya yang juga merupakan anak Kapolres Jepara, AKBP Warsono ini.

Ia juga berharap, saat di Jepang ia bisa mempelajari secara langsung bahasa Jepang. Dari orang Jepang asli. Kebetulan, ia juga sedang menekuni bahasa Jepang secara privat setelah pulang sekolah. (nib/zen)


Most Read

Artikel Terbaru

/