alexametrics
25.7 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Jadi Pebisnis setelah Merasakan Sendiri Manfaat

BERGELUT di dunia bisnis ditekuni Nur Haryanti sejak 2017. Kali pertama ia langsung tertarik berbisnis minuman pelangsing atau penurun berat badan. Bahkan, ia kembangkan hingga ke luar Pulau Jawa.

Ide bisnisnya itu muncul kali pertama saat ia mulai memiliki hobi mengonsumsi minuman diet tersebut. Karena merasakan khasiatnya sendiri, Yanti –sapaan akrabnya- berinisiatif menyebarluaskan ke teman-temannya.

”Awalnya minuman diet rutin saya minum sendiri. Agar sehat dan tentu berat badan turun. Setelah saya membuktikan sendiri, maka saya mulai berpikir untuk menjualnya. Tentu agar membantu para pejuang diet,” jelasnya.


Berkat keuletannya, bisnisnya sudah merambah hingga ke luar Jawa seperti Kalimantan hingga Papua. Selama ini, gadis yang berasal dari Desa Dimoro, Toroh, Grobogan ini, hanya memasarkan jualannya melalui media daring pribadinya.

Namun tak mudah, gadis kelahiran Grobogan 22 Oktober 1993 ini sempat mengalami berbagai macam tantangan dalam berbisnis. Mulai dari pelanggan yang tidak memberi kepastian transfer, hingga ada yang berbohong sudah mengirim uang.

Baca Juga :  Tidak Mau Terlena dalam Karir

Tak hanya itu, selain berbisnis minuman. Yanti mulai tertarik merambah bisnis lain yang bisa mengikuti perkembangan zaman. Alumni Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan ini mulai menjual hijab hingga gamis.

Berawal dari menjual brand orang lain, kini ia mulai menjual dengan brandnya sendiri. ”Sekarang lagi belajar buat brand hijab sendiri. Lumayan bisa diterima masyarakat,” imbuhnya.

Ia pun berharap agar para remaja jangan pernah merasa takut untuk memulai bisnis. ”Semakin sulit jalan yang kamu lalui, akan semakin banyak kebaikan yang akan didapat. Hanya saja harus belajar yakin dan bersabar,” ujarnya. (int/zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

BERGELUT di dunia bisnis ditekuni Nur Haryanti sejak 2017. Kali pertama ia langsung tertarik berbisnis minuman pelangsing atau penurun berat badan. Bahkan, ia kembangkan hingga ke luar Pulau Jawa.

Ide bisnisnya itu muncul kali pertama saat ia mulai memiliki hobi mengonsumsi minuman diet tersebut. Karena merasakan khasiatnya sendiri, Yanti –sapaan akrabnya- berinisiatif menyebarluaskan ke teman-temannya.

”Awalnya minuman diet rutin saya minum sendiri. Agar sehat dan tentu berat badan turun. Setelah saya membuktikan sendiri, maka saya mulai berpikir untuk menjualnya. Tentu agar membantu para pejuang diet,” jelasnya.

Berkat keuletannya, bisnisnya sudah merambah hingga ke luar Jawa seperti Kalimantan hingga Papua. Selama ini, gadis yang berasal dari Desa Dimoro, Toroh, Grobogan ini, hanya memasarkan jualannya melalui media daring pribadinya.

Namun tak mudah, gadis kelahiran Grobogan 22 Oktober 1993 ini sempat mengalami berbagai macam tantangan dalam berbisnis. Mulai dari pelanggan yang tidak memberi kepastian transfer, hingga ada yang berbohong sudah mengirim uang.

Baca Juga :  Lampiaskan Emosi lewat Futsal

Tak hanya itu, selain berbisnis minuman. Yanti mulai tertarik merambah bisnis lain yang bisa mengikuti perkembangan zaman. Alumni Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan ini mulai menjual hijab hingga gamis.

Berawal dari menjual brand orang lain, kini ia mulai menjual dengan brandnya sendiri. ”Sekarang lagi belajar buat brand hijab sendiri. Lumayan bisa diterima masyarakat,” imbuhnya.

Ia pun berharap agar para remaja jangan pernah merasa takut untuk memulai bisnis. ”Semakin sulit jalan yang kamu lalui, akan semakin banyak kebaikan yang akan didapat. Hanya saja harus belajar yakin dan bersabar,” ujarnya. (int/zen)






Reporter: Intan Maylani Sabrina

Most Read

Artikel Terbaru

/