alexametrics
20.9 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Berpengalaman Akting, Tekuni Modelling

LANGKAH demi langkah untuk terjun ke dunia model dilalui Salsa Valeta. Gadis kelahiran 15 Januari 2003 ini mengawali karir modelnya usai mengikuti shooting program FTV di Jogja pada 2017/2018. Saat itu ia dipertemukan dengan teman model dari daerah Pati.

“Terus mereka mengajak saya untuk ikut salah satu kompetisi modelling catwalk di Rembang,” katanya.

Dari situ, ia pun belajar banyak tentang dunia modelling, mulai dari teknik catwalk, berjalan di atas panggung, dan juga pose. “Itu juga jadi tantangan, karena awalnya saya itu di dunia peran (acting),” ujarnya.


Selama menekuni catwalk, Salsa menyebut jika dia sering mengikuti kompetisi di beberapa daerah. Di antaranya di Purwodadi, Semarang, Kudus, dan Pati. “Dan saat mengikuti seleksi Miss Global. Saya jadi pemenang runner up, juara II,” ungkapnya.

Tetapi setelah itu ia sempat merasa jenuh, keterampilan modelnya hanya sekedar mengikuti lomba saja. Karena menurutnya, hal itu mengeluarkan banyak biaya. “Terus saya kepikiran kenapa tidak sekalian hobi ini dijadikan kerja saja,” ungkapnya.

Setelah itu ia ditawari untuk ikut photoshoot event hunting, ia ingat betul, pertama kali dapat job itu di Jepara, dengan dibayar Rp 50 ribu saja sebagai uang transport. Bekerja dari pagi sampai sore.

Namun kemudia dari situ ia mulai kenal dengan beberapa fotografer dan diajak hunting foto dan mulai berpenghasilan dari situ. “Model photoshoot dan hunting pada saat itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Kendalikan Mood dengan Aerobic

Setelah itu, tak lama kemudian, ada tawaran model make up artist (MUA) perias Kudus. Dari situ pun ia belajar pose juga. Karena model MUA, kata dia, motretnya lebih fokus/close up. Jadi berbeda dengan biasanya. Sejak saat itu ia mulai luwes, dan mulai diajak oleh perias-perias lainnya dari berbagai daerah. Di antaranya Semarang, Jepara, Pati, Rembang, dan juga Kudus.

Sampai sekarang, Salsa masih belum terikat kerja sama dengan pihak terkait. Ia mengaku masih ingin bekerja secara freelance. Karena waktunya yang fleksibel serta bebas. Karena pada dasarnya, hobi modelling baginya merupakan waktu luang yang bisa mendapatkan uang. Bukan untuk tuntutan.

“Upaya personal branding sendiri saya rajin upload feed di Instagram terus promosi sosial media,” jelasnya.

Disamping itu juga, saat free dirumah ia selalu menyempatkan diri untuk latihan catwalk, sambil jalan di depan cermin. Latihan itu bertujuan mengekspresikan diri, serta latihan atur mood.

Dari berbagai pengalaman yang ia raih, ia mulai paham seberapa pentingnya penampilan di dunia modelling. “Sekarang fokus model photoshoot dan make up. Kalau akting pengen mendalami lagi tapi waktunya belum ada, apalagi ini mau kuliah karena baru lulus SMK,” imbuhnya. (ark/him)

LANGKAH demi langkah untuk terjun ke dunia model dilalui Salsa Valeta. Gadis kelahiran 15 Januari 2003 ini mengawali karir modelnya usai mengikuti shooting program FTV di Jogja pada 2017/2018. Saat itu ia dipertemukan dengan teman model dari daerah Pati.

“Terus mereka mengajak saya untuk ikut salah satu kompetisi modelling catwalk di Rembang,” katanya.

Dari situ, ia pun belajar banyak tentang dunia modelling, mulai dari teknik catwalk, berjalan di atas panggung, dan juga pose. “Itu juga jadi tantangan, karena awalnya saya itu di dunia peran (acting),” ujarnya.

Selama menekuni catwalk, Salsa menyebut jika dia sering mengikuti kompetisi di beberapa daerah. Di antaranya di Purwodadi, Semarang, Kudus, dan Pati. “Dan saat mengikuti seleksi Miss Global. Saya jadi pemenang runner up, juara II,” ungkapnya.

Tetapi setelah itu ia sempat merasa jenuh, keterampilan modelnya hanya sekedar mengikuti lomba saja. Karena menurutnya, hal itu mengeluarkan banyak biaya. “Terus saya kepikiran kenapa tidak sekalian hobi ini dijadikan kerja saja,” ungkapnya.

Setelah itu ia ditawari untuk ikut photoshoot event hunting, ia ingat betul, pertama kali dapat job itu di Jepara, dengan dibayar Rp 50 ribu saja sebagai uang transport. Bekerja dari pagi sampai sore.

Namun kemudia dari situ ia mulai kenal dengan beberapa fotografer dan diajak hunting foto dan mulai berpenghasilan dari situ. “Model photoshoot dan hunting pada saat itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Ikuti Riset di Berbagai Negara

Setelah itu, tak lama kemudian, ada tawaran model make up artist (MUA) perias Kudus. Dari situ pun ia belajar pose juga. Karena model MUA, kata dia, motretnya lebih fokus/close up. Jadi berbeda dengan biasanya. Sejak saat itu ia mulai luwes, dan mulai diajak oleh perias-perias lainnya dari berbagai daerah. Di antaranya Semarang, Jepara, Pati, Rembang, dan juga Kudus.

Sampai sekarang, Salsa masih belum terikat kerja sama dengan pihak terkait. Ia mengaku masih ingin bekerja secara freelance. Karena waktunya yang fleksibel serta bebas. Karena pada dasarnya, hobi modelling baginya merupakan waktu luang yang bisa mendapatkan uang. Bukan untuk tuntutan.

“Upaya personal branding sendiri saya rajin upload feed di Instagram terus promosi sosial media,” jelasnya.

Disamping itu juga, saat free dirumah ia selalu menyempatkan diri untuk latihan catwalk, sambil jalan di depan cermin. Latihan itu bertujuan mengekspresikan diri, serta latihan atur mood.

Dari berbagai pengalaman yang ia raih, ia mulai paham seberapa pentingnya penampilan di dunia modelling. “Sekarang fokus model photoshoot dan make up. Kalau akting pengen mendalami lagi tapi waktunya belum ada, apalagi ini mau kuliah karena baru lulus SMK,” imbuhnya. (ark/him)


Most Read

Artikel Terbaru

/