alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Gegara Teh Rosela

BERMULA dari kegemaran meracik dan menyeduh teh dari bunga-bunga kering mengantarkan seorang Siwi Agustina mengasilkan banyak karya. Di antaranya menulis naskah lakon. Naskah tersebut ditulis dan sering digunakan untuk pertunjukkan teater yang dia ikuti sejak 2009 yang lalu.

”Saya memang aktif pada kegiatan teater di kelompok Teater Minatani Pati,” kata perempuan kelahiran 17 Agustus 1988 itu.

Di antaranya naskah lakon yang pernah dibuatnya Ranjang Milik Siapa, Keranjang, Keresahan Para, Tiyang, Surat untuk A, Perempuan Dalam Koma, Plot, Syal Merah Jambu, dan Do’a Perawan Tua.


“Selain itu juga ada beberapa karya bentuk cerpen dan puisi,” imbuhnya.

Dari hobi bermain teater, dia juga berhasil menciptakan dua buku tunggal yang terbit dengan judul “Bias Lara Rosela dan Pernahkah Kita Jatuh Cinta”.

Dia mengatakan, buku Bias Lara Rosella ditulis itu juga karena terinspirasi dari kegemarannya meminum tisane rosela (teh dari bunga kering).

”Karena basic-nya dari kecil suka teh dan dari bunga yang gemar saya seduh itu, lalu muncul cerita, terus saya tulis dan akhirnya jadi sebuah buku,” ujarnya.

Baca Juga :  Lewat Jasa Aplikasi Premium, Mampu Biayai Kuliah Sendiri

Dia menceritakan nama tokoh di buku tersebut bernama Rosela, yang menggambarkan suka menyeduh rosela saat dia sedang jenuh atau stres. ”Karena memang seduhan bunga itu benar-benar bisa bikin relaksasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pada 2021 dia juga mengikuti kompetisi meracik teh yang diadakan Akteavist Indonesia dan Indonesia Tea Festival. Dan racikan teh yang dia beri nama Rara Mendut itu masuk dalam 10 besar di babak final.

Tea blend Rara Mendut itu sendiri juga terinspirasi setelah kami proses naskah lakon Rara Mendut dan proses film yang juga mengangkat Rara Mendut,” tambahnya.

Kata dia, tidak ada rahasia khusus untuk bisa menghasilkan karya-karya tersebut. Dia mengaku awal menulis karena dia tidak punya teman untuk berbagi curhatan. Baginya, menyeduh dan meracik teh dijadikan sebagai media self healing. (ark)

BERMULA dari kegemaran meracik dan menyeduh teh dari bunga-bunga kering mengantarkan seorang Siwi Agustina mengasilkan banyak karya. Di antaranya menulis naskah lakon. Naskah tersebut ditulis dan sering digunakan untuk pertunjukkan teater yang dia ikuti sejak 2009 yang lalu.

”Saya memang aktif pada kegiatan teater di kelompok Teater Minatani Pati,” kata perempuan kelahiran 17 Agustus 1988 itu.

Di antaranya naskah lakon yang pernah dibuatnya Ranjang Milik Siapa, Keranjang, Keresahan Para, Tiyang, Surat untuk A, Perempuan Dalam Koma, Plot, Syal Merah Jambu, dan Do’a Perawan Tua.

“Selain itu juga ada beberapa karya bentuk cerpen dan puisi,” imbuhnya.

Dari hobi bermain teater, dia juga berhasil menciptakan dua buku tunggal yang terbit dengan judul “Bias Lara Rosela dan Pernahkah Kita Jatuh Cinta”.

Dia mengatakan, buku Bias Lara Rosella ditulis itu juga karena terinspirasi dari kegemarannya meminum tisane rosela (teh dari bunga kering).

”Karena basic-nya dari kecil suka teh dan dari bunga yang gemar saya seduh itu, lalu muncul cerita, terus saya tulis dan akhirnya jadi sebuah buku,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Kapok walaupun Cedera Berkali-kali

Dia menceritakan nama tokoh di buku tersebut bernama Rosela, yang menggambarkan suka menyeduh rosela saat dia sedang jenuh atau stres. ”Karena memang seduhan bunga itu benar-benar bisa bikin relaksasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pada 2021 dia juga mengikuti kompetisi meracik teh yang diadakan Akteavist Indonesia dan Indonesia Tea Festival. Dan racikan teh yang dia beri nama Rara Mendut itu masuk dalam 10 besar di babak final.

Tea blend Rara Mendut itu sendiri juga terinspirasi setelah kami proses naskah lakon Rara Mendut dan proses film yang juga mengangkat Rara Mendut,” tambahnya.

Kata dia, tidak ada rahasia khusus untuk bisa menghasilkan karya-karya tersebut. Dia mengaku awal menulis karena dia tidak punya teman untuk berbagi curhatan. Baginya, menyeduh dan meracik teh dijadikan sebagai media self healing. (ark)

Most Read

Artikel Terbaru

/