alexametrics
32 C
Kudus
Monday, August 1, 2022

Punya Segudang Prestasi Sepak Takraw

EVANA Rahmawati tak menyangka akan menjadi polisi wanita (polwan). Kini, ia telah menjalani profesi tersebut sekitar enam tahun. Mulanya ia ingin menjadi guru.

Enam tahun menjadi polwan, ia ditugaskan bolak-balik. Dari polres ke polsek, kembali ke polres, kembali lagi ke polsek, dan yang saat ini di polres. Ia menjadi anggota Satuan Samapta Bhayangkara. Bertugas mengamankan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah.

Evana mengaku sangat menikmati profesinya. Menjadi polwan membuatnya berteman dengan banyak orang. Ditambah lagi jika kegiatan di luar. Bisa sambil jalan-jalan. ”Kalau kerja di instansi kan memang ada plus minusnya, tapi sejauh ini saya enjoy jadi polwan,” kata perempuan kelahiran 1996 itu.


Menariknya, Evana lahir dari keluarga atlet. Ia juga menjadi atlet. Ia merupakan delapan bersaudara. Lima di antaranya sukses menjadi atlet sepak takraw. Sama dengan dirinya. Ia bahkan dilatih sendiri oleh kakak kandungnya.

Ia berlatih sepak takraw sejak duduk di bangku SD. Sementara mulai ikut kejuaraan sejak SMP. Akhirnya, setelah latihan keras yang ia lalui serta dukungan dan doa dari orang-orang terkasih, ia mengoleksi segudang prestasi. Mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

Baca Juga :  Empat Tokoh di Kudus Raih Anugerah Radar Kudus Award 2021, Siapa Mereka?

Terakhir, ia mendapat medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Sebelumnya, ia juga mendapat medali perak (SEA Games 2019). Juga lima medali emas, dua perak, dan satu perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018.

Karena prestasi itu, ia mendapat penghargaan dari Kepala Polres AKBP Warsono, kepala kesatuan tempatnya bekerja. Ia juga menerima penghargaan dari Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol. Ahmad Luthfi dam Jenderal Polisi Idham Azis di Mabes Polri. Sebab, telah memeroleh prestasi nasional.

Meski sudah menjadi polwan, ia masih berlatih sepak takraw. Dalam waktu dekat ini, ia hendak terjun di porprov. Targetnya medali emas. ”Jepara jadi tuan rumah prorprov,” jelasnya.

Untuk itu, ia berlatih selama tiga kali dalam sepekan untuk persiapan. Pagi ia kerja, pada sore hari ia latihan di lapangan dekat rumahnya. ”Kadang capek dan sulit bagi waktu. Karena sekarang sudah kerja. Beda dengan dulu. Tapi bisa dijalani,” imbuhnya. (nib/lin)

EVANA Rahmawati tak menyangka akan menjadi polisi wanita (polwan). Kini, ia telah menjalani profesi tersebut sekitar enam tahun. Mulanya ia ingin menjadi guru.

Enam tahun menjadi polwan, ia ditugaskan bolak-balik. Dari polres ke polsek, kembali ke polres, kembali lagi ke polsek, dan yang saat ini di polres. Ia menjadi anggota Satuan Samapta Bhayangkara. Bertugas mengamankan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah.

Evana mengaku sangat menikmati profesinya. Menjadi polwan membuatnya berteman dengan banyak orang. Ditambah lagi jika kegiatan di luar. Bisa sambil jalan-jalan. ”Kalau kerja di instansi kan memang ada plus minusnya, tapi sejauh ini saya enjoy jadi polwan,” kata perempuan kelahiran 1996 itu.

Menariknya, Evana lahir dari keluarga atlet. Ia juga menjadi atlet. Ia merupakan delapan bersaudara. Lima di antaranya sukses menjadi atlet sepak takraw. Sama dengan dirinya. Ia bahkan dilatih sendiri oleh kakak kandungnya.

Ia berlatih sepak takraw sejak duduk di bangku SD. Sementara mulai ikut kejuaraan sejak SMP. Akhirnya, setelah latihan keras yang ia lalui serta dukungan dan doa dari orang-orang terkasih, ia mengoleksi segudang prestasi. Mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

Baca Juga :  Perlu Pendalaman Buto hingga Arjuno

Terakhir, ia mendapat medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Sebelumnya, ia juga mendapat medali perak (SEA Games 2019). Juga lima medali emas, dua perak, dan satu perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018.

Karena prestasi itu, ia mendapat penghargaan dari Kepala Polres AKBP Warsono, kepala kesatuan tempatnya bekerja. Ia juga menerima penghargaan dari Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol. Ahmad Luthfi dam Jenderal Polisi Idham Azis di Mabes Polri. Sebab, telah memeroleh prestasi nasional.

Meski sudah menjadi polwan, ia masih berlatih sepak takraw. Dalam waktu dekat ini, ia hendak terjun di porprov. Targetnya medali emas. ”Jepara jadi tuan rumah prorprov,” jelasnya.

Untuk itu, ia berlatih selama tiga kali dalam sepekan untuk persiapan. Pagi ia kerja, pada sore hari ia latihan di lapangan dekat rumahnya. ”Kadang capek dan sulit bagi waktu. Karena sekarang sudah kerja. Beda dengan dulu. Tapi bisa dijalani,” imbuhnya. (nib/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/