alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Seimbangkan Tubuh dengan Polah Kuda saat Belajar Menunggang Kuda

BERKUDA saat ini bisa dinikmati siapapun. Tak hanya oleh atlet, masyarakat biasa pun bisa berlatih menunggang kuda. Baik anak-anak maupun dewasa. Salah satunya bisa dinikmati di peternakan kuda milik Sunugroho, 60, yang berlokasi di Desa Bandengan, Jepara.

Di peternakannya itu, ia memelihara delapan ekor kuda yang terdiri dari dua jenis. Yakni sandelwood dan kuda G. Itu adalah istilah penyebutan kuda hasil silangan antara kuda lokal dengan jenis thoroughbred (darah panas).

Bagi pemula, nantinya diajarkan beberapa teknik dalam menunggang kuda. Terutama teknik dasar. Mulai dari teknik menaiki kuda, hingga mengendalikan kuda. ”Yang utama keseimbangan. Dan latihan mengendalikan kuda,” ujar Sunugroho „


Ada beberapa hal dasar dalam belajar menunggang kuda. Sebelum menaiki seekor kuda, calon penunggang harus memiliki keberanian. Terutama terhadap kuda yang akan dinaiki. Oleh sebab itu, calon penunggang akan diberi waktu untuk memberanikan diri dengan kuda. Caranya, mulai mengelus-ngelus bagian tubuh.

Tapi, perlu diperhatikan pula posisinya. Harus dari depan, jangan dari belakang kuda. Pasalnya, kuda bisa saja menendang.

Setelah itu, dilanjut dengan belajar naik ke punggung kuda. Untuk naik ke punggung, harus dari sisi kiri kuda. Setelah bisa naik ke punggung, baru belajar mengendalikan kuda. Dalam mengendalikan kuda, sekali sentakan pelan terhadap tali kekangnya, kuda akan berjalan. Sementara bila tali kekang ditarik, kuda akan berhenti.

Mula-mula belajar mengendalikan kuda untuk berjalan, dilanjut lari, setelah itu meloncat.

”Yang penting punya keseimbangan. Oleh sebab itu menyatu antara gerakan kuda dengan tubuh,” jelas Sunugroho.

Menurutnya, hingga bisa berkuda dengan lancar, seorang pemula penunggang kuda paling tidak butuh 10 kali pertemuan latihan.

Baca Juga :  Uji Nyali, Dapat Pusaka

”Terutama anak-anak muda. Tapi kalau yang segolongan saya bisa lebih. Paling tidak butuh tiga bulan hingga mahir. Itupun bila intens,” gurau Sunugroho.

selain belajar teknik dasar dalam menunggang kuda, ada hal lain yang jadi perhatian dalam berlatih berkuda. Antara penunggan dengan kuda yang ditunggangi harus punya ikatan luhur. Sehingga, saat ditunggangi itu kuda mau menurut. Bukan malah memberontak.

Sebab itu, bagi pemula yang hendak berlatih kuda harus sering-sering memegang kuda yang menjadi tunggangannya.

”Setiap hari harus sering dipegang. Otomatis kuda bisa paham. Jadi tidak hanya orang paham dengan kuda. Tapi kuda juga terhadap orang,” ujar Sunugroho, 60, salah satu pemilik peternakan kuda di Jepara.

Ditambah, dalam perawatan kuda juga harus baik. Kebersihan kandang harus dijaga. Setiap hari dibersihkan. Juga untuk makanannya, diberikan yang terbaik. Dengan memberi rumput, bisa rumput biasa maupun rumput gajah. Juga dedak. Ditambah dengan memberinya vitamin agar kondisi kuda tetap prima.

Meski nantinya telah memiliki ikatan akrab dengan kuda, tetap harus hati-hati. Kuda tetap binatang, kadang bisa saja bertindak sesukanya.

”Jadi kalau pegang dari depan paling aman. Jangan dekat di belakang kuda. Bisa disepak. Tapi ada karakter kuda yang ganas. Dari depan gigit, belakang sepak, tapi kalau manusia paham, berani dengan kuda itu, kuda tersebut akan kalah sendiri. Begitu di depan kuda, dan kudanya gerak-gerak, maka di pukul kuda tersebut. sehingga manut,” tandas Sunugroho. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

BERKUDA saat ini bisa dinikmati siapapun. Tak hanya oleh atlet, masyarakat biasa pun bisa berlatih menunggang kuda. Baik anak-anak maupun dewasa. Salah satunya bisa dinikmati di peternakan kuda milik Sunugroho, 60, yang berlokasi di Desa Bandengan, Jepara.

Di peternakannya itu, ia memelihara delapan ekor kuda yang terdiri dari dua jenis. Yakni sandelwood dan kuda G. Itu adalah istilah penyebutan kuda hasil silangan antara kuda lokal dengan jenis thoroughbred (darah panas).

Bagi pemula, nantinya diajarkan beberapa teknik dalam menunggang kuda. Terutama teknik dasar. Mulai dari teknik menaiki kuda, hingga mengendalikan kuda. ”Yang utama keseimbangan. Dan latihan mengendalikan kuda,” ujar Sunugroho „

Ada beberapa hal dasar dalam belajar menunggang kuda. Sebelum menaiki seekor kuda, calon penunggang harus memiliki keberanian. Terutama terhadap kuda yang akan dinaiki. Oleh sebab itu, calon penunggang akan diberi waktu untuk memberanikan diri dengan kuda. Caranya, mulai mengelus-ngelus bagian tubuh.

Tapi, perlu diperhatikan pula posisinya. Harus dari depan, jangan dari belakang kuda. Pasalnya, kuda bisa saja menendang.

Setelah itu, dilanjut dengan belajar naik ke punggung kuda. Untuk naik ke punggung, harus dari sisi kiri kuda. Setelah bisa naik ke punggung, baru belajar mengendalikan kuda. Dalam mengendalikan kuda, sekali sentakan pelan terhadap tali kekangnya, kuda akan berjalan. Sementara bila tali kekang ditarik, kuda akan berhenti.

Mula-mula belajar mengendalikan kuda untuk berjalan, dilanjut lari, setelah itu meloncat.

”Yang penting punya keseimbangan. Oleh sebab itu menyatu antara gerakan kuda dengan tubuh,” jelas Sunugroho.

Menurutnya, hingga bisa berkuda dengan lancar, seorang pemula penunggang kuda paling tidak butuh 10 kali pertemuan latihan.

Baca Juga :  Mudah Perawatannya, Harga Jual Fantastik

”Terutama anak-anak muda. Tapi kalau yang segolongan saya bisa lebih. Paling tidak butuh tiga bulan hingga mahir. Itupun bila intens,” gurau Sunugroho.

selain belajar teknik dasar dalam menunggang kuda, ada hal lain yang jadi perhatian dalam berlatih berkuda. Antara penunggan dengan kuda yang ditunggangi harus punya ikatan luhur. Sehingga, saat ditunggangi itu kuda mau menurut. Bukan malah memberontak.

Sebab itu, bagi pemula yang hendak berlatih kuda harus sering-sering memegang kuda yang menjadi tunggangannya.

”Setiap hari harus sering dipegang. Otomatis kuda bisa paham. Jadi tidak hanya orang paham dengan kuda. Tapi kuda juga terhadap orang,” ujar Sunugroho, 60, salah satu pemilik peternakan kuda di Jepara.

Ditambah, dalam perawatan kuda juga harus baik. Kebersihan kandang harus dijaga. Setiap hari dibersihkan. Juga untuk makanannya, diberikan yang terbaik. Dengan memberi rumput, bisa rumput biasa maupun rumput gajah. Juga dedak. Ditambah dengan memberinya vitamin agar kondisi kuda tetap prima.

Meski nantinya telah memiliki ikatan akrab dengan kuda, tetap harus hati-hati. Kuda tetap binatang, kadang bisa saja bertindak sesukanya.

”Jadi kalau pegang dari depan paling aman. Jangan dekat di belakang kuda. Bisa disepak. Tapi ada karakter kuda yang ganas. Dari depan gigit, belakang sepak, tapi kalau manusia paham, berani dengan kuda itu, kuda tersebut akan kalah sendiri. Begitu di depan kuda, dan kudanya gerak-gerak, maka di pukul kuda tersebut. sehingga manut,” tandas Sunugroho. (rom/zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/