Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Myra Heltyani Direktur Perempuan Perumdam di Jawa Tengah DIY Catatkan Kinerja Positif Berikan Laba Bagi Perusahaan.

Sirojul Munir • Rabu, 4 Maret 2026 | 13:28 WIB

PRESTASI – Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Myra Heltyani
PRESTASI – Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Myra Heltyani

GROBOGAN – Tak ada sukses yang diraih tanpa jerih payah. Prinsip itulah yang tercermin dari sosok Hj. Myra Heltyani, SE., MM, Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan. Perempuan inspiratif ini kembali menorehkan prestasi dengan meraih Satu-satunya Direktur Perumdam Perempuan Jateng dan DIY.

Di bawah kepemimpinannya sejak 2021, Perumdam Purwa Tirta Dharma dinilai berhasil menjadi pelopor modernisasi layanan, dengan pendekatan digital, cepat tanggap, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Salah satu terobosannya adalah menghadirkan program LAPBAN (Layanan Pengaduan Bagi Pelanggan) yang memudahkan masyarakat menyampaikan keluhan sekaligus memantau tindak lanjutnya. Inovasi ini membuat pelayanan Perumdam Grobogan semakin terbuka dan responsif.

Kunci kepemimpinannya adalah tetap berpegang pada prinsip, sigap mengambil keputusan, serta selalu bersyukur dan ikhlas atas ketentuan Allah SWT. Perempuan kelahiran Samarinda, 12 November 1973 itu dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang sabar, ramah, dan tulus dalam pengabdian. Menurutnya, membangun perusahaan tidak cukup hanya dengan sistem, tetapi juga dengan pendekatan emosional kepada para staf dan karyawan.

“Pendekatan emosional berarti berusaha menghargai staf karyawan secara manusiawi dan berempati terhadap permasalahan mereka. Setiap orang punya talenta dari Allah SWT, tugas manajemen adalah menggali dan mengembangkannya,” tandasnya.

Sebelum memimpin Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan, Myra memiliki rekam jejak panjang di dunia usaha dan manajemen. Ia pernah menjadi Owner CV Faira Karunia Sejahtera dan CV Cahaya Karunia Sejahtera yang mengelola distribusi produk Garuda Food (2005–2015), Direktur PT Nuri Farmindo Solo dan DIY (1999–2016), mengelola waralaba TK dan pelatihan teknis HP Primagama Solo, hingga menjabat Direktur Perusda Purwa Aksara Purwodadi periode 2017–2021. Sejak 2021, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Kabupaten Grobogan.

Di bawah kepemimpinannya, Perumdam Purwa Tirta Dharma tak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga pada kontribusi terhadap daerah. Perusahaan daerah ini berupaya memenuhi standar K3 (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas) air, memperluas jaringan pelanggan, serta meningkatkan kinerja agar mampu memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Grobogan.

Menyinggung visi perusahaan, Myra menegaskan bahwa Perumdam Purwa Tirta Dharma berkomitmen menyelenggarakan pelayanan air minum yang prima kepada masyarakat, mencakup aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan, melalui pengelolaan aset perusahaan secara optimal dengan sistem manajemen yang andal menuju perusahaan daerah yang sehat, mandiri, dan profesional.

Adapun misinya meliputi pembenahan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, revitalisasi dan penambahan sarana prasarana, peningkatan kualitas pelayanan secara berkesinambungan, serta ekspansi jumlah pelanggan.

“Selain itu, kami juga membina hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan, serta menunjang otonomi daerah melalui kontribusi PAD kepada Pemkab Grobogan,” pungkasnya.

Selama menjabat lima tahun mulai Tahun 2021 sampai 2026 ini, berhasil membukukan laba perusahaan setiap tahunya. Tahun 2022 mendapatkan laba Rp 477.467.890,-, Tahun 2023 naik jadi Rp 1.545.353.61.3,-. Tahun 2024 naik jadi Rp 1.608.398.277,- dan tahun 2025 berhasil mendapatkan laba Rp 1.898.761.210,- dan tahun 2026 ditargetkan mendapatkan Rp 2 miliar.

Sedangkan untuk penurunan hutang usaha perusahaan berhasil turun secara signifikan. Sebelum dijabat Myra Heltyani utang perusahaan capai Rp 6,7 miliar. Setelah dipimpin Myra Heltyani utang perusahaan sampai Januari 2026 kini tinggal Rp 1,8 miliar. Sementara hasil kinerja BPKP Provinsi Jawa Tengah berdasarkan indikator Kementerian PUPR alami peningkatan selama lima tahun terakhir. Tahun 2020 mendapatkan nilai 2,86, Tahun 2021 naik 2,91, Tahun 2022 jadi 2,95, Tahun 2023 naik jadi 3,08 dan tahun 2024 jadi 3,20. (mun)

Editor : Ali Mustofa
#Myra Heltyani #Abdi nagari award #Direktur BUMD Perempuan #laba perusahaan #pdam grobogan #Radar Kudus Award