GROBOGAN – Menjelang pergantian Tahun Baru Imlek, suasana Klenteng Hok An Bio Purwodadi diliputi nuansa sakral. Aroma dupa menguar lembut, cahaya lilin berpendar tenang, dan umat Konghucu tampak khusyuk dalam prosesi Sembahyang Dewa Bumi Naik.
Ritual suci yang menandai dimulainya rangkaian spiritual menyongsong Tahun Baru penanggalan Kongzili.
Ritual yang digelar enam hari sebelum Imlek itu berlangsung dalam keheningan yang penuh makna.
Di rumah ibadah tersebut, umat menjalani ibadah dengan ketertiban dan ketenangan batin, menghadirkan suasana yang sarat nilai spiritual.
Sebanyak sepuluh umat Konghucu mengikuti prosesi sembahyang dengan penuh kekhusyukan.
Di tangan mereka, dupa menyala sebagai lambang doa dan penghormatan kepada para dewa, sementara busana bernuansa merah yang dikenakan menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan semangat baru menyongsong tahun yang akan datang.
Di hadapan altar, doa-doa dipanjatkan dengan penghayatan mendalam—memohon keselamatan, kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan hidup.
Perpaduan cahaya lilin, aroma dupa, serta sesajen sederhana menciptakan atmosfer sakral yang menenangkan dan penuh kontemplasi.
Sesajen berupa kue mangkok merah dan hidangan simbolik lainnya dipersembahkan sebagai bagian dari tradisi spiritual Konghucu yang sarat makna filosofis.
Ketua Pengurus Klenteng Hok An Bio Purwodadi, Budi Wiguna, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan prosesi mengantar Dewa Bumi atau Dewa Dapur (Cao Kun Kong) kembali ke langit.
“Sembahyang hari ini adalah mengantar Dewa Dapur untuk melapor kepada Kaisar Langit tentang perilaku manusia selama setahun,” ujar Budi Wiguna.
Dalam ajaran Konghucu, Cao Kun Kong diyakini sebagai utusan langit yang bertugas mengawasi dan mencatat perbuatan manusia selama hidup di bumi. Catatan tersebut kemudian disampaikan kepada Kaisar Langit sebagai bahan pertimbangan menjelang pergantian Tahun Baru Imlek.
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sendiri jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, dan akan dirayakan dengan serangkaian agenda keagamaan dan budaya di Klenteng Hok An Bio Purwodadi.
“Setelah ritual ini, kami melaksanakan bersih-bersih klenteng pada Kamis, 12 Februari 2026, dilanjutkan Sembahyang Malam Imlek pada 16 Februari 2026,” jelas Budi Wiguna.
Tak hanya ritual ibadah, perayaan Imlek juga akan diramaikan dengan kirab Bangrongsai yang digelar pada hari Imlek, Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WIB, dengan rute melintasi jalan-jalan utama Kota Purwodadi.
Rangkaian perayaan Imlek di Klenteng Hok An Bio Purwodadi tidak berhenti di situ. Agenda keagamaan akan berlanjut hingga awal Maret 2026, dengan penutup berupa Sembahyang Dewa Bumi Turun yang dirangkai bersama perayaan Cap Go Meh.
Melalui ritual Sembahyang Dewa Bumi Naik, umat Konghucu berharap tahun yang baru membawa keseimbangan hidup, keberkahan, dan ketenteraman batin.
Budi Wiguna pun menegaskan bahwa perayaan Imlek bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum refleksi spiritual.
“Kami berharap Tahun Baru Imlek ini membawa kedamaian, kesejahteraan, keharmonisan, tidak hanya bagi umat, tetapi juga bagi masyarakat luas di Purwodadi dan Grobogan,” pungkasnya.(int)
Editor : Mahendra Aditya