GROBOGAN – Banjir menerjang Kabupaten Grobogan pada Selasa - Rabu (6-7/2).
Banjir ini kiriman air dari hulu Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang tak mampu menampung debit air, akibat intensitas hujan tinggi.
Sehingga menjadikan banjir di 12 kecamatan.
Dampak dari banjir tersebut, menjadikan Jalan Grobogan-Semarang ruas Godong-Tegowanu putus dan tidak bisa dilewati. Kendaraan dialihkan untuk melewati Demak.
Baca Juga: Banjir di Purwodadi Grobogan Kian Meluas : Satu Korban Tewas hingga Kota lumpuh
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan, 11 kecamatan yang kebanjiran itu, Kecamatan Godong, Penawangan, Tawangharjo, Purwodadi, Toroh, Karangrayung, dan Geyer. Kemudian Kecamatan Tegowanu, Kedungjati dan Gubug.
Banjir di Kecamatan Godong terjadi di Desa Werdoyo dan Desa Klampok.
Penyebab banjir karena Sungai Jajar meluap, sehingga menggenangi persawahan, jalan perkampungan, dan rumah warga dengan ketinggian air sekitar 20-50 cm. Rumah warga yang terdampak banjir ada 64 rumah.
Banjir di Kecamatan Penawangan dan di Desa Toko ada 10 rumah terendam, Desa Jipang ada 24 rumah, Desa Pengkol 31 rumah, dan Desa Sedadi menggenangi persawahan.
Sedangkan penyebab banjir di Kecamatan Tawangharjo karena Sungai Lusi meluap. Akibatnya, ada tujuh rumah terdampak Desa Jono, di Desa Selo ada 18 rumah rumah, dan Desa Mayahan ada 200 rumah.
Banjir juga menggenang Kecamatan Purwodadi. Di antaranya di Perumahan Asabri Blok A, B, dan C berdampak pada 15 rumah. Juga di Perumahan Permata Hijau Purwodadi melanda 120 rumah. Di Desa Cingkrong banjir menggenangi 14 rumah, satu pondok pesantren, dan SD N 1 Cingkrong.
Bahkan, ketinggian air mencapai sekitar 40 sampai 60 sentimeter.
Kemudian di Kecamatan Toroh, banjir melanda Desa Katong; Kecamatan Karangrayung ada di Desa Karangsono; Kecamatan Geyer ada di Desa Bangsri dan Desa Asemrudung dilanda banjir bandang.
Selanjutnya, di Kecamatan Kedungjati diserang banjir bandang. Meliputi Desa Ngombak, Desa Kedungjati, Desa Kalimaro, Desa Deras, Desa Padas, Desa Klitikan, Desa Jumo, dan Desa Wates.
Baca Juga: Imbas Sungai Tuntang Meluap, 12 Kecamatan di Grobogan Dikepung Banjir, Berikut Daftarnya
Sementara di Kecamatan Tegowanu, banjir menggenangi Desa Karangpasar. Banjir berdampak pada 72 KK atau 214 jiwa dan 25 hektare sawah. Di Kecamatan Tanggungharjo banjir menggenang di Desa Ngambakrejo serta di Kecamatan Gubug menyerang Desa Trisari, Desa Kuwaron, Desa Kunjeng, dan Jalan Raya Purwodadi-Gubug.
”Khusus untuk Kecamatan Gubug masih tergenang air, karena ada tanggul jebol di Kemiri dan di Sungai Tuntang. Ada empat titik tanggung yang jebol. Ada di Desa Kemiri, tanggul Tajemsari Sungai Cabean, di dekat Bendungan Glapan, dan di Jembatan Tuntang,” tandasnya.
Akibat banjir tersebut didirikan tiga dapur umum dan posko pengungsian. Lokasinya di Kecamatan Tegowanu, Gubug, dan kantor BPBD Grobogan.
Namun, sebagian warga memilih mengungsi di rumah keluarga atau tetangga yang tidak terkena banjir.
Banjir di Kabupaten Grobogan ini, menjadi perhatian Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana.
Orang nomor 1 di Jateng itu, meninjau dapur umum di Kecamatan Gubug bersama Kepala BBWS Pemali Juana Harya Muldiyanto, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Forkopimda Grobogan, serta Muspika Gubug.
PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana menyerahkan sejumlah bantuan sembako kepada Pemkab Grobogan. Dia juga menyempatkan ikut memasak bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni.
Dia mengatakan, dari laporan yang dia terima, banjir terjadi karena tanggul di Sungai Tuntang di Kecamatan Gubug jebol.
Dampaknya Ada 12 kecamatan tergenang. Total 2.650 rumah dan 58 hektare sawah terdampak. Beruntung Tak ada korban jiwa.
Selain itu, juga ada enam fasilitas pendidikan agama dan umum serta unit satu rumah ibadah terendam.
”Kami dari pemprov dan Pemkab Grobogan terus bekerja sama untuk penanganan banjir ini. Termasuk TNI dan Polri. Dinas PUPR dan Dinas Sosial sudah menutup tanggul menggunakan karung berisi pasir,” terangnya.
Sedangkan penanganan jalan rusak, begitu banjir surut akan segera diperbaiki. Sementara jalan ditutup sampai normal lagi. (mun/lin)
Editor : Abdul Rokhim